Great Broker

Great Broker
Kartu pemain


__ADS_3

Akhir dari pembicaraan itu adalah Ness berhasil menandatangani Jefri. Ness juga menjelaskan dirinya akan mengambil 8% dari jumlah kontrak yang ada termasuk sponsor.


Sebelum pergi, seperti biasa, Ness meminta untuk bersiap selama 7 hari sebelum keberangkatannya.


Setelah pergi, Ness mencari rumah makan untuk makan siang.


43 menit kemudian, setelah selesai makan, Ness langsung kembali ke hotelnya.


Ia akan menerima hadiah karena sudah berhasil menandatangani pemainnya itu.


2x kartu pemain tingkat perunggu, 2x kartu pemain tingkat perak dan 80 poin.


Ness menghitung jumlah poin yang di punya nya menjadi 380 poin, dimana ini bisa digunakan untuk membeli kartu pemain tingkat emas 1x, namun Ness tidak akan membelinya.


380 poin bisa di gunakan juga untuk membeli kartu pramuka tingkat atas 1x, namun butuh 20 poin lagi untuk membeli kartu pramuka tingkat lanjut.


Ness akan lebih baik menunggu sampai 400, namun untuk 500 poin, ini harus bersabar.


Segera, Ness memasuki layar virtual dengan fitur pembukaan kartu pemain.


Dia memilih membuka hadiah karena pemain pemainnya sudah ditanda tangani dan ia juga berharap mendapatkan pemain dengan posisi yang sesuai supaya bisa digunakan langsung.


Setelah memasuki fitur itu, Ness menggunakan kartu pemain tingkat perunggu terlebih dulu.


Segera, adegan yang sangat sangat membosankan terjadi.


Tak lama,


Nama : Paul Aguilar ( 29 tahun )


Posisi : RB


OVR : 70


Skill : Long throw in, Long passer


Mental : 75


Pace : 66


Shooting : 63


Passing : 66


Dribble : 66


Defending : 66


Physic : 73


Penggunaan kaki : Kanan


Kaki kanan : 3 bintang


Kaki kiri : 3 bintang


Kartu pemain tinfkat perunggu yang di buka kali ini sangat normal, hanya saja yang tidak normal adalah posisi nya sesuai dengan yang di butuhkan.


Menurutnya, ini hanyalah keberuntungannya saja.


Segera, kartu pemain tingkat perunggu yang ke dua di buka juga.


Pemain muncul dan,


Nama : Andrea Rispoli ( 26 tahun )


Posisi : RB


OVR : 70


Skill : Long throw in

__ADS_1


Mental : 67


Pace : 74


Shooting : 64


Passing : 65


Dribble : 67


Defending : 65


Physic : 73


Penggunaan kaki : Kanan


Kaki kanan : 3 bintang


Kaki kiri : 3 bintang


Melihat pemain dengan posisi RB lagi, Ness tertegun. Menurutnya tadi adalah keberuntungan, tapi sekarang apaa?


Ness menyimpulkan bahwa ini keberuntungan keduanya.


Meskipun masih bertanya tanya, tapi Ness sangat berterima kasih karena dirinya sangat membutuhkan pemain dengan posisi RB.


Kartu pemain dengan tingkat perunggu sudah digunakan semuanya. Kartu pemain tingkat perak belum dibuka.


"Apakah tuan rumah akan membuka kartu pemain tingkat perak?"


"Buka!!"


Membuka semuanya sekaligus, Ness tidak khawatir dirinya akan kekurangan kedepannya. Karena ketika semua pemain sudah bermain, dia juga akan mempunyai hadiah lagi.


Segera.


Pemain muncul dan,


Nama : Christhopher Trimmel ( 28 tahun )


Posisi : RB


Skill : Long throw in


Mental : 78


Pace : 71


Shooting : 65


Passing : 73


Dribble : 68


Defending : 74


Physic : 80


Penggunaan kaki : Kanan


Kaki kanan : 3 bintang


Kaki kiri : 3 bintang


Ketika pemain dengan posisi RB muncul lagi, Ness senang sekali, namun ia masih bertanya tanya kenapa. Apakah keberuntungan lagi? Kalau begitu keberuntungannya di masa depan akan habis dan dirinya akan sial.


Setelah beberapa saat berpikir, suara sistem terdengar.


"Menjelaskan kepada tuan rumah, di saat tuan rumah mempunai pemain yang ditanda tangani tapi tidak mempunyai kartu pemain yang sesuai, sistem akan mencocokan hadiah pemainnya dengan posisi yang sesuai. Jika tuan rumah membuka di saat tuan rumah tidak membutuhkan maka pemain yang muncul akan berposisi acak."


"Pengingat : Ini merupakan rahasia sistem. Semoga tuan rumah tidak terlalu kelewatan kedepannya dan membiasakan dengan cara seperti ini."

__ADS_1


Ness akhirnya mengerti kenapa bisa begini. Setelah mendengarkan semuanya, Ness awalnya berniat menabung kartu pemain sampai banyak setelah itu dia akan menandatangani pemain supaya kartu kartu pemain yang di buka cocok dengan pemain yang sudah di tanda tangani.


Namun akhirnya harapan itu pupus juga karena sistem mengingatkan bahwa itu rahasianya, dan jika sekali lagi begitu, Ness juga tidak tahu apa yang akan terjadi.


Tersisa kartu pemain tingkat perak terakhir, Ness langsung membukanya.


Segera.


Pemain muncul dan,


Nama : Konstantinus Fortounis ( 22 tahun )


Posisi : LW, RW


OVR : 79


Skill : Technical dribble


Mental : 65


Pace : 74


Shooting : 77


Passing : 79


Dribble : 80


Defending : 43


Physic : 65


Penggunaan kaki : Kanan


Kaki kanan : 5 bintang


Kaki kiri : 3 bintang


Pemain yang muncul kali ini berbeda posisinya, Ness mungkin berpikir bahwa beberapa pemain itu juga sudah cukup meningkatkan pemainnya makanya sistem tidak memberikan pemain dengan posisi yang sesuai lagi.


Ness melihat pemain yang tidak dikenalnya namun Ness di buat kagum dengan pemain ini. Meskipun hanya mempunyai 1 skill dan tidak ada karakteristik, tapi dari segi atribut lainnya sangat bagus untuk OVR 79, ini sangat merata.


Ness juga tahu dari sistem bahwa selain dari 7 atribut ini, ada atribut lainnya yang akan mempengaruhi rating pemain itu, ketika menanyakannya sistem hanya menjawab bahwa Ness tidak bisa melihatnya.


Hanya bisa menghela nafas saja saat itu dan tidak bisa apa apa.


Memikirkan pemain di depannya, melihat ke arah penggunaan kaki dimana kaki kanannya mencapai 5 bintang. Ini merupakan hadiah yang sangat bagus. Namun mengingat bahwa posisi pemain ini LW dan RW, tidak ada pemain yang di posisi ini kecuali Zain.


Tapi, jika di gunakan untuk Zain, kartu pemain ini tidak akan berguna dan tidak akan menambahkan stat atribut apapun.


Kondisi Zain dimana lebih tinggi dari pemain ini.


Jadi Ness hanya bisa menunggu saja dan berharap nanti pemainnya akan muncul dengan posisi yang sesuai.


....


Selesai membuka semua hadiahnya, Ness rebahan di kasur hotel.


Dia bingung.


7 hari sebelum keberangkatan lagi ke Eropanya. Dia tidak tau harus melakukan apa selama sisa hari ini.


Dia membuka handphonenya dan membuka aplikasi instagram dan mencari cari apa yang ada di dalamnya.


Kemudian, dia berhenti menyecroll handphonenya. Ia tersenyum melihat apa yang dilihatnya.


Di sana terdapat suatu postingan dimana ada foto Zain dan Fathur berdua sedang membawa bola, namun di captionnya ada tulisan.


"FC Emmen dan Az Alkmar tertarik untuk mendatangkan ke dua talenta muda Sparta Rotterdam asal Indonesia."


"Mereka siap menanggung biaya pembatalan kontrak agar bisa mendatangkan talenta muda itu."

__ADS_1


Ness tersenyum melihat ini dan mau tak mau ia tertawa, akhirnya rumor ini muncul juga. Pasalnya Ness menunggu kemunculan rumor supaya para pemainnya mempunyai reputasi yang lebih tinggi dan luas lagi.


Meskipun akan pindah atau tidaknya itu tidak mungkin, karena kedua tim itu juga tidak menghubungi Ness sekalipun.


__ADS_2