
1 bulan telah berlalu,
Piala AFF sedang di gelar, dan Indonesia kini berada di urutan pertama dari klasemen grup B.
Dimana di grup B ada Indonesia, Vietnam, Myanmar, Kamboja dan Philippines.
Grup A diisi oleh Thailand, Malaysia, Laos, Singapore, dan Timor Leste.
Indonesia memiliki 9 poin dari 3 pertandingan, dimana 3 pertandingan menang semua, hanya saja pertandingan selanjutnya akan menghadapai vietnam yang berada di urutan 2 klasemen grup.
Selama pertandingan timnas berlangsung juga, Ness menerima hadiah yang lumayan, mengingat bahwa kedua pemainnya melakukan debut di tim nasional dan memberikan beberapa kontribusi dalam 3 pertandingannya itu.
Ness mendapatkan 2x kartu pemain tingkat perunggu 20 poin karena debut keduanya, dan mendapatkan 1x kartu pemain tingkat perak dan 40 poin karena Zain mencetak gol dan memberikan assist pertama kalinya di tim nasional, juga yang terakhir ada tambahan 20 poin lagi karena Fathur juga memberikan assist pertamanya saat bermain untuk tim nasional.
Memiliki tambahan poin sebanyak 80 poin adalah hal yang sangat bermanfaat dan menggiurkan.
Total ada 570 poin yang di miliki Ness.
6x kartu pemain tingkat perunggu dan 4x kartu pemain tingkat perak.
Ness sangat kaya sekarang tidak seperti sebelumnya.
Dia belum membelanjakan poinnya kemarin ketika mall di buka awal bulan karena dirinya belum mendapatkan tambahan poin juga dari Zain dan Fathur yang belum bermain untuk tim nasional.
Zain yang bermain untuk tim nasional sudah memiliki statistik nya yaitu 2 gol dan 1 assist, sedangkan untuk Fathur dia hanya memiliki 1 assist saja.
Ness yang jauh di Belanda juga menonton pertandingan tim nasional melalui online.
Menonton dan melihat bagaimana Indonesia bermain, meski meraih kemenangan, permainannya belum memiliki karakteristik, dimana permainan Indonesia masih bertahan dan tidak menyerang.
Indonesia hanya mengandalkan serangan balik saja. Indonesia belum memikiki karakteristik dimana apakah tim nya lebih menyerang atai bertahan atau mendominasi seluruh lapangan.
Jika ingin di segani makan harus mendominasi dan menyerang, meski lawannya lemah, Indonesia harus terus menyerang dan jangan melemahkan sedikit pun, meski hasil kemenangannya nanti besar dan di bilang tidak menghargai lawannya, jangan pernah merasa bahwa itu benar benar salah, pasalnya ini masalah harga diri sepak bola Indonesia dan harus menunjukan wibawanya.
__ADS_1
Tersisa 1 pertandingan lagi untuk menyelesaikan fase grup, dimana apakah Indonesia bisa menjadi juara grup atau runner up. Jika Indonesia bisa menjuarai piala AFF kali ini, mereka bisa bermain untuk piala Asia nantinya. Namun mengingat Thailand dan Malaysia yang berada di Grup A juga sangat bagus.
....
Ness yang berada jauh di Belanda, sekarang sendirian sejak kepergian Zain dan Fathur ke Indonesia, biasanya dirinya di temani keduanya mengobrol dan bermain setelah keduanya selesai latihan.
Ness merasa bahwa hidupnya benar benar membosankan.
...
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan sudah memasuki bulan Mei, dimana liga akan berakhir di bulan Mei.
Melihat ke belakang, Ness mau tak mau bertanya apakah dirinya benar benar perlu mencari kesibukan lain selain sebagai seorang agen.
Ness menghabiskan waktu berbulan bulan dengan hanya tiduran di rumahnya dan kadang kadang keluar untuk sekedar berjalan jalan menghirup udara segar.
Mungkin juga ada beberapa peekerjaan yang harus di urusnya waktu itu, yaitu, dirinya kembali Rennes karena dirinya melihat berita bahwa Jamil sedang tidak baik baik saja.
Ness mau tak mau langsung pergi kesana, dia tidak menyangka bahwa Jamil akan begitu cepat berulah padahal baru saja mendapatkan semuanya itu.
Untung saja, Jefri tidak bersikap sama dan lebih mendengar Ness dan menurutinya, jadi Ness sedikit lebih lega.
Dia tidak bisa membaayangkan, bagaimana jika keduanya bersikap seperti itu.
Ness yang kembali ke Rennes waktu itu menanyakan keadaan sebenarnya pada Jamil, namun Jamil seperti tidak mengenal Ness dan malah menjawab asal asalan.
Jefri yang berada di samping Ness juga marah dan hampir memukulnya namun di tahan oleh Ness.
Jamil kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak memerlukan Ness sebagai agen karena dirinya bisa sendiri.
Ness waktu itu bingung kenapa Jamil mengatakan itu. Setelah beberapa kata, akhirnya Ness mengalah dan membiarkan Jamil tenang dulu.
Namun hanya beberapa hari saja, Jefri memberi tahu Ness bahwa ada seseorang lelaki berwajah asing datang ke rumah Jamil.
__ADS_1
Jefri juga langsung mengirimkan sebuah photo pada Ness, disaat itu sia juga tidak lupa memootrer lelaki itu.
Ness yang melihat photo pria itu mengerutkan kening, dirinya tidak mengetahui siapa lelaki ini.
Akhirnya setelah di selidiki lebih lanjut dan lebih dalam, Ness tahu bahwa lelaki itu seorang agen sepak bola juga dan sedang mengincar Jamil untuk di jadikan pemain di bawah panjinya.
Awalnya, Ness akan langsung bertindak namun kemudian menemukan bahwa agen itu adalah seorang agen yang baru saja mendapatkan lisensinya dan belum mempunyai pemain dan mungkin berharap mendapatkan akses pada Jamil yang masih muda namun sudah menjadi bagian penting tim.
Setelah di biarkan berhari hari, Jamil juga memanggil Ness dan mengatakan kebenarannya.
Jamil mengatakan bahwa dirinya di jebak oleh seseorang untuk mengikuti acara di sebuah club malam, Ness yang mendengarnya mengernyitkan kening.
Menurut Ness, siapa yang akan mengundang seorang pemain ke acara pesta namun tidak saling mengenal.
Namun Ness mendengarnya lebih lanjut lagi dan tidak memotongnya.
Jamil pada awalnya sedang mencari makan malam sendiri karena Jefri tidak mau menemaninya, kemudian Jamil makan di sebuah cafe dan ada seorang gadis yang datang dan mengajaknya mengobrol.
Setelah beberapa patah kata, gadis itu juga mengatakan bahwa dirinya dan teman temannya merupakan fans Jamil dan ingin meminta tanda tangan dan photo, namun kebetulan juga ada sebuah acara jadi gadis itu membawa Jamil ke acara itu, dimana tempatnya adalah club malam.
Jamil awalnya akan segera pergi, namun para gadis di sana langsung membawamya lebih dalam dan memberikan minuman minuman.
Dan itulah yang terjadi.
Segera Ness berbicara dan menanyakan kenapa Jamil mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan Ness sebagai agen.
Jamil kemudian meminta maaf karena emosi akhir akhir ini dan juga menjelaskan keadaannya.
Dia juga sering di datangi oleh agen asing yang mengajaknya bergabung dan menjadi pemainnya namun terus menolak karena sudah memiliki agen.
Ness bertanya apakah agen asing itu pernah menemuinya sebelum Jamil kejadian di club malam. Jamil mengatakan bahwa agen itu datang hampir setiap hari sebelumnya namun terus di tolak oleh Jamil, dan Jamil juga tidak memperhatikannya.
Ness yang mendengar itu segera mengerti keeadaan semuanya saat itu.
__ADS_1