
Masih memiliki 1 kartu pemain yang berposisi sebagai RB dan cocok untuk Jefri, Ness memilih langsung menggunakan meskipun rating Jefri 71 dan potensinya hanya 80, namun agar pemainnya bisa langsung bermain dan menjadi pemain utama di tim, Ness lebih segera melakukan fusi lagi.
Pemain yang di korbankan terakhir ini adalah kartu pemain Christhopher Trimmel .
Segera proses fusi berlangsung, setelah proses fusi selesai, Ness langsung memasuki fitur pemain dan mengklik profil Jefri.
Melihat bahwa pertumbuhannya sedikit saja.
Mentalnya betambah menjadi 79, pacenya bertambah menjadi 79, shootingnya bertambah menjadi 66, passingnya bertambah menjadi 76, dribblenya bertambah menjadi 76, defending bertambah menjadi 69, physicnya bertambah menjadi 69 dan OVR nya bertambah menjadi 75.
Ness merasa bahwa ini cukup karena memang tidak mempunyai kartu untuk di fusikan lagi, kecuali di posisi lain.
Ness melihat bahwa defendingnya hanya bertambah 2 poin saja. Namun dia tidak cemas dengan itu.
Melihat lihat ke atribut skill, ada skill tambahan lagi yang dimiliki oleh Jefri, itu merupakan skill yang dimiliki oleh Christhopher.
Long throw in.
Meskipun dari 2 pemain awal memiliki skill Long throw in, Jefri tidak berhasil menyerap skillnya, dan sekarang akhirnya Jefri memiliki skill tambahan lagi.
Ness bersyukur.
....
Setelah menyelesaikan semua proses fusi, Ness sedang berada dalam fitur pemainnya.
Ia memiliki 4 pemain dengan atributnya masing masing.
Ness kemudian mengecek semuanya satu per satu.
Ia juga merasa sudah lama tidka melihat pertumbuhan Zain dan Fathur.
Segera.
Nama : Zain Irkham
Posisi : LM, LW, RM, RW
Skill : Flash, technical dribbler, speed dribbler, finesshe shoot, phantom.
Tinggi badan : 1, 75 meter
OVR : 81
Potensi : 87
Mental : 79
Pace : 88
Shooting : 78
Passing : 77
Dribble : 84
Defending : 53
Physic : 76
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 4 bintang
Ness melihat perkembangan Zain di bagian shooting dan physicnya yang bertambah 1 poin sedangkan untuk defendingnya berkurang 1, yang mengartikan mungkin pelatih lebih memilih menggunakan Zain sebagai pemain serangan balik jadi defending Zain sedikit kurang dan mungkin juga Zain jarang merebut bola dan mengambil bola kebelakang.
Tinggi badan bertambah 2cm.
Tidak lupa dirinya juga melihat skill phantom milik Zain, Ness terkejut dan mau tak mau bertanya apakah Zain juga membuat skillnya sendiri, ini merupakan skill messi.
Namun tak mau terus memperhatikan perkembangan Zain.
Segera, pemain ke dua yaitu Fathur Hamdi.
Nama : Fathur Hamdi
Posisi : CM, CDM, CAM
Skill : Long shoot, long pass
__ADS_1
Karakteristik : Leadership
Tinggi badan : 1, 77 meter
OVR : 78
Potensi : 85
Mental : 77
Pace : 71
Shooting : 74
Passing : 76
Dribble : 69
Defending : 70
Physic : 75
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Ness melihat bahwa perkembangan Fathur lebih banyak dari Zain, mungkin karena rating yang lebih rendah jadi nilai atribut juga akan mudah meningkat.
Perkembangan Fathur berada apda atribut Shooting bertambah 1 poin, passing bertambh 2 poin, physic bertambah 3 poin dan defending berkurang 2, OVR nya juga naik 2 poin.
Tinggi badan bertambah 1 cm.
Perkembangan Fathur dalam 6 bulan sangat baik.
Melihat nilai atribut defending yang berkurang menjadi 70, Ness mau tak mau bertanya kenaapa, apakah pelatih meminta agar Fathur bermain sebagai komandan tengah yang relatif mengatur serangan, tapi masih tinggi nilai defendingnya di bandingkan seorang pemain belakang seperti Jefri.
Ness menghilangkan pikirannya tak mau pusing dengan hal itu.
Segera ia melihat profil Jamil Iskandar.
Posisi : ST
Skill : Power Header, long shoot, strong shoot
Tinggi badan : 1, 82 meter
OVR : 73
Potensi : 84
Mental : 75
Pace : 67
Shooting : 80
Passing : 69
Dribble : 69
Defending : 39
Physic : 70
Penggunaan kaki : Kiri
Kaki kanan : 3 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Segera pemain terakhir yaitu Jefri Pratama.
Nama : Jefri Pratama
Posisi : RB
Skill : Long throw in, long passer
Tinggi badan : 1, 73 meter
__ADS_1
OVR : 75
Potensi : 80
Mental : 79
Pace : 79
Shooting : 66
Passing : 76
Dribble : 76
Defending : 69
Physic : 69
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 3 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Ness melihat semua profil pemain dengan atribut nya senang, keduanya bisa bermain di Eropa segera.
Ness juga membuka fitur kartu pemain, dimana disana terletak kartu pemain yang sudah di buka namun belum di gunakan.
Ada terdapat 3 kartu yang belum di gunakan di sana ada Heung Min Son, Moritz Stopplekamp, dan Konstantinus Fortounis.
Mereka bertiga merupakan pemain dengan posisi winger.
Ness masih belum mempunyai pemain winger lagi.
....
Tak terasa malam hari pun tiba, Ness bersih bersih dan mandi untuk melakukan makan malam di luar, meskipun di hotel ada, namun Ness menolaknya karena ingin cari suasana dan cari angin malam.
Berselang beberapa menit, Ness keluar dari hotel dengan berjalan kaki.
Ia tidak mempunyai mobil baik itu di Indonesia atau Belanda.
Ness juga harus memikirkan cara bagaimana untuk membangun basis di Indonesia, supaya dirinya tidka bulak balik Indonesia.
Meskipun dirinya tidak ada kerjaan lain, tapi tetap saja perjalanna jauh itu melelahkan.
Ness tidak punya siapa siapa, apalagi orang kepercayaan tidak memiliki.
Perusahaan pialang di Indonesia harus di pegang oleh orang yang dapat di percaya.
Mencari makan malam di kota Jakarta banyak sekali, banyak angkringan dengan anak anak muda di dalamnya, Ness ingin pergi kesitu namun penuh.
Akhirnya ia hanya bisa mencari yang lain.
Tak lama, Nasi goreng, capcay, dan lain sebagainya terlihat oleh Ness. Pedagang itu menggunakan roda.
Ness kemudian kesitu karena lumayan sepi, setelah sampai ia pun langsung memesan nasi goreng 1 porsi dengan teh hangatnya.
....
45 menit kemudian, Ness sudah selesai makan, ia lama karena mengobrol dulu dengan penjual nasi goreng yang masih muda.
Ness juga mengetahui bahwa ini pemuda itu berjualan milik orang lain dan bukann punyanya sendiri.
Jadi bisa dibilang dia menyewa atau bekerja untuk orang lain, namun setau Ness jual nasi goreng begini biasanya milik sendiri tapi berbeda dengan yang ini.
Ness mengobrol terus karena kasian pemuda itu jualannya sepi.
Walaupun masih muda, tapi makanannya relatif enak.
...
Ness yang sudah pulang dan berada di hotel duduk di sofanya dan menyalakan tv nya.
Dia menonton berita berita di Indonesia.
Masih tidak ada yang aneh, sama seperti berita di kehidupan sebelumnya yang di tonton oleh Ness.
Ketika asyik menonton tv, pintu kamar Ness di ketuk.
Perasaan aneh muncul di benak Ness, pasalnya siapa yang akan mengetuk malam malam ke pintu kamar orang lain di hotel begini.
__ADS_1