Great Broker

Great Broker
Sepak bola, cinta, Indonesia


__ADS_3

Keadaan menjadi seperti semula setelah panggilan terputus, Ness juga teringat bahwa dirinya tadi akan membuka kartu pramuka.


Dia berharap semoga tidak ada gangguan apa apa lagi, jika ada Ness benar benar merasa bahwa pemain yang akan muncul mungkin akan merepotkan, bukan hanya merepotkan musuhnya nanti di pertandingan tapi yang paling mungkin adalah merepotkan Ness dengan segala urusannya.


Segera Ness membuka layar virtual dan memasuki fitur pembukaan kartu pramuka.


Disana terdapat kartu pramuka tingkat lanjut yang belum terbuka, Ness kemudian mengkliknya dan suara sistem terdengar menanyakan apakah benar akan membukanya.


Ness tidak butuh pemikiran apa apa lagi dan langsung menjawab untuk segera membukanya.


Segera.


Peta dunia muncul, dimana adegan yang sudah lama tidam terlihat muncul kembali.


Pesawat yang berperan sebagai penunjuk juga muncul dan mulai bergerak menuju zona Asia dan menuju ke Indonesia dengan cepat.


Setelah pesawat yang berperan sebagai penujuk sampai di Indonesia, itu langsung menuju ke kota Sleman yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.


Tak lama setelah sampai di kota Sleman, pesawat yang berperan sebagai penunjuk berhenti dan langsung muncul seorang pemain dengan profilnya.


Nama : Bima Athallah


Posisi : RW


OVR : 56


Potensi : 90


Kelahiran : Yogyakarta, 12 Maret 1999 ( 18 tahun )


Tinggi badan : 1, 77 meter


Skill : Finesse Shoot


Mental : 56


Pace : 63


Shooting : 49


Passing : 47


Dribble : 59

__ADS_1


Physic : 48


Def : 29


Pengguna kaki : Kiri


Kaki kiri : 3 bintang


Kaki kanan : 2 bintang


Ness melihat profil pemainnya muncul dan melihat dengan seksama, dia ingin melihat bagaimana atribut pemainnya itu.


Setelah selesai melihatnya, Ness terdiam tertegun.


Namun dalam hatinya dia sangat gembira, sangat sangat gembira.


Ness sangat gembira karena mendapatkan pemain dengan potensi 90.


Potensi 90.


Dimana dengan potensi ini, dia sudah bisa di sejajarkan dengan para pemain bintang seperti Neymar dan Mbappe nantinya.


Kerika pertama, Ness membuka kartu pramuka tingkat lanjut mendapatkan Zain dengan potensi 87, dimana potensi 87 dari kartu pramuka tingkat lanjut adalah batas awal dari kartu pramuka tingkat lanjut.


Kartu pramuka tingkat lanjut memiliki potensi dari 85 - 91.


Dia ingin mengirim ke tim dimana tim itu berada di zona UEL atau UCL supaya perkembangannya dann pengalamannya sangat kaya.


Kenapa Zain yang memiliki potensi 87 tidak begitu? Karena bisa di bilang Zain juga sebagai titik awal dimana Ness membangun momentum agar kedepannya para pemain Indonesia bisa lebih dikenal dan harus merintis dari tim yang relatif lebih kecil.


Ness melihat bahwa pemain ini memiliki OVR lebih tinggi dari Zain juga dan langsung memiliki skill.


Pemain winger kanan namun dengan tendangan kaki kiri, mungkinkah seperti Messi, yang akan lebih mengandalkan tendangan melengkung.


Apalagi mengingat bahwa skill nya sesuai dengan keadaannya dan posisinya sekarang.


Ness sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, dia benar benar bahagia.


Dia juga melihat bahwa atribut atribut nya sama seperti ketika dirinya mendapatkan Zain namun lebih tinggi dari Zain.


Profil pemuda telah dilihat olehnya, Ness juga melihat wajah pemuda ini dimana dari raut wajahnya terlihat seperti orang pendiam.


Namun tidak tahu pastinya bagaimana.

__ADS_1


Bima Athallah merupakan pemain dengan potensi paling tinggi yang dimiliki Ness saat ini.


Meski begitu, Ness juga belum tahu apa yang akan diberikan sistem ketika musim sudah selesai nanti. Apakah sistemnya akan memberikan kartu pramuka tingkat lanjut, atas, menengah, atau awal.


Ness hanya bisa berharap bahwa dirinya tidak mendapatkan kartu pramuka tingkat awal dan menengah hanya ingin kartu pramuka tingkat atas dan lanjut saja.


Setelah membukanya, Ness juga segera menutup layar virtualnya dan kembali ke kenyataan.


Tidak tau apa lagi yang harus di lakukan setelah menyelesaikan semuanya.


Ness berbaring di kasurnya dan menonton tv.


...


4 hari kemudian, tepat 1 hari setelah pertandingan Sparta Rotterdam, dimana Sparta Rotterdam hanya berhasil meraih hasil imbang, namun meski begitu Sparta Rotterdam tetap berada dalam posisi ke 3 dan perbedaan poin dengan posisi ke 4 adalah 4 poin, dimana jika Sparta Rotterdam kalah di pertandingan terakhir juga, Sparta Rotterdam pasti tetap berada di posisi ke 3.


Ness kemarin melihat lihat table top skor dan top assist.


Menemukan bahwa Zain berada di posisi ke 3 dalam urutan pencetak gol terbanyak setelah diisi oleh penyerang PSV di urutan pertama dan winger Ajax yang berada di urutan ke dua.


Dimana posisi pertama memiliki torehan gol sebanyak 27 gol, dan pososi ke dua memiliki torehan gol sebanyak 25. Dimana winger Ajax masih memiliki kesempatan untuk memenangkan golden boot liga Eredivisie Belanda.


Pemain Ness yang adalah Zain sendiri hanya mengoleksi 21 gol dan berada di urutan ke 3, sedangkan urutan ke 4 memiliki torehan gol 20 gol, Jika Zain tidak ingin tersusul dirinya harus mencetak gol lagi, apalagi mengingat bahwa posisi ke 4 merupakan seorang pemain dengan posisi penyerang.


Setelah melihat table top skor, Ness juga menemukan bahwa table top skor ada juga Fathur yang mengisi urutan kedua, namun perbandingan selisihnya satu sama lain saling berdekatan.


Dimana posisi pertama memiliki 18 assist, posisi kedua 17 assist, posisi ketiga 15 assist, posisi keempat memiliki 15 assist juga.


Ness melihat itu senang dan tidak bisa menahan kegembiraan hanya butuh 2 assit dan bisa.memenangkan penghargaan sebagai pemain dengan top assist.


Ness hanya bisa berharap bahwa Fathur bisa memenangkan penghargaan top assist liga eredivisie.


Sebenarnya ada 1 yang sangat di sayangkan Ness, yaitu kedua pemainnya belum masuk dalam nominasi Golden Boy Award, mungkin karena pemainnya tidak bermain di kejuaraan UEL atau UCL sehingga tidak terlalu menarik perhatian.


Mungkin musim depan keduanya akan bersinar di panggung besar, dimana klub klub top eropa bertanding.


Stade Rennais atau Rennes yang di isi oleh kedua pemainnya itu, sekarang juga berada di posisi ke 6, dimana jika bisa mempertahankannya, mereka bisa bermain di UEL sama seperti Sparta Rotterdam.


Ness tidak membayangkan bagaimana ke dua pemainnya bermain di panggung yang lebih besar dan bagaimana bangganya orang orang Indonesia melihat bahwa pemuda pemuda asal Indonesia mampu bermain di panggung besar sepak bola Eropa.


Ness sangat menantikan itu.


Meski Ness orang yang dingin, namun jika ada kaitannya dengan sepak bola dan Indonesia, darah nya mendidih, tubuhnya gemetar, matanya pasti akan sedikit memerah.

__ADS_1


Mungkin karena saking cintanya pada Indonesia dan sepak bola, dia benar benar ingin mengubah sepak bola Indonesia.


Mungkin tidak cepat atau tidak lambat juga, karena meski para pemain muda Indonesia sudah bermain di Eropa, tetap saja dalamnya juga harus di perbaiki dulu supaya kedepannya akan lebih baik lagi dan tidak akan mengalami penurunann lagi di masa depan, jadi jika ingin mengubah semuanya, Ness juga harus memiliki orang dalam untuk membantunya.


__ADS_2