Great Broker

Great Broker
Weird dan Awkward


__ADS_3

Ness melihat keanggunan model wanita cantik ini dan tersenyum tipis, ia kagum dengan pesona model wanita itu. Ness memperhatikan model itu dengan serius dan mungkin tidak berkedip, kedua pemuda yang berada di samping Ness itu melihatnya dan mau tak mau tersenyum.


“Apakah agen kita sedang jatuh cinta pada pandangan pertama?” Jamil Bertanya.


“Aku tak tau, tapi mungkin.”


Jefri menjawab sembari tersenyum dan melihat ke arah Ness yang tidak mendengarkan obrolan keduanya. Jefri dan Jamil akrab karena mereka dulunya memang 1 tim.


Keduanya juga tidak menyangka bahwa temannya itu di hubungi oleh agen yang sama. Mereka mengingat itu tersenyum.


Kembali ke realita, dimana Ness masih memperhatikan model wanita itu namun dirinya tidak memperhaikan sekitar dan mendengar suara dari sekitar.


Jamil dan Jefri terus membicarakan Ness yang sedang terpesona itu, mereka juga tertawa namun Ness maasih fokus dan tidak mendengarnya.


Ness terhipnotis oleh pesona model wanita itu menurut kedua pemuda itu karena mau mereka mengobrol, memanggil dan tertawa, Ness tetap mengabaikannya dan masih tetap fokus.


Model wanita yang sudah selesai sesi photo pertama itu menghela nafas lega karena harus bisa menahan ekspresi dan moodnya agar terlihat bagus ketika di photo.


Model wanita itu mengedarkan pandangannya karena ketika di photo tadi dia melihat sekitar sudah ramai dan banyak orang memperhatikannya. Ketika pandangannya mengarah ke suatu tempat di mana ada bangku diisi oleh 3 pria, model wanita itu berhenti melihat sekeliling karena menemukan 1 pria menatapnya.


Dia terkejut.


Model wanita itu tersenyum kepada pria yang menatapnya itu yaang tidak lain adalah Ness. Ness yang melihat bahwa model wanita itu memandangnya dan tersenyum padanya seketika sadar, dia kemudian membalas senyuman dengan spontan.


Kedua pemuda di sampingnya langsung tertawa, Ness melirik kedua pemuda itu dan kedua pemuda itu segera berpura pura batuk. Ketika Ness melirik ke arah sebelumnya lagi, dia melihat model wanita itu menghampirinya.


DEGG!


Perasaan yang belum pernah Ness rasakan sebelumnya ketika di temui oleh wanita atau di hampiri oleh wanita, mau itu kehidupan sebelumnya ataupun sekarang. Ness tidak pernah merasakan perasaan ini.


Ketika sudah dekat, Ness menenangkan perasaannya dan mencoba untuk tenang, meski sudah tenang itu tetap terlihat dan kedua pemuda di sampingnya itu tersenyum melihat tingkah Ness.


“Hallo.”

__ADS_1


Model wanita itu menyapa sembari tersenyum manis, Ness yang melihatnya sekali lagi merasakan perasaan barusan yang belum sempat ia tenangkan dengan baik.


“H-haa-i.”


Ness menjawab dengan terbata bata karena dia panik takut dirinya terlihat memalukan.


“Apakah kamu pengunjung baru di taman ini?”


“Iyaa, kenapa memangnya?”


Ness bertanya dengan lembut.


“Aku sudah melakukan photo shoot di sini selama 3 hari dan sudah banyak memperhatikan orang orang yang ada di sekitaran taman namun belum pernah melihat kamu disini selama 3 hari ini. Mungkin kamu memang baru.”


Keduanya terdiam dan saling menatap karena tidak tahu harus berbicara apa lagi. Ness yang merasakan suasana menjadi hening tenang itu menurutnya adalah suasana paling menakutkan sekarang, karena dirinya merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.


“Ohh begitu, maaf dari tadi aku memperhatikan kamu ketika kamu melakukan sesi photo, mungkin kamu tersinggung karena di perhatikan secara tidak baik.”


Model wanita itu terkejut mendengar perkataan Ness yang jujur mengatakan bahwa dirinya sudah memperhatikan dirinya, model wanita itu sebenarnya tidak merasa keberatan karena memang beginilah pekerjaannya. Namun ia kagum dengan sifat jujur Ness.


Segera model wanita itu tersenyum.


“Kalau begitu, saya meminta maaf sekali lagi dan saya akan pergi duluan bersama keduanya karena takut mengganggu.” Ness berkata sembari melirik kedua pemuda di sampingnya yang sedari tadi sudah mengangguk anggukan kepala sambil tersenyum karena mendengar percakapan mereka berdua dan juga melihat kecantikan dari dekat.


Keduanya juga baru tau bahwa Ness yang menurutnya agen mereka memiliki sifat jujur, namun keduanya juga tidak tahu bahwa Ness jujur juga karena merasakan suasana yang menakutkan.


“Ehh, mau pergi?”


“Iya, ada apa lagi memangnya?”


Model wanita itu terdiam ketika diitanya Ness begitu.


Nyatanya, model wanita itu merasakan perasaan aneh ketika dirinya mengedarkan pandangan dan menemukan Ness yang melihatnya, ia juga tersenyum tadi tidak tahu kenapa, ia terbawa oleh perasaan yang dirasakannya itu makanya dirinya tersenyum, ia juga merasakan bahwa perasaan dalam hatinya menyuruhnya mendekat dan menghampirinya.

__ADS_1


Itu merupakan suatu keanehan yang pertama kali di rasakan model wanita itu.


Ia juga merasakan rasa sakit yang aneh ketika Ness mengatakan dirinya akan pergi karena takut mengganggu.


“Tidak ada, kalau begitu tunggu sebentar!”


Segera wanita itu berbalik menuju crewnya dan meminta tolong pada mereka untuk mengambilkan tasnya. Model wanita itu mendapatkan tasnya dan segera merogoh ke dalam tasnya mencari sesuatu.


Ketika barang yang ditemukannya, model wanita itu berlari lagi menuju Ness yang menunggunya.


“Inii.” Model wanita itu memberikan kartu namanya, Ness bingung dengan tingkah wanita di depannya.


Nyatanya keduanya juga tidak tahu apa yang mereka pikirkan masing masing, namun keduanya merasakan perasaan aneh yang bersamaan.


“Untuk apa?”


“Ehh??”


Model wanita itu juga bingung dengan tingkahnya yang tiba tiba memberikan kartu nama kepada orang asing, namun menurutnya ini adalah tindakan yang benar jika mengikuti perasaannya.


Segera Ness menerimanya karena dia melihat wajah aneh dari model wanita itu dan kasian karena banyak orang yang melihatnya, segera ia juga memberikan kartu namanya juga.


Setelah keduanya saling menerima, Ness kemudian pergi diikuti oleh kedua pemuda itu dan sebelum pergi dia juga mengatakan selamat tinggal sembari tersenyum.


Model wanita itu yang masih berdiri di tempat dan melihat kepergian Ness tersenyum entah kenapa, namun segera ia sadar bahwa tingkahnya di perhatikan banyak orang, ia malu dan segera berlari kembali ke arah dimana crew photonya berada.


Ketika duduk di tempat istirahat, model wanita itu segera melihat sesuatu yang di peganginya. Dia menemukan bahwa nama pria yang tadi berbicara dengannya adalah Ness Sebastian dan pekerjaannya adalah seorang agen sepak bola.


Ia tidak terlalu mengikuti tren sepak bola karena sibuk.


Namun dirinya tetap tahu apa itu agen sepak bola.


Ketika dirinya melihat kartu nama Ness, dia mengingat ngingat kejadian barusan dan mau tak mau merasakan bahwa kejadian barusan itu sangat aneh, dan mungkin memang sangat sangat aneh. Namun tidak disangkal juga bahwa model wanita itu juga merasa kagum pada sifat Ness yang jujur tadi, ia juga menyadari bahwa Ness merupakan seorang pria tampan dengan pesonanya yang berbeda dari pria yang pernah mengajaknya makan malam untuk melakukan sebuah kesempatan dalam sebuah kesempitan.

__ADS_1


__ADS_2