Great Broker

Great Broker
Debut keduanya


__ADS_3

3 hari kemudian


Ness sedang berada di stadion Rennes bersama para supporter Rennes. Ness sedang menonton laga Rennes melawan Nantes, dimana Nantes berada di atas Rennes di klasemen hanya terpaut 2 poin saja.


Segera stadion bersorak karena para pemain mulai memasuki lapangan, disana Ness melihat kedua pemainnya langsung melakukan debut.


Ia juga mendapat kabar kemarin malam bahwa kedua pemainnya itu masuk dalam skuad besar namun mereka tidak mengatakan bahwa mereka masuk dalam starting eleven yang membuat Ness terkejut.


Mereka sengaja tidak memberi tahu Ness karena mereka percaya bahwa Ness sedang menontonnya dan ingin memberikan sedikit kejutan dan hadiah karena telah membantu mereka selama ini.


Ness mau tak mau melihat kearah kedua pemainnya itu dari jauh dan melirik pelatih Rennes yang langsung menggunakan 2 pemain baru dimana mereka masih muda.


Waktu awal awal setelah Rennes mengumumkan berhasil telah mendatangkan 2 pemain Indonesia para supporternya banyak yang mendukungnya karena mereka sangat tahu bahwa tim sedang dalam keadaan menurun dan membutuhkan prajurit muda.


Meski mendukungnya mereka juga masih berharap bahwa 2 pemain muda yang didatangkan nanti tidak mengecewakannya, makanya supporter sekarang memenuhi stadion dimana mereka ingin melihat pemain baru itu.


Ketika mereka melihat pemain yang muncul ke lapangan dan menemukan 2 pemain muda brrada dalam starting eleven, awalnya para supporter terkejut apalagi supporter yang fanatic pada klub merasa bahwa pelatihnya sedang bermain main namun mereka juga segera menyemangatinya.


Sorak sorai supporter terus menerus bergema di stadion.


Pertandingan juga sudah di mulai dan menginjak menit ke 10.


Ness dari awal pertandingan tidak ikut bersorak namun memperhatikan lapangan dan menikmati pertandingannya itu.


Ia juga ingin melihat bagaimana kedua pemainnya bermain apakah akan demam panggung karena mendapatkan dukungan yang sangat berbeda ketika berada di Indonesia apalagi ini Eropa.

__ADS_1


Ketika menonton pertandingan suara sistem juga terdengar memberi tahunya hadiah atas keberhasilan pemainnya melakukan debut di klub.


Ness mengabaikannya dan memilih terus menonton pertandingan.


Pertandingan mencapai menit 18, dimana Rennes sedang melancarkan serangan melalui sebelah kiri lapangan. Pemain sayap Rennes membawa bola dan melewati 1 pemain dan segera membagi bolanya ke arah tengah dimana gelandang timnya sedang menunggu, namun tak lama bola langsung melayang lagi ke depan lapangan sebelah kanan dimana disana pemain sayap kanan membuka ruang.


Bola di terima dengan baik oleh pemain sayap kanan itu, di kotak penalti terdapat 4 rekannya dimana 2 penyerang 1 pemain sayap kiri tadi dan 1 gelandang, dia tidak lama langsung melakukan umpan silang.


Jamil yang berada dalam kotak penalti itu sudsh bergerak sebelum bola diumpankan, pemain sayap kanan itu juga sudah tahu karakter bermain Jamil makanya dia langsung melakukan umpan silang karena melihat Jamil bergerak.


Bola melayang menuju Jamil yang berdiri sendiri, Jamil segera menjemput bolanya dengan cara menyundul yang cepat ke arah gawang.


Meski begitu sundulan Jamil tetap tajam dan itu memang sedang menuju ke arah gawang, penjaga gawang terkejut dan segera bereaksi.


Untung saja posisi penjaga gawang berada dekat dan bisa meninjunya, namun tinjuannya itu salah dan bola berada di kaki penyerang utama tim Rennes.


Booom!


Di tendang dengan keras dan langsung bersarang di dalam gawang, penjaga gawang Nantes tidak bisa berbuat apa apa, dirinya membuat kesalahan karena tidak meninju dengan baik.


Segera perayaan gol tersebut terjadu di dekat bendera sepak pojok.


Penyerang utama Rennes melambai lambaikan tangannya ke arah Jamil yang mengartikan untuk mendekatinya, ketika Jamil berlari menuju penyerang utama itu, Penyerang utama yang tidak lain adalah Wesley Said, Wesley Said menunjuk ke arah Jamil dan tersenyum, ketika Jamil sudah dekat dengannya, Wesley Said langsung merangkulnya dan segera menunjuk dada Jamil sambil tersenyum.


Memberi tahu supporternya bahwa gol tadi berkat bantuan dari Jamil yang membuat dirinya dapat menemukan celah kosong dan benar saja penjaga gawang melakukan kesalahan dan dirinya mencetak gol.

__ADS_1


Ness yang berada di tribun merasa kecewa karena pemainnya tidak menorehkan assist ataupun gol.


Namun segera dia optimis karena permainan baru dimulai.


Pertandingan berlanjut dan permainan menjadi sedikit lebih panas, para pemain Nantes juga sekarang menjaga ketat Jamil karena mereka juga tahu kualitas Jamil.


Jamil jadi sulit bergerak, namun ketika sulit bergerak itu Jamil juga mengingat perkataan Ness yang dulu memberinya beberapa saran.


'Jangan mudah terpancing oleh gerakan lawan, ucapan lawan dan tetap stabil dalam mengatur emosi, meski sudah dijaga ketat kamu harus tetap bisa mengendalikan emosi. Pemain yang tak bisa mengatur emosi nya akan sulit berpikir dengan tenang, apalagi kamu striker harus pintar dan berpikir dengan tenang. Penyerang itu harus dingin ketika berada di lapangan, harus mematikan ketika berada di kotak penalti dan harus menakutkan ketika memegang bola.'


Ness memberitahu itu agar karakter penyerang Jamil terbangun, dimana para pemain lawan akan sangat takut jika berhadapan dengannya, karena mereka melihat penyerang yang berbeda dengan penyerang lainnya.


Namun jika ingin itu terjadi, Jamil harus melakukannya dan membuktikan kualitasnya supaya benar benar tercapai.


Jamil mengingat itu dan menjadi lebih tenang ketika di provokasi oleh pemain belakang lawan, dirinya tidak peduli dan terus berlarian mencari posisi kosong dilapangan berharap mendapatkan umpan ketika rekan rekannya mendapatkan bola.


Tak terasa pertandingan mendekati akhir babak pertama, dalam laju pertandingan Nantes lebih mendominasi karena Rennes hanya menggunakan formasi 4 4 2 dimana gelandang murni hanya 2 pemain dan 2 disisi lainnya adalah pemain sayap yang memungkinkan sulit untuk bergabung dalan area tengah lapangan.


Namun meski begitu, pertahanan Rennes sulit di tembus, para pemain Nantes sulit menemukan celah dan pada akhirnya mereka hanya bisa melakukan umpan umpan panjang kedepan berharap penyerangnya bisa mendapatkan bolanya.


Sayang sekalu, hal yany dilakukan itu justru malah sebaliknya, dimana para pemain belakang Rennes membuktikan kualitasnya, Jefri juga menjaga ketat pemain sayap kiri Nantes dan tidak melepaskannya sedikit pun dari pandangannya, Jefri terus mengikutinya meskipun pemain sayap kiri itu beelari ke tengah untuk meminta bola.


Pelatih yang di pinggir lapangan juga puas melihat Jefri yang mengikuti intruksinya untuk terus menempel pada pemain sayap kiri Nantes.


Formasi Rennes ini mengacu pada zona dan man to man, biasanya hanya bisa memilih 1, namun jika 1 atau 2 pemain lainnya diintruksikan untuk menjaga secara mann to man maka yang lainnya juga harus sedikit berimprovisasi agar bisa menutup celah yang di tinggalkan itu.

__ADS_1


Jamil dan Wesley yang berperan sebagai striker itu juga sedikit membantu rekan lainnya dan menekan agar para pemain Nantes lebih maju lagi dan akhirnya terdesak.


__ADS_2