
Malam harinya, Ness diundang ke tempat yang sudah di siapkan oleh reporter asal Indonesia itu yang bernama Ranti di sebuah rumah makan, namun Ranti meminta ruangan yang agak sepi agar tidak terganggu pelanggan lain ketika wawancara.
Mereka berdua duduk berhadapan, Ranti yang sudah melihat wajah Ness di instagram tetap di buat kagum ketika melihat wajah aslinya.
Segera,
Mereka akhirnya makan terlebih dulu dan akan melakukan wawancara setelah selesai makan.
20 menit kemudian.
Mereka berdua selesai makan, dan sudah siap untuk melakukan wawancara.
"Jadi apa yang ingin kamu tanyakan?"
Ness bertanya langsung.
Pihak lain segera membuka catatannya untuk melihat pertanyaan yang sudah dia rancang di bukunya.
Ranti menanyakan, kenapa Ness memilih menjadi seorang agen?
Pertanyaan ini sebenarnya mudah untuk di jawab, namun Ness tidak tau harus mulai dari mana.
Ness kemudian menjelaskan mimpi ketika dia tinggal di Indonesia, dia prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia yang kurang menarik.
Ia ingin melihat sepak bola Indonesia maju dan berkembang seperti sepak bola Eropa.
Sepak bola Indonesia menurutnya akan terus tenggelam ke dalam jurang jika tidak ada yang memulai untuk memperbaikinya.
Ness yang sebagai orang biasa dulunya, tidak bisa apa apa, tidak punya pangkat apapun atau pengaruh untuk memperbaiki atau merubah sepak bola Indonesia.
Kemudian, singkat cerita Ness menjelaskan, ia akan tinggal di Eropa untuk memperdalam ilmi sepak bolanya dan akan kembali ke Indonesia nantinya.
Ia juga menceritakan bahwa dirinya tidak memikirkan untuk menjadi agen pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu, Ness menjelaskan bahwa dia berpikir untuk memperdalam pekerjaan agen itu.
Setelah mengetahui pekerjaan agen, Ness akhirnya memutuskan untuk menjadi agen.
__ADS_1
Ketika memperdalam pekerjaan agen itu, Ness menceritakan bahwa jika dirinya mempunyai koneksi yang luas dan penglihatan yang luas dan bagus akan bakat, agen itu akan sukses.
Ness kemudian menceritakan bagaimana dia akhirnya memilih pemain pemain Indonesia untuk memperbaiki sepak bola Indonesia dari yang muda terlebih dulu dengan belajar di Eropa.
Ketika mereka sudah matang dan bermain untuk Tim Nasional, mereka akan meningkatkan peringkat Indonesia dalam peringkat FIFA, ketika itu terjadi, mau tak mau perkembangan sepak bola Indonesia juga akan lebih sedikit maju untuk mempertahankan peringkat dan menaikan peringkat lebih tinggi lagi.
Ranti yang mendengarkan penjelasan Ness merasa terharu, nyatanya dia merupakan seorang reporter sepak bola. Dia juga tau sepak bola Indonesia, namun yang lebih dia tidak sangka adalah Ness yang merupakan pemuda biasa yang memiliki mimpi berani mengambil keputusan yang kritis ketika masih muda.
Yang tidak diketahui Ranti adalah Ness yang kembali ke masa lalu dengan bantuan sistem.
"Sekarang anda sudah mempunyai 2 pemain yang bermain di Eropa dan mereka sudah menjadi andalan bagi tim, apa rencana anda kedepannya? Apakah akan membawa talenta muda lagi?"
"Tentu, saya akan kembali ke Indonesia ketika winter break musim ini, dan mencari pemain."
Segera, suara sistem terdengar di pikiran Ness.
"Tugas pemicu : Kontrak 5 pemain dan dapatkan 2 kartu perunggu dan 1 kartu perak juga tambahan 30 poin."
Ness langsung menegang ketika mendengar suara itu.
"Ketika anda sudah membawa pemain lagi, tujuan anda apakah masih Belanda atau negara Eropa lainnya?"
"Jujur saja, saya sebenarnya ingin mereka dekat nantinya dan saling menjaga, namun mengingat bahwa ini adalah tim orang lain, saya tidak bisa seenaknya. Saya juga memiliki banyak koneksi, jadi saya akan memilih ke tempat lain saja."
"Pertanyaan terakhir, apa tujuan terakhir atau tujuan jangka panjang anda?"
"Tim nasional Indonesia mengikuti kejuaraan piala dunia, dimana para pemain saya akan menjadi para punggawa tim nasional Indonesia, dan membawa nama baik untuk Indonesia. Itu tujuan terakhir saya."
"Terima kasih atas waktunya Tuan Ness, senang mendengar cerita anda. Semoga tujuan tujuan anda tercapai. Dan saya akan menunggu hasil itu semua. Semoga sukses tuan Ness, sampai berjumpa lagi di kesempatan lain."
Ranti menjabat tangan Ness, kemudian setelah itu Ness pergi dan melangkah pulang.
...
Keesokan harinya,
__ADS_1
Di Indonesia.
Berita mengenai wawancara Ness disiarkan di acara tv swasta yang dimiliki oleh perusahaan Ranti itu.
Banyak orang yang menonton acara itu, nyatanya ketika wawancara kemarin, Ranti merekamnya dengan kamera yang disimpan di samping dengan tripodnya.
Itu juga sampai ke pihak dimana para petinggi PSSI berada, mereka juga termenung setelah mendengar wawancara Ness.
Ketua PSSI merasa malu, ia ingin mengundang Ness untuk melakukan makan malam dan berbincang bincang, dia juga akan memberikan modal untuk Ness berkembang di Eropa, ia ingin melakukan ini sebagai permintaan maaf dan juga rasa terima kasih kepada Ness.
Namun berita wawancara Ness ini masih hangat di perbincangkan oleh para pemain muda dari Indonesia, mereka berharap dirinya yang mendapatkan kesempatan untuk bermain di Eropa dan menjadi bagian dari perusahaan pialang Ness.
...
Berbeda dengan salah satu orang yang sekarang dirinya berada di ruangan kantor, ia melihat berita itu melalui platform online karena sedang bekerja.
Dia tersenyum ketika melihat vidio itu.
Dia tidak menyangka orang yang dia pikirkan selama berbulan bulan ini ada dalam vidio ini. Dia sudah mencari cari keberadaannya karena ingin berkenalan secara formal namun dia tidak berhasil menemukannya, hanya berhasil menemukan perusahaannya yang berbasis di Paris itu.
Dia juga sempat melihat berita berita yang memberitakan 2 pemain muda Indonesia bermain di Eropa dan sudah menjadi andalan tim, namun dia tidak menyangka bahwa 2 pemain itu adalah pemain dari orang yang dia cari selama ini.
Orang ini adalah wanita yang bertemu dengan Ness dan melakukan makan malam bersama secara tidak sengaja karena tempat yang sudah penuh.
Wanita ini adalah cucu dari seorang pengusaha, dimana perusahaan mereka sudah menjadi perusahaan paling top di Indonesia.
Wanita ini yang masih berumur 24 tahun, sudah menjadi ketua perusahaan, namun perusahaan yang ia pimpin ini masih cabang dari perusahaan utamanya.
Ia melakukan ini, karena perintah orang tuanya untuk melatih dirinya sebagai pebisnis.
Ness yang berada jauh di Belanda tidak mengetahui berita tentang keramaian dirinya di Indonesia, jika tau, dirinya juga tidak akan peduli.
....
1 bulan kemudian, akhirnya winter break sudah dimulai.
__ADS_1
Ness akan ke Indonesia ketika, orang tua Zain dan Fathur sampai di sini. Ia asalnya ingin langsung pergi, namun orang tua itu meminta agar bisa makan malam dengan Ness sebagai ucapan terima kasih karena sudah menandatangani anaknya dan membuat anak anaknya menjadi orang yang sukses.