
Ortuseight berani membayar berapapun asalkan kedua pemain Ness bersedia menjadi Brand Ambassador.
Meski ini ada keuntungan dan kerugiannya, namun mengingat bahwa Ortuseight di masa depan akan sangat banyak dikenal dengan kualitasnya yang bagus, Ness harus memikirkannya terlebih dulu.
“Apakah Tuan Arif di Jakarta?”
“Iya saya di Jakarta. Ada apa Tuan Ness?”
“Lebih baik membicarakannya langsung saja, kebetulan saya sedang berada di Indonesia, jadi mari kita bertemu dan obrolkan secara lebih serius.”
Setelah mengatakan itu, keduanya setuju dan memilih bertemu saat makan siang nanti. Ness langsung menghubungi Zain dan Fathur, mengatakan bahwa ada sponsor yang akan menjadikan keduanya Brand Ambassador.
Mereka juga menanyakan produk apa, Ness menjelaskan semua tentang Ortuseight ini dan tidak menutupinya. Ness menjelaskan bahwa dirinya akan mendapatkan kontrak yang baik supaya keduanya nyaman bekerja sama dengan Ortuseight.
Setelah memahami pemikiran Ness, keduanya setuju dan berterima kasih kepada Ness.
Raline yang berada di samping Ness mendengar pembicaraannya Ness dengan Arif barusan, ia juga baru mengetahui bahwa pemain bola bisa mendapatkan sponsor. Nyatanya Raline tidak terlalu akrab dengan sepak bola.
Ia menanyakan apakah pemain juga bisa mendapatkan sponsor seperti klub dan lain sebagainya, Ness menjelaskan dengan senang hati.
Mengerti akan penjelasan Ness, Raline tidak bertanya lagi. Ness kemudian melihat jam di tangannya sudah pukul setengah 9 pagi, ia juga menanyakan kenapa Raline tidak bekerja. Ia menjawab bahwa dirinya bos jadi bebas.
Ia juga mengatakan ingin ikut menemani Ness nanti siang, Ness terdiam dan tidak menjaawab. Wanita ini terlalu agresif pikir Ness.
…
Siang harinya pukul 1 siang, Ness datang ke café yang sudah di setujui oleh Ness dan Arif pendiri Ortuseight itu. Ketika datang, Ness mencari cari dimana, namun tak lama pihak lain menghampirinya dan menunjukan tempat duduknya.
__ADS_1
Sesaat setelah duduk, pelayan datang dan menanyakan pesanannya. Setelah memesan semuanya menjadi hening.
Arif yang berada di kursi sebrang melihat Ness datang dengan seorang wanita, ia merasa familiar dengan wajah wanita di depannya ini. Ia kemudian mengingatnya tak lama setelah mencoba mengingat ngingat pikirannya itu.
Raline Audrey!
Pengusaha wanita yang sudah memulai perusahaannya setelah lulus kuliah, mempunyai latar belakang yang hebat. Arif mau tak mau menjadi terkejut karena Ness datang dengan wanita yang sangat hebat. Namun Ness tidak tau apa yang dipikirkan pihak lain.
Ia segera membuka obrolan.
“Jadi Tuan Arif berniat menjadikan kedua pemain saya Brand Ambassador Ortuseight benar?”
“Benar Tuan Ness.”
“Jujur saja, meski kedua pemain saya masih muda dan masih merintis karirnya di Eropa, mereka berbeda dengan pemain pemain yang ada di Indonesia, termasuk pemain senior. Mereka berdua memiliki kualitas yang sangat bagus, potensi yang sangat tinggi dan akan terus bermain di Eropa.”
Setelah mengatakan itu Ness diam, karena pengenalannya dirasa sudah cukup.
Dia kemudian tersenyum memikirkan perkembangann perusahaannya. Ness juga tahu apa yang akan dikatakan pihak lain, jadi dia sedikit menambahkan.
“Sekarang saya akan mengatakan kondisi yang mungkin ini banyak diketahui orang, namun mereka mungkin tidak akan mengerti akan hal ini. Saya juga akan membocorkan sedikit rahasia kepada anda supaya anda lebih berpikir terbuka dan berpikir jauh.”
Ness inginn bekerja sama jangka panjang karena Ortuseight akan mendominasi di masa depan. Banyak orang pindah ke Ortuseight di masa depan, jika pemainnya menjadi Brand Ambassador pertama, nilai jual untuk sponsor lainnya akan sangat naik dan mahal.
“Kedua pemain saya ini sekarang sudah menjadi andalan bagi tim, dan sekarang sedang berada di klasemen ke 3, dan mungkin bisa tetap berada di posisi ke 3 atau bahkan naik. Jika dipikir pikir lagi, mereka akan bermain di puncak Eropa, dimana kejuaraan UEL dan UCL. Jika mereka bermain disana, akan banyak orang yang menonton dan penasaran dengan produk yang di pakai kedua pemain saya nantinya. Saya juga mengatakan bahwa kontrak pemain saya di klub sana hanya 3 tahun, mungkin jika ada kllub yang berani membayar pinalti, mereka dimungkinkan pindah ke klub yang lebih besar, nantinya pasar Ortuseight juga akan semakin luas.”
Ness memberi sedikit arahan, meskipun Ness tahu bahwa pihak lain mengerti namun dia harus tetap menambahkan bumbu supaya lebih sedap lagi.
__ADS_1
Setelah mendengarkan penjelasan Ness yang semakin rinci, Arif mau tak mau menjadi gemetar memikirkan kenaikan perusahaannya itu.
“Baiklah Tuan Ness, saya sudah memikirkannya dengan matang. Saya yakin untuk menjadikan kedua pemain anda Brand Ambassador dan mendukung sepenuhnya. Dan mungkin setelah di perkenalkan pasar di Indonesia juga akan langsung naik, jadi saya tidak akan rugi.”
Ness mendengarnya tersenyum.
Lalu Ness mengatakan bagaimana kontraknya, kemudian Arif mengeluarkan berkas yang dia buat mendadak.
Ness melihatnya dengan serius.
Disana tertulis masa kontrak 5 tahun, untuk masa percobaan marketing. DImana Ortuseight ingin tahu seberapa besar pengaruh dari Brand Ambassador ini untuk meningkatkan penjualannya.
1 postingan di akun media sosial menggunakan brand Ortuseight akan mendapatkan biaya sekitar 25 juta rupiah.
Menghadiri acara penting menggunakan brand Ortuseight akan mendapatkan biaya sekitar 30 juta rupiah.
Kedua hal di atas hanyalah syarat bonus saja.
Ness kemudian membalikan lembaran kontrak itu dan melihat gaji nya, disana di tulis bahwa Ortuseight memilih pembayaran gaji perbulan dan tidak pertahun.
Gaji nya adalah 45 juta per bulan, jika pemain ini
mampu mendatangkan pasar yang besar maka gaji akan mengalami kenaikan sebesar 15%.
Setelah melihat lihat, Ness mengangguk anggukan kepalanya.
“Tuan Arif, jika di kontrak di tuliskan bahwa masa kontrak adalah 5 tahun untuk masa percobaan marketing, maka lebih baik kita kurangi terlebih dulu masa kontraknya menjadi 3 tahun. Namun jika anda tidak setuju dengan pengurangan masa kontrak, maka lebih baik kita naikkan biaya gaji dan persenan ketika pemain saya mampu mendatangkan pasar yang besar.”
__ADS_1
Arif yang berada di depan Ness dan mendengar perkataan Ness menjadi cemberut, ia sudah menganalisis semuanya bahwa persyaratan ini bagus dan cukup. Namun pihak lain masih tidak puas.
“Baiklah, jika Tuan Arif masih ragu, maka saya akan perjelas bahwa pemain saya di gaji 5000 euro per minggu di klubnya, dimana sekitar 75 juta seminggu. Disini kita sudah tau bahwa pemain saya memiliki nilai yang besar. Saya setuju dengan anda karena menurut saya perusahaan anda memiliki prospek yang bagus kedepannya.”