Great Broker

Great Broker
Hadiah


__ADS_3

Ness membuka lagi kartu pemain tingkat perunggunya yang sisa 1.


Segera adegan dimana yang sangat familiar muncul lagi.


Nama : Colin Kazim - Richards ( 28 tahun )


Posisi : ST


OVR : 68


Karakteristik : Strength


Mental : 78


Pace : 52


Shooting : 71


Passing : 66


Dribble : 62


Defending : 34


Physic : 78


Pengunaan kaki : Kanan


Kaki kanan : 3 bintang


Kaki kiri : 1 bintang


Ness tidak mengenal pemain ini ketika profil pemain ini muncul. Dia tidak menyangkanya pemain ini hanya menggunakan kekuatan kaki kanannya saja untuk bermain bola, dia tidak bisa memikirkan bagaimana keseimbangan tubuhnya itu.


Namun Ness tidak peduli, yang terpenting bagi dirinya adalah dia memiliki kartu pemain yang cukup untuk di gunakan sebagai fusi dan menjadi pertumbuhan untuk pemainnya yang sudah ditanda tangani.


Setelah membuka kartu pemain terakhir dari tingkat perunggu, Ness membuka lagi kartu pemain tingkat perak yang terakhir.


Ini merupakan kartu pemain terakhir yang dimiliki Ness.


Segera.


Nama : Stefano Okaka ( 25 tahun )


Posisi : ST


Skill : Power Header


Karakteristik : Strength


Mental : 75


Pace : 63


Shooting : 75


Passing : 60


Dribble : 70


Defending : 30


Physic : 82


Penggunaan kaki : Kanan


Kaki kanan : 3 bintang


Kaki kiri : 3 bintang


Ness melihat profil pemain ini, mau tak mau tersenyum, ia bisa melihat pemain ini sangat berkualitas. Meskipun rating nya 76 namun ia memiliki karakteristik dan skill yang bersamaan ditambah atribut physicnya.


Ini tipe penyerang yang kuat.


Setelah melihat semua kartu pemainnya, Ness menemukan bahwa banyak sekali pemain dengan posisi penyerang.

__ADS_1


Ness hanya bisa berharap dirinya mendapatkan penyerang ketika nantinya kartu pramuka di buka.


Setelah membuka semuanya, Ness melihat jam di tangannya yang masih di pakai.


Ia menemukan itu sudah pukul 2 malam lebih, ia terkejut.


Ness tidak ingat bahwa dirinya melanjutkan aktivitasnya setelah menerima hadiah dan tidak memilih untuk tidur.


Segera Ness merasa marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengingat waktu.


Ness pun segera kembali kekamar dan menarik selimutnya untuk tidur.


....


Keesokan paginya.


Ness sudah sarapan dan sudah mandi. Dia berencana akan menemui pemainnya, namun sebelum itu, ia harus membuka kartu pramuka nya terlebih dulu.


Segera Ness yang duduk di sofa membuka kartu pramukanya yang berada di fitur pembukaan kartu pramuka.


Pembukaan kartu pramuka pertama, Ness memilih untuk menggunakan kartu pramuka dengan tingkat atas terlebih dulu.


Segera, setelah sistem meyakinkan Ness, adegan yang sudah lama tidak dilihat kembali muncul.


Adegan itu menunjukan sebuah peta dunia dengan pesawat.


Dan segera pesawat itu meluncur dengan cepat menuju arah Indonesia, dimana Indonesia berada di Asia.


Setelah sampai di Indonesia, pesawat yang berperan sebagai penunjuk juga meluncur lagi ke arah Jakarta.


Segera profil pemain muncul di depan Ness.


Nama : Jamil Iskandar


Posisi : ST


OVR : 45


Potensi : 84


Tinggi badan : 1, 82 meter


Mental : 51


Pace : 40


Shooting : 53


Passing : 42


Dribble : 42


Physic : 42


Def : 33


Pengguna kaki : Kiri


Kaki kanan : 2 bintang


Kaki kiri : 2 bintang


Setelah melihat profil pemain ini, Ness tersenyum. Akhirnya yang dia tunggu tunggu keluar juga. Ia tidak berharap bahwa pemain yang muncul akan berposisi sebagai penyerang, ini sesuai dengan kartu pemain yang dimilikinya.


Hanya saja Ness bingung bagaimana ketika pemain kedua nanti muncul, dimana kartu pramuka tingkat menengah.


Ia tidak memiliki kartu pemain lagi.


Ness berpikir apakah dirinya harus membeli di mall, namun segera dia menyingkirkan pemikirannya itu. Membeli di mall hanya akan menambah 1 dan tidak akan cukup.


Ketika Ness bingung, suara sistem terdengar di pikirannya.


"Tugas pemicu : Mencari pacar atau pasangan hidup, hadiah tidak di ketahui."


Ketika suara itu muncul, Ness terkejut.

__ADS_1


Dia kemudian berpikir sedikit, kemudian dia memikirkan ide jahat namun segera sistem mengingatkannya.


Sistem tidak menerima Ness melakukan pembodohan, dimana ide jahat Ness adalah menyewa pacar sewaan agar berhasil menyelesaikan tugas, namun baru saja berpikir dan tersenyum ketika memikirkannya.


Sistem langsung mengingatkannya bahwa itu tidak akan berhasil.


Ness kemudian berpikir dimana dia harus mendapatkan pacar, berpacaran itu tidak akan mudah 1 hari bertemu dan langsung berpacaran.


Ness pusing memikirkan tugas pemicu ini, namun mengingat hadiah yang tidak diketahui, ia sangat penasaran.


Ia juga masih menebak bahwa di dalamnya ada katu pemain dimana dia sangat membutuhkannya.


Tapi ketika memikirkannya lagi ia tambah pusing.


Dia berteriak di dalam kamar hotelnya.


Segera Ness memilih mengabaikannya dan mulai memilih untuk menggunakan kartu pramuka tingkat menengahnya.


Segera adegan yang sama seperti tadi terulang lagi.


Pesawat itu mengarah ke arah Jakarta lagi.


Tak lama profil pemain muncul di depan Ness.


Nama : Jefri Pratama


Posisi : RB


OVR : 50


Potensi : 80


Kelahiran : Jakarta, 16 Agustus 1999 (18 tahun)


Tinggi badan : 1, 73meter


Mental : 52


Pace : 51


Shooting : 38


Passing : 48


Dribble : 50


Physic : 43


Def : 46


Pengguna kaki : Kanan


Kaki kanan : 2 bintang


Kaki kiri : 2 bintang


Setelah profil pemain ini muncul, Ness melihatnya dengan teliti, setelah melihatnya, Ness tersenyum lega.


Dia lega karena pemain ini memiliki rating yang tinggi namun dengan potensi yang cukup bagi dirinya berkarir do Eropa. Tapi jika pemain ini ingin segera bermain di Eropa, Ness membutuhkan kartu pemain terlebih dulu.


Ness melihat atribut atribut pemain ini dan mau tak mau berseru. Atributnya sangat bagus sesuai dengan rating yang dimilikinya.


Dilihat dari semua ini, Ness bisa menyimpulkan bahwa pemain ini bekerja keras untuk meningkatkan dirinya, bagaimanapun dia hanya memiliki potensi 80 tapi memiliki rating yang leboih tinggi dibanding pemainnya yang sudah ditandanganinya.


Ketika Fathur Hamdi belum di tanda tangani, ia hanya memilimi OVR 44 dengan potensi yang tinggi, dan barusan Jamil Iskandar memiliki OVR 45 dengan potensi yang hampir sama dengan Fathur.


Ness kemudian mengingat OVR Zain ketika belum di tanda tanganinya adalah 51 dengan potensi yang sangat tinggi untuk orang Indonesia, dimana potensinya adalah 87.


Dan ketika Ness membandingkan dengan pemain ini, dia kagum dengan pemaiin ini.


Namun Ness tidak tau apakah sikap dan sifat pemain pemain yang dia buka hari ini akan sama seperti pemain pemain sebelumnya atau tidak, dimana mereka sangat menurut dengan perkataan Ness yang membuat Ness senang dan menjaga mereka dengan baik.


Ia hanya takut bahwa sifat pemain ini sombong karena sudah merasa sangat hebat.


Segera, Ness menutup layar virtual dan berdiri, ia mendekat jendelanya yang sudah terbuka, ia memandangi kota Jakarta.

__ADS_1


Ia juga sekarang berada di Jakarta dan sangat beruntung tidak usah bepergian jauh jauh lagi seperti sebelumnya.


__ADS_2