
Sundulan tajam Jamil hanya bisa menghasilkan sepak pojok, meski naluri golnya menunjukan ketajaman namun belum bisa menorehkan hasil.
Ness yang berada di tribun dan Jamil yang bermain di lapangan merasakan kecewa yang sama karena tidak menjadi sebuah gol.
Namun berbeda dengan pelatih yang berada di pinggir lapangan. Pelatih melihat bahwa Jamil merupakan seorang penyerang tengah yang pintar, dimana sudah mencari celah sebelum bola di umpankan, seperti membuktikan bahwa dirinya ingin sebuah umpan yang memungkinkan pemain atau rekannya harus mengumpan padanya karena melihat gerakan alami itu.
Sangat jarang seorang penyerang yang bergerak sebelum bola di umpan, kadang kadang para penyerang bergerak setelah umpan dilayangkan atau ketika bola masih melambung di udara.
Ini akan membuat kehilangan kesempatan karena akan banyak pemain juga yang melakukan hal sama. Namun berbeda jika penyerang bergerak sebelum bola di umpankan, dimana si bola yang akan mencari pemain, jadi si pengumpan harus bisa menempatkan bola dengan baik.
Tendangan sudut akan segera di ambil, Jamil sedang berkeliaran di kotak penalti untuk membingungkan pemain belakang lawan dan juga mencari celah celah kosong.
Tendangan sudut akhirnya di umpankan ke tengah kotak penalti dimana banyak para pemain yang berkumpul, segera kotak penalti menjadi semakin rusuh.
Jamil melihat bola akan segera datang dan segera berlari mendekati bola bertujuan menyundulnya lebih dulu, namun sayang pemain belakang musuh sudah mendahuluinya dan membuangnya keluar kotak penalti.
Para pemain segera berlari.
Namun bola itu jatuh di Jefri yang maju sedikit dari area nya.
Para pemain lain telat bereaksi karena mereka tidak memperhatikan sekitar, ketika tau mereka memperhatikan bahwa bola sudah berada di kaki Jefri yang berada di sisi kanan.
Jamil melihat itu dan segera bergerak dan mengangkat tangannya meminta umpan, Jefri pun melihatnya dan segera melakukan umpan silang yang melengkung.
Para pemain lain segera bereaksi berniat membuang bola ke luar kotak penalti lagi, namun sayang posisi Jamil lebih dekat dengan bola.
Jamil langsung melompat dan segera menyundul bolanya.
Bolanya melayang ke arah gawang dan Jamil jatuh ke bawah.
__ADS_1
Posisi menyundul Jamil sama seperti yang di lakukan oleh Van Persie.
Ketika jatuh ke bawah, Jamil langsung melihat ke arah gawang dimana penjaga gawang sedang berusaha menepisnya.
Penjaga gawang itu merasakan greget karena dirinya sedikit lagi bisa menyentuh bola namun bola melayang dengan cepat dan penjaga gawamg tidak bisa menyentuhnya sedikit pun.
Bola akhirnya bersarang di gawang tim A berkat sundulan Jamil dan umpan silang Jefri yang sangat cantik.
Tim B akhirnya mendapatkan keunggulan sementara yaitu 0 - 1.
Segera Jamil berdiri, dan kembali ke areanya.
Ness yang berada di tribun bertepuk tangan kecil sendirian melihat kedua pemainnya berkontribusi dalam gol tersebut.
Pelatih yang berada di pinggir lapangan juga menganggukan kepalanya bahwa itu adalah hal yang bagus dan indah.
Permainan berlanjut terus setelah tim B mencetak gol, namun tim B menjadi tidam bisa menyerang lagi karena tim A benar benar menggila, mungkin gengsi karena pemain tim B hanya diisi oleh para pemain rotasi dan cadangan mati.
Hingga menit 78 tim A terus menyerang dengan ganas, penyerang tim A juga menunjukan ketajamannya berkali kali namun sayang sekali masih belum memuaskan.
Pemain sayap kiri tim A juga membuat kesulitan pada sisi kanan pertahanan tim B, dimana Jefri berada di area itu.
Namun meski kesulitan Jefri juga berusaha keras untuk bertahan dengan baik dan tidak membiarkan pemain sayap kiri itu melakukan umpan silang dan menerobos.
Meski sudah bekerja keras, Jefri juga hanya di lewati 2x oleh pemain sayap itu dan kecolongan 1x umpan silang.
Pelatih yang di pinggir lapangan mengapresiasi kerja keras Jefri dan cara bermainnya cukup rapih dan juga teliti.
Selama ini pelatih cukup puas dengan kedua pemain itu.
__ADS_1
Segera pertandingan akhirnya berakhir dengan seri, karena tim A berhasil menyamakan skor melewati tendangan bebas, dimana kapten tim melakukan tendangan yang indah sampai sampai penjaga gawang tim B juga hanya bisa melongo.
.....
3 hari telah berlalu, dimana Jefri dan Jamil berhasil mendapatkan kontrak setelah game internal kedua itu, pelatih memberikan komentar yang bagus dan memberi tahu ketuanya untuk mengontraknya.
Dalam game internal itu, Jamil tidak mencetak gol namun memberikan 2 assist. Di game internal kedua, pelatih meencoba menggabungkan Jamil dan striker utama untuk berduet dan hasilnya memuaskan, dimana Jamil memberikan 2 assist padanya.
Skor akhir dari game internal ke 2 itu hanya 3 - 1. Jefri juga yang berada di tim B itu menunjukkan kualitasnya ketika melawan tim A yang sama sekali berbeda dari tim A sehari sebelumnya, dimana tim A hari kedua lebih kuat beberapa kali lipat.
Jadi pelatih puas dan memberikan nilainya sampai akhirnya Jefri dan Jamil mendapatkan kontrak.
Ness yang mengurus ngurus itu pun tidak kesulitan karena Nicolas memberikan kontrak yang sesuai dan tidak ada perdebatan.
Nicolas memberikan kontrak klub selama 3 tahun dimana gajinya 4500 euro per minggu untuk Jamil, dan biaya penampilannya yaitu bonus gol jika mampu mencapai 10 gol dalam 1 musim mendapatkan bonus sekitar 18000 euro dimana lebih tinggi 3 ribu euro dari Zain, sedangkan untuk assisntnya tidak ada bonus.
Untuk Jefri yang berposisi sebagai pemain belakang kanan, dia mendapatkan gaji 3500 euro per minggu dengan kontrak 3 tahun.
Ness juga mendapatkan kejutan dari Nicolas karena dia memberitahu Ness bahwa pelatih menyukai Jefri dan Jamil karena masuk dalam konsep nya dimana timnya akan lebih menyerang.
Ness senang mendengar itu.
Ness juga sudah mengatur tempat tinggal untuk keduanya, dimana kedua pemainnya itu ingin berpisah rumah namun masih bersebalahan. Ness awalnya menawarkan agar keduanya 1 rumah namun berbeda kamar, namun Jamil menolaknya berbeda dengan Jefri yang mengikuti saran Ness.
Pada akhirnya Ness menyewa sebuah rumah dimana rumah itu bersebelahan dan dekat dengan lokasi klub, yang memungkinkan membutuhkan waktu sekitar 20 menitan untuk ke klub.
Ness juga sudah merencanakan keberangkatannya dari Paris ini untuk ke Belanda setelah membereskan semua halnya, dimana hal hal itu tidak lain menonton debut keduaanya dalam 3 hari lagi dan mencarikan guru les bahasa Prancis asal Indonesia supaya lebih mudah.
Ness di hari hari terakhir ini sangat sibuk dan sekarang dirinya sedang mencari mahasiswa atau mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Paris untuk menjadi guru les bahasa kedua pemainnya, namun Ness kesulitan mencarinya dan merasa sedikit berbeda ketika dirinya berada di Belanda itu.
__ADS_1