Great Broker

Great Broker
Hadiah sistem


__ADS_3

1 minggu kemudian telah berlalu,


Musim 2016 / 2017 telah berakhir di semua liga sepak bola Eropa.


Semua liga sepak bola di negara negara Eropa telah berakhir, dan tidak akan membutuhkan waktu lama untuk jendela transfers musim panas di buka.


Meski belum di buka, rumor rumor transfers para pemain pasti sudah panas. Kadang kadang ketika sedang berjalannya liga rumor rumor mengenai transfers juga tidak akan berhenti.


Ini merupakan perbuatan para fans atau supporter yang fanatik akan klubnya dan menggembor gemborkannya sehingga menjadi rumor yang panas bagi para fans sepak bola.


Apalagi jika mengenai para pemain sepak bola yang di labeli sebagai bintang atau mungkin juga pemain yang sedang naik daun, dimana itu juga akan menaikkan nama klub.


Setiap di bukanya jendela transfers itu menjadi kegiatan paling sibuk para agen, dimana para agen akan mengurus para pemainnya untuk di transfer dan membicarakan kontrak baru.


Namun berbeda dengan para pemainnya, para pemainnya akan melakukan liburan bersama keluarga, pacar atau temannya karena mereka telah menghabiskan semua waktunya dalam liga sepak bola.


Ness yang sebagai agen tidak akan terlalu sibuk oleh transfers kali ini karena tidak akan ada yang menawar pemainnya untuk pindah.


Meski ada, itu hanya di tim tim liga eredivisie lagi, dan Ness tidak mau itu terjadi.


Ness hanya ingin para pemainnya keluar dari liga eredivisie jika benar benar ada transfers.


Sparta Rotterdam yang berhasil menduduki posisi 3 dalam klasemen akhirnya mendapatkan jatah untuk bermain di kejuaraan UEL.


Zain dan Fathur sama sama tidak mendapatkan penghargaan apapun di musim ini, selain pemain muda terbaik liga eredivisie.


Mungkin mereka bisa memenangkannya karena produktif, asalnya hanya Zain saja yang menang karena statisitik permainannya sangat bagus dan produktif, setelah di perhatikan Fathur juga pantas dan mendapatkan urutan ke 2 dari pemilihan pemain muda terbaik liga eredivisie.


Meski begitu, Ness hanya memenangkan 1 hadiah saja, itupun hadiah dari Zain.


Sistem memberikan hadiah karena Zain mendapatkan penghargaan Individu.


Hadiahnya hanya berupa 1 kartu pemain tingkat perak.


Setelah berakhirnya musim ini, para pemainnya juga sudah pulang terlebih dulu setelah di beri libur oleh tim. Zain dan Fathur pulang lebih awal daripada Ness, Nesa juga tidak keberatan.


Ness juga mendapatkan kabar bahwa kedua pemainnya yang berada di Prancis juga sudah pulang ke tanah air.


Tidak ada masalah di para pemainnya, Ness tenang.


Mungkin, di transfers musim panas ada beberapa tim liga eredivisie yang tertarik pada Zain dan Fathur, apalagi mengingat biaya pelepasan hanya 2 juta.


Namun mereka tidak melakukannya dan hanya mengumbar isu supaya keadaan internal tim lawan kacau.


Ness mengerti pemikiran itu, jadi dia tidak terlalu berharap akan adanya transfer untuk para pemainnya.


...


Dalam keadaan yang panas ini karena banyak rumor transfers, Ness tidak ikut serta.


Ness sedang memikirkan sesuatu.


Dia memikirkan bagaimana caranya Indonesia bermain di piala dunia 2022.


Mungkin satu satunya kesempatan ada di tahun 2019 nanti, dimana ada kualifikasi Asia di adakan.


Kualifikasi Asia di adakan untuk menentukan perwakilan Asia yang akan mengikuti piala dunia dan 1 lagi untuk AFC Asian Cup.


Dimana AFC Asian Cup ini di adakan 1 tahun setelah piala dunia di mulai.

__ADS_1


Jadi satu satunya cara yaitu berhasil menjadi tim kuat di jajaran 4 tim Asia lainnya.


Asia memiliki jatah 4 - 5 tim, jadi jika ingin mudah dan langsung masuk dalam babak ketiga kualifikasi piala dunia, Indonesia harus berada di antara 4 tim kuat ini.


Terkecuali Indonesia menjadi nomor 5 dan harus mengikuti play off dan melawan tim tim dari federasi lain untuk menentukan layaknya mengikuti piala dunia.


Ini tentu saja hal yang sangat berat.


Jadi satu satunya cara hanya menjadi bagian dari 4 jajaran tim kuat.


....


Ness yang memiliki banyak waktu luang tidak mempunyai kegiatan apapun, dia teringat bahwa dirinya memiliki kartu pramuka yang belum di buka hadiah dari sistem karena musim berakhir.


Dia pun segera membuka layar virtual dan memasuki fitur pembukaan kartu pramuka.


Pembukaan kartu pramuka pertama, Ness memilih kartu pramuka tingkat atas terlebih dulu.


Segera.


Peta dunia muncul dan pesawat yang berperan sebagai penunjuk juga bergerak dan menuju zona Asia dimana Indonesia berada.


Dan tak lama, menuju kota Makassar.


Setelahnya, munculah pemain dan dilengkapi dengan profil atributnya.


Nama : Ahmad Alfarizi


Posisi : RW


OVR : 53


Kelahiran : Makassar, 15 Mei 1999 ( 18 tahun )


Tinggi badan : 1, 75 meter


Mental : 52


Pace : 59


Shooting : 48


Passing : 45


Dribble : 59


Physic : 46


Def : 36


Pengguna kaki : Kanan


Kaki kanan : 2 bintang


Kaki kiri : 2 bintang


Ness menemukan bahwa pemain ini memiliki posisi yang sama dengan Bima Athallah, yaitu posisi winger kanan.


Memiliki kualitas yang hampir sama dengan Fathur pada awalnya dan tidak ada yang spesial.

__ADS_1


Apalagi kualitas penggunaan kakinya normal normal saja.


Setelah pembukaan kartu pramuka tingkat atas, Ness langsung melanjutkan membuka kartu pramuka tingkat lanjut.


Segera.


Adegan yang sama terulang lagi.


Namun sekarang menuju ke kota Malang. Dan tak lama pemain dan profil atributnya juga muncul


Nama : Ryan Abdullah


Posisi : CM


OVR : 58


Potensi : 91


Kelahiran : Malang, 23 Januari 1999 ( 18 tahun )


Tinggi badan : 1, 79 meter


Skill : Wide Vision Area


Karakteristik : Solid playmaker


Mental : 63


Pace : 54


Shooting : 57


Passing : 61


Dribble : 56


Physic : 54


Def : 35


Pengguna kaki : Kanan


Kaki kanan : 3 bintang


Kaki kiri : 3 bintang


Ketika pemain ini muncul, Ness belum menyadari ada yang spesial. Namun setelah melihat profil atributnya dengan teliti, Ness tercengang.


Dia tidak menyangka akan mendapatkan pemain dengan paket lengkap.


Dimana pemainnya sudah memiliki karakteristik dan skill, juga OVR nya hampir menembus 60, sedangkan potensi nya lebih tinggi dari Bima Athallah yang memiliki potensi 90.


Ness benar tidak bisa berkata kata lagi.


Dia sudah sangat sangat gembira. Ness sudah memiliki rencana untuk mengirimkan Bima Athallah dan Ryan Abdullah ini 1 tim, sedangkan untuk yang satunya lagi, Ness harus melihat situasi kedepannya.


Meski terdengar sedikit egois dan tidak berperasaan, namun Ness juga harus memilih karena tidak mungkin 1 tim ingin langsung memperkenalkan 3 pemain muda asal Indonesia, terkecuali 1 nya nanti akan dikirim ke tim junior, ini akan sangat disayangkan.


Setelah membuka kedua kartu pramuka tersebut, Ness melihat lagi kota kota para pemain barunya.

__ADS_1


1 Malang, 1 Sleman, 1 Makassar. Yang 1 berdekatan dan 1 lagi jauh. Ness harus segera pulang ke Indonesia dan segera menanda tangani ketiganya.


__ADS_2