Great Broker

Great Broker
Fusi menjadi Pertumbuhan


__ADS_3

Teringat akan pemain yang belum di fusi, Ness segera menutup handphone nya dan menyimpannya.


Ia kemudian membuka layar virtualnya dan memasuki fitur fusi.


Pertama, ia memilih pemain Jamil untuk berkembang terlebih dulu.


Memilih pemain yang akan di korbankan dari kartu pemain, Ness pertama memilih Colin Kazim Richards.


Segera proses fusi berlangsung, dan tidak membutuhkan waktu lama.


Ness segera membuka fitur pemain dan melihat profil Jamil.


Mentalnya bertambah menjadi 57, pacenya menjadi 46, shootingnya menjdi 59, passingnya menjadi 48, dribblenya menjadi 48, defendingnya menjadi 39, physicnya menjadi 48 dan OVR nya menjadi 51.


Ness tidak melihat hal yang spesial, hanya saja yang ditakutinya adalah rating Jamil pada akhirnya tidak mencukupi untuk bermain di Eropa.


Kembali ke fitur fusi, Ness memasukan pemain Bartholomew Ogbeche untuk di korbankan.


Proes fusi berlangung seperti biasanya dan cepat, kembali dan melihat profil pemain Jamil.


Mentalnya bertambah menjadi 62, pacenya menjadi 51, shootingnya menjadi 64, passingnya menjadi 53, dribblenya menjadi 53, defendingnya menjadi 39, physicnya menjadi 53 dan OVR nya menjdi 56.


Defending dari Jamil tidak berubah, dimana dia berposisi sebagai penyerang dan nilai atribut untuk defendingnya menjadi tetap dan tak bertambah.


Di fusi ini yang spesial hanyalah skill dari power headers Bartholomew terserap oleh Jamil.


Kembali ke fitur fusi dan memilih kartu pemain Stefano Okaka untuk di korbankan sebagai bahan fusi ketiga.


Proses nya sekali lagi berlangsing cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.


Segera.


Mentalnya bertambah menjadi 70, pacenya menjadi 59, shootingnya menjadi 72, passingnya menjadi 61, dribblenya menjadi 61, defendingnya tetap berada di 39, physicnya menjadi 61, OVR nya menjadi 64.


Masih tidak bisa menyerap karakteristik dari Stefano Okaka, dimana karakteristiknya adalah Strength.


Ini merupakan keuntungan bagi penyerang yang mempunyai karakter strength, dimana penyerang memiliki tubuh yang kuat dan tekad yang kuat, ini akan mempersulit pemain belakang melawan penyerang yang seperti ini, karena mereka susah untuk di pancing emosinya dan juga tubuh yang kuat sulit untuk di saingi.


Kembali ke fitur fusi dan melakukan fusi yang terakhir untuk striker, Ness memilih kartu pemain Fabio Quagliarella untuk di jadikan korban fusi terakhir.

__ADS_1


Segera proses berlangsung dengan cepat.


Ness kembali ke fitur pemain dan mengecek profil Jamil untuk melihat kemajuannya.


Mentalnya bertambah menjadi 75, pacenya bertambah menjadi 67, shootingnya bertambah menjadi 80, passingnya bertambah menjadi 69, dribblenya bertambah menjadi 69, defendingnya masih tidak berubah tetap berada di 39, physicnya bertambah menjadi 70 dan OVR nya bertambah menjadi 73.


Ness melihat atribut ini dan memindahkan penglihatannya ke bagian bawah, dimana skill nya bertambah 2 lagi yaitu strong shoot dan long shoot.


Ness tau bahwa long shoot berasal dari Fabio Quagliarella, namun yang jadi pertanyaan baginya adalah strong shoot dari mana.


Sistem langsung menjelaskan bahwa pemain juga bisa melahirkan skillnya sendiri.


Ness bertanya lagi, kenapa bertambah ketika fusi. Sistem menjawab bahwa ketika Ness melakukan fusi, Jamil sedang berlatih menendang bola di halaman rumahnya.


Ditambah ketika penambahan nilai atributnya shootingnya lebih tinggi dari rating, pemainnya menjadi memiliki 1 skill buatan miliknya sendiri.


Ness mendengar penjelasan sistem tersenyum, ia tak menyangka pemain bisa melahirkan skillnya sendiri ketika saat saat begini.


Ia juga tidak menyangka bahwa Jamil sedang bekerja keras meningkatkan dirinya mengingat dirinya akan ke Eropa.


...


Di tempat lain di Jakarta, di sebuah halaman rumah mewah, Jamil sedang memegangi bolanya dengan pandangan aneh.


Jamil bingung dengan keadaannya, namun meski berpikir keras, ia tidak akan menemukan kejanggalan dalam pertumbuhannya itu, hanya akan merasa bahwa dirinya terlalu bersemangat.


Dia pun melanjutkan latihannya lagi.


....


Ness tidak tau apa yang dipikirkan Jamil, ia lebih memilih untuk melakukan fusi untuk pemainnya lagi.


Dimana pemain ini hanya memiliki potensi yang rata rata namun memiliki semangat juang yang tinggi untuk memperbaiki keadaan keluarganya.


Ness akan melakukan fusi untuk Jefri yang ditinggalkan orang tuanya dan hanya tinggal dengan kakeknya.


Segera, memasuki fitur fusi.


Memilih kartu pemain Andrea Rispoli yang berposisi sebagi RB, Ness memilih kartu pertamanya.

__ADS_1


Proses berlangsung setelah Ness menekan tombol 'oke'.


Tak lama kemudian, memasuki fitur pemain dan melihat Jefri.


Mentalnya bertambah menjadi 59, pacenya bertambah menjadi 58, shootingnya bertambah menjadi 45, passingnya bertambah menjadi 55, dribblenya bertambah menjadi 57, defendingnya bertambah menjadi 53, physicnya bertambah menjadi 50 dan OVR nya bertambah menjadi 57.


Setiap perkembangan pemain berbeda beda, sesuai dengan rating pemainnya yang diserap dan juga penyerapan pemainnya sendiri.


Melihat bahwa perubahan ini normal, Ness masih tetap optimis bahwa pemain pekerja keras akan memiliki hasil yang luar biasa, meskipun potensi tetap tidak akan bisa bertambah.


Namun disitulah kemenarikan dari seorang pekerja keras, meskipun tau baha potensinya sudah mencapai batas, namun dia masih mau bekerja keras.


Ness kemudian memasuki fitur fusi lagi dan memasukkan kartu pemain kedua untuk dikorbankan, ia memasukan kartu pemain Paul Aguilar.


Segera, seperti biasa.


Kembali untuk melihat di fitur pemain.


Mentalnya bertambah menjadi 66, pacenya bertambah menjadi 65, shootingnya bertambah menjadi 52, passingnya bertambah menjadi 62, dribblenya bertambah menjadi 62, defending bertambah menjadi 60, physicnya bertambah menjadi 57 dan OVR nya bertambah menjadi 64.


Ness melihatnya masih normal, namun salah satu skill paul aguilar terserap dengan baik oleh Jefri.


Skill itu long passer.


Ini akan sangat berguna dan baik jikalau pemain ini berada di masa depan.


Apalagi mengingat bahwa di masa depan, bek kiri dan bek kanan liverpool menjadi bek paling di perhitungkan karena mereka akan ikut menyerang dan mengirim umpn umpam silang yang mematikan.


Baik itu Andrew Robertson ataupun Trent Alexander Arnold, mereka bersaing juga untuk menjadi pencetak assist terbanyak.


Ness berharap bahwa Jefri bisa seperti keduanya itu, pemain belakang yang tajam dalam menyerang.


Ness tidak berlama lama lagi dan melakukan fusi ketiga, dimana Ness menggunakan kartu pemain Gokhan Gonul.


Segera.


Mentalnya bertambah menjadi 73, pacenya bertambah 72, shootingnya bertambah menjadi 59, passingnya bertambah menjadi 69, dribblenya bertambah menjdi 69, defending bertambah menjadi 67, physicnya bertambah menjadi 64 dan OVR bertambah menjadi 71.


Walau sudah bagus karena bisa memiliki rating 71 ketika menyerap 3 pemain, namun tidak ada yang spesial lagi. Skill dan karakteristik tidak ada tambahan apa pun.

__ADS_1


Ness masih berharap bahwa Jefri bisa seperti Jamil yang menumbuhkan skillnya sendiri.


Ness ingin Jefri memiliki skill Accurate passing supaya sempurna untuk dirinya yang memiliki skill long passer sebagai pemain belakang.


__ADS_2