Great Broker

Great Broker
Game Internal


__ADS_3

Keesokan harinya, Ness datang ke tempat latihan karena ingin melihat game internal yang di adakan, Ness juga meminta izin kepada pelatih karena dia agennya.


Pelatih juga memberikan izin dan mengobrol beberapa patah kata dengan Ness, mencoba mengenal Ness yang dimana orang yang membawa 2 pemain muda itu.


Ness duduk di tribun dan melihat ke lapangan di mana para pemain utama memakai kaus latihan tim dan tim B nya memakai kaus yang sama namun di lapisi rompi supaya membedakan mana tim mana lawan.


Duduk di tribun sendirian, akhirnya game juga dimulai.


Kedua pemain Ness berada di tim yang memakai rompi.


Ness langsung memperhatikan dengan serius karena ini merupakan akhirnya dari percobaan kedua pemainnya itu.


Permainan di lapangan terus berlanjut dimana tim A atau tim Utama mendominasi seluruh lapangan dan tim B hanya bisa menunggu dan bertahan dengan baik.


Menunggu celah atau menunggu kesalahan yang di buat oleh tim utama.


Bola mengalir dari kiri ke kanan, siklus aliran bola dimainkan di lini tengah terus menerus, karena tim A tidak menemukan celah kosong di pertahanan tim B.


Pelatih menganggukan kepalanya yang mengartikan bahwa konsep formasi pertahanannya sudah cukup baik dan bisa dilihat dengan baik bahwa itu membuahkan hasil.


Tim A terus mengalirkan bola mencoba umpan panjang dan pendek namun mereka masih tetap kesulitan.


Gelandang Tim A mencoba mengalirkan bola ke kanan belakang tim B, dimana Jefri adalah pemain yang menjaga di sebelah sana.


Kemudian, Jefri berlari berdampingan dengan pemain sayap dari tim A meski bisa mengikuti dengan baik namun karena sedikit konfrontasi fisik, Jefri hampir kalah.


Namun Jefri juga tidak mau kalah dan segera melakukan tackling kepada bola yang sudah dekat dan berniat membuangnya ke pinggir lapangan supaya pemain tim A tidak bisa memiliki kesempatan untuk mendapatkan bolanya.

__ADS_1


Segera.


Bola berhasil di tackling oleh Jefri, pemain sayap tim A juga melompat karena tidak menyangka di situasi dan tempat krusial pemain bertahan ini akan melakukan tackling namun tacklingnya sangat rapi dan bagus.


Pemain sayap tim A hanya bisa melirik Jefri dan tersenyum.


Segera lemparan kedalam dilakukan.


Permainan terus berlanjut sampai menit ke 38 dan tim B hanya dapat melancarkan serangan beberapa kali, namun dalam serangan serangan itu ancaman serangannya lebih berbahaya dari tim A karena Jamil yang berposisi sebagai penyerang tengah itu benar benar pintar, dia bisa memanfaatkan situasi dan keadaan setelah menilai sekitarnya.


Dia tidak egois dan selalu memberikan bola kepada rekannya yang kosong.


Jamil menerapkan ucapan Ness ketika sore hari kemarin, bukan menang bukan gol namun penampilan bagus yang membuat pelatih puas. Meski penyerang harus mencetak gol namun tidak selalu asalkan bisa memberikan kontribusi yang baik agar tim bisa menang itu sudah menjadi nilai bagi si penyerang.


Pelatih yang di pinggir lapangan juga melihat permainan Jamil menganggukkan kepalanya, dia kagum bahwa striker muda ini tidak egois dan lebih mementingkan tim.


Di istirahat pelatih mendekati Jamil dan membisikan sesuatu.


Pelatih ingin melihat ketajaman Jamil di babak kedua, jadi tidak masalah jika Jamil tidak mengikuti intruksi seperti babak pertaka tadi.


Tak lama pertandingan babak kedua di mulai lagi, dimana susunan tim masih sama. Mungkin perubahan susunan akan di rubah di game internal besok.


Permainan terus beelanjut di lapangan, meski babak kedua sudah di mulai namun tim A tetap mendominasi seperti babak pertama.


Para pemain di tim B menunggu dengan sabar dan bertahan dengan rapat agar tidak dimanfaatkan oleh tim A dari celah celah kosong nantinya.


Permainan berlanjut menuju menit 60 dan skor masih 0 - 0 namun tim A benar benar mengamuk, penyerang tengah tim A itu membombardir penjaga gawang tim.B, hanya saja serangannya itu tetap masih dalam jangakauannya.

__ADS_1


Serangan paling berbahaya dari penyerang tim A berada pada menit 54, dimana dia mendapatkan umpan silang dari sisi kiri yang dimana penyerang itu memanfaatkan dengan melompat terlebih dulu mendahului pemain belakang tim B yang akhirnya sundulan itu melesat tajam ke arah atas kiri gawang tim B.


Untung saja sundulan tajam itu mengenai siku siku mistar gawang dan bola langsung keluar lapangan.


Pada menit 67, dimana tim A melakukan kesalahan operan di lini tengah, dan dengan cepat di rebut oleh gelandang tim B dan langsung melakukan serangan cepat dimana para pemain sayap tim B sedang sedikit menggantung dan tidak terlalu turun.


Gelandang tim itu langsung melakukan umpan jauh menuju belakang dari para pemain belakang tim A yang dimana para pemain belakang tim A terlalu maju dan memberikan celah kosong disisi lapangan mereka.


Sayap kanan tim B berlari dengan cepat setelah melihat umpan itu, dan segera Jamil juga berlari kedepan mengikuti momentum yang di bangun tim, dia tidak ingin ketinggalan.


Para pemain tim A buru buru turun dan menutup celah celah yang kosong itu, 1 pemain belakang buru buru mengejar pemain sayap kanan tim B itu namun sayang sekali dilewati dengan mudah.


Pemain sayap tim B itu terus menerobos masuk ke barisan pertahanan tim A, namun segera dia menemukan tembok besar di depannya, dimana pemain belakang tim A yang berposisi sebagai Centre Back itu memiliki badan besar dan tinggi.


Pemain sayap tim B merasakan tekanan dari adanya Centre Back itu, segera dia melihat sekitar dan menemukan sisi kosong di pemain sayap lainnya dan langsung melakukan umpan jauh ke sisi yang berlawanan melewati Jamil yang berada di tengah, Jamil segera mencari posisi di dalam kotak penalti menunggu umpan silang dari pemain sayap kiri tim B itu, dan benar saja tidak butuh waktu lama, pemain sayap kiri tim B itu mengerti kondisi Jamil dan langsung melakukan umpan silang yang melengkung dengan indah.


Jamil melihat itu buru buru bergerak mendekati bola supaya tidak di dahului oleh pemain belakang tim A. Jamil melompat dan melakukan sundulan, sundulan tajam ke dekat tiang gawang.


Para pemain belakang yang melihat Jamil bereaksi lebih dulu segera mendekat, namun sayang mereka terlambat, bola sudah meluncur ke arah gawang.


Penjaga gawang tim A melihat posisi nya jauh dari bola segera melompat berharap bisa menepisnya, benar saja keputusannya itu membuahkan hasil, penjaga gawang itu berhasil menepis bola keluar dan menjadi sepak pojok untuk tim B.


Jamil memegangi kepalanya menyesal bahwa dia kurang memanfaatkannya dengan baik.


Namun berbeda dengan pemain tim A, mereka tidak menyangka bahwa pwmain muda ini memiliki ketajaman yang sangat ganas.


Ness yang berada di tribun melakukan hal yang sama dengan Jamil memegangi kepalanya merasa sedikit kecewa dengan hasil sundulan tajam Jamil barusan itu.

__ADS_1


__ADS_2