
“Jadi Tuan Ness sekarang akan membuktikan omongannya waktu itu?”
Nicolas sudah bisa menebak niat Ness menelpon dirinya. Ia tidak khawaatir bagaimana keadaan pemain muda yang di bawa Ness ke klubnya, setidaknya dia sudah menghargai dan menerima niat Ness.
“Betul Tuan Nicolas, karena sekarang masih dalam masa transfer musim dingin, saya akan merekomendasikan mereka untuk melakukan percobaan lebih dulu supaya Tuan Nicolas dan pelatih bisa menilainya. Mereka sekarang berumur 18 tahun.”
“Baiklah jika akan melakukan percobaan dulu, awalnya saya akan mengajukan kontrak percobaan agar pemuda itu juga bisa mendapatkan penghasilan. Namun karena tuan Ness yakin dengan pemainnya, saya akan mencoba yang terbaik untuk meminta pelatih melakukan percobaan dan mengikuti pelatihan.”
Ness senang mendengarnya bahwa Nicolas paham betul akan situasi ini.
“Jadi kapan akan melakukan percobaannya?”
“Saya baru sampai tadi malam, mungkin istirahat 2 hari dan kita bisa melakukan latihan terlebih dulu supaya membiasakan dan lakukan percobaan dalam game internal seperti biasa.”
“Baiklah, saya akan meminta pelatih untuk mengaturnya dan saya akan menunggunya.”
“Terima kasih Tuan Nicolas.”
Segera panggilan berakhir.
Ness sudah melakukan tugasnya, sekarang giliran bagaimana pemainnya mengikuti percobaan itu.
Kemudian Ness keluar daari kamar hotelnya dan mengetuk pintu kamar sebelahnya, ia mengetuk pintu kamar kedua pemuda itu.
“Ada apa Tuan Ness?”
“Jangan panggil Tuan, panggil kakak saja seperti kedua pemain sebelumnya. Saya tidak enak mendengarnya di sebut Tuan oleh kalian.”
__ADS_1
Keduanya tersenyum karena melihat tingkah Ness yang seperti malu. Mereka baru melihatnya karena biasanya Ness selalu bersikap serius dan tidak pernah menunjukan ekspresi seperti ini.
Keduanya lalu mengangguk mengerti.
“Aku kesini untuk memastikan kalian sudah bangun atau belum dan akan mengajak kalian sarapan bersama juga kita bisa berkeliling daerah sini jika kalian tidak terlalu lelah untuk membiasakan cuacanya.”
“Baik ayo lakukan.”
Segera ketiganya turun ke bawah untuk keluar dan mencari sarapan.
Di perjalanan mereka berbincang bincang tentang kehidupannya yang bermain bola di Indonesia, Ness mendengarnya dengan baik walaupun sudah tau bagaimana sepak bola Indonesia, dia hanya ingin tahu bagaimana pandangan para pemain muda terhadap sepak bola negara nya sendiri.
Mereka berkata, menit bermain kurang di berikan karena pelatih lebih mempercayai para pemain senior, meskipun pelatih nya asing mereka masih ragu menggunakan pemain mudanya, mungkin karena tidak terlalu percaya dan mungkin juga takut pemainnya tidak mengerti taktik dan skema formasi nantinya.
Inilah yang menjadi kegagalan para talenta muda Indonesia yang kurang menit bermain dan kurangnya pengalaman sehingga ketika naik ke tingkat internasional permainannya kurang baik dari lawannya karena tidak mempunyai pengalaman yang cukup seperti pemain lainnya.
Dan jika Ness tidak salah ingat, di tahun 2020 ada pemain dari Real Mallorca yang melakukan debutnya di Liga Spanyol ketika berumur 15 tahun 7 bulan dan 5 hari. Di usia yang begitu muda pemain ini bisa mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi karirnya di masa depan nanti.
Pemain itu tidak lain adalah Luka Romero.
Apalagi ketika debutnya Luka Romero, timnya yaitu Mallorca sedang bermain melawan Real Madrid, ini merupakan momen berharga yang mungkin takkan pernah di lupakan oleh pemain muda itu seumur hidupnya, mengingat dirinya debut di usia muda dan langsung melawan sang Raksasa Spanyol dimana mungkin dirinya akan menceritakan kisah tersebut ke generasi selanjutnya atau mungkin anak dan cucunya nanti.
Ada juga pemaiin lainnya yaitu Pietro Pellegri yang melakukan debutnya di tahun 2016 / 2017 lebih tepatnya musim sekarang yaitu di tim Genoa, dia melakukan debut Serie A nya di umur 15 tahun 9 bulan 5 hari.
Ness mengingat pemain paling berbakat dan sebagai striker yang sangat tajam di usia muda yaitu Youssoufa Moukoko yang berada di akademi Dortmund, dia merupakan striker muda paling ganas.
Mungkin banyak sekali pemain muda yang mendapatkan pengalaman di usia mudanya karena melakukan debut dengan tim seniornya. Mungkin juga tidak bisa di hitung dengan kedua tangan.
__ADS_1
Jude Bellingham, Jamal Musiala.
Merupakan kategori pemain muda yang melakukan debut di usia muda dan paling berpotensi menjadi bintang masa depan. Keduanya sama sama berposisi gelandang. Namun kisah anehnya adalah mereka dulunya berada 1 tim di tim nasional nya ketika berada di umur 17 namun ketika mereka menginjak 18 tahun keduanya tiba tiba berbeda tim nasional.
Yang satu Inggris, yang satunya lagi German.
…
Setelah selesai sarapan, Ness juga memberi tahu bahwa keduanya bisa beristirahat dan menyesuaikan diri dengan cuaca selama 2 hari, ketika sudah 2 hari keduanya akan mengikuti pelatihan dan mengikuti percobaan di tim. Ness juga memberitahu jika keduanya berlatih dengan rajin dan bekerja keras mungkin pelatih akan menyukainya dan menghargainya, Jika di permainan internal keduanya menampilkan penampilan yang bagus keduanya juga mungkin bisa tinggal di tim nantinya.
Keduanya senang ketika mendengar ucapan Ness itu, pasalnya mereka tidak tahu bahwa Ness sudah melakukan kontak untuk keduanya dan memberikan akses kepadanya.
“Aku hanya berharap kalian bisa memanfaatkan peluang ini dan meraihnya dengan baik. Sisanya terserah kalian.”
Ness mengatakan itu mengartikan bahwa dirinya tidak bisa membantu apa apa lagi selain membantu keduanya mendapatkan akses melakukan pelatihan.
Awalnya mereka juga tidak menyangka bahwa Ness yang merupakan agen mereka akan berbohong dan membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan untuk mendapatkan izin percobaan, namun keduanya masih meremehkan Ness. Mereka tidak menyangka agennya itu sangat hebat dan bertindak sangat cepat.
Mereka semakin percaya dan kagum pada Ness.
Berjalan jalan setelah sarapan sambil berbincang bincang, ketiganya juga tidak menyadari kemana arah tujuan berjalan jalan mereka. Ness juga baru sadar bahwa ini mengarah ke taman bermain.
Tak mempedulikan ke arah mana tujuannya ini, Ness membiarkannya dan mungkin ini juga hal baik untuk berjalan jalan di taman.
Di taman itu ada yang sedang melakukan photo shoot.
Ness dan kedua pemuda itu memperhatikan photo shoot itu dari jauh seembari duduk di bangku taman karena Jamil meminta Ness untuk duduk sebentar dan melihat pemandangan disini, namun yang tidak mereka sangka mereka menemukan orang yang melakukan photo shoot itu jadi mereka tertarik untuk melihatnya.
__ADS_1
Kedua pemuda itu tertarik karena model photonya adalah wanita cantik yang masih muda. Ness tidak tahu umur tepatnya, namun melihat sedikit kedewasaan dari wajah dan sikap model wanita cantik itu, Ness tahu bahwa itu mungkin lebih dari 20 tahunan.