
Beberapa menit kemudian, Ness telah selesai semuanya dan menunggu Raline datang untuk menjemputnya karena dirinya tidak mempunyai fasilitas apa apa di Indonesia.
Jangankan di Indonesia, di Belanda saja tidak ada selain rumah pemberian sistem.
Ness yang sedang menunggu itu memikirkan apa yang akan terjadi pada pertemuan ini. Dia tidak mengerti.
Menunggu kedatangannya yang lama, Ness memilih membuka layar virtualnya dan melihat poinnya sudah bertambah lagi menjadi 160 poin.
Dimana penandatanganan pemain mendapatkan 120 poin, poin sisanya 20 poin dan hadiah dari Zain yang memenangkan pemain muda terbaik 20 poin.
Ness kemudian memasuki fitur pembukaan kartu pemain, ditemukan ada 4x kartu peemain tingkat perak dan 3x kartu pemain tingkat perunggu.
Setelah memastikan semua hadiahnya, Ness menutup layar virtualnya lagi dan melihat jam masih ada waktu beberapa menit lagi.
Segera, dia membuka layar virtual lagi dan langsung memasuki fitur pembukaan kartu.
Tak lama, suara sistem datang menanyakan keyakinan tuan rumah untuk membuka kartu pemain tingkat perunggu.
"BUKA!"
Segera, adegan pun menjadi adegan yang sangat familiar sekali.
Dan tak lama, profil pemain muncul.
Nama : Jonathan Urretaviscaya ( 25 tahun )
Posisi : RW
OVR : 69
Skill : Long Shoot
Mental : 48
Pace : 71
Shooting : 68
Passing : 72
Dribble : 69
Defending : 40
Physic : 50
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Setelah melihat atribut atribut pemain yang muncul dari kartu pemain tingkat perunggu ini, Ness merasa bahwa pemain ini normal dan hanya kualitas penggunaan kakinya saja yang lebih bagus.
Namun tak berpatah semangat karena masih memiliki banyak kartu tersisa apalagi mengingat bahwa dirinya sudah mempunyai cukup banyak stok kartu pemain untuk bahan fusi.
Segera, pembukaan kartu pemain tingkat perunggu kedua dimulai.
Dan tak lama, profil pemain juga muncul.
Nama : Marley Watkins ( 24 tahun )
Posisi : RW
OVR : 67
Mental : 73
Pace : 75
Shooting : 64
Passing : 63
Dribble : 68
Defending : 28
Physic : 69
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Melihat atribut pemain ini, Ness merasa bahwa pembukaan kartu pemain tingkat perunggu sekarang tidak akan menghasilkan kartu pemain yang bagus seperti sebelumnya.
Namun itu juga tidak masalah bagi Ness. Ia hanya cukup puas bahwa 2 kartu pemain tingkat perunggu ini berada dalam hal normal.
__ADS_1
Segera pembukaan ketiga dari kartu pemain tingkat perunggu juga dibuka.
Dan tak lama, profil pemain muncul.
Nama : Efrain Velarde ( 29 tahun )
Posisi : LB
OVR : 70
Mental : 75
Pace : 70
Shooting : 59
Passing : 65
Dribble : 65
Defending : 69
Physic : 73
Penggunaan kaki : Kaki kiri
Kaki kiri : 2 bintang
Kaki kanan : 2 bintang
Melihat OVR 70 dari pemain ketiga ini, Ness puas. Namun puas itu segera menjadi kekecewaan karena melihat bahwa kualitas penggunaan kakinya buruk.
Pemain ketiga ini mmiliki posisi yang baru Ness lihat, pasalnya dia belum pernah melihat atau memiliki pemain dengan posisi pemain belakang winger kiri.
Ketika Ness melihat lihat pemainnya ini, handphonenya berbunyi.
Segera ia menutup layar virtual dan mengangkat panggilannya itu.
"Aku di lobby!"
"Ah oke tunggu sebentar."
Ness menerima panggilan dari Raline yang datang menjemputnya dan sudah menunggunya di lobby. Ia segera bergerak keluar dari kamar hotelnya.
Ness menggunakan pakaian yang sangat rapi, atasannya menggunakan kaos polos berwarna hitam di lapisi dengan jas hitam yang sudah ia pesan waktu itu dengan ukuran yang terlihat pas dan menggunakan celana hitam juga.
Berjalan secara perlahan lahan menuju ke arah lobby, tak lama Ness juga menemukan dimana Raline berada.
Setelah sampai di depannya,
"Jadi apakah pertemuan ini aman atau tidak?"
"Aman tenang saja."
"Yasudah."
"Yaa ayo!"
Keduanya berjalan keluar dari hotel dan menuju parkiran dimana mobil Raline berada.
.....
Ketika sedang dalam perjalanan ke rumah Raline. Ness merasa bosan di dalam mobil. Ia pun berpura pura tidur dengan menutup matanya.
Ketika menutup matanya, Ness membuka layar virtual dalam benaknya itu.
Dia kemudian memasuki fitur pembukaan kartu, dan melihat ada 4x kartu pemain tingkat perak belum di buka.
Segera ia pun membuka kartu pemain tingkat perak pertama.
Dan tak lama, muncul profil pemain.
Nama : Rubens Sambueza ( 31 tahun )
Posisi : RW, CAM
OVR : 76
Skill : Technical dribbler
Mental : 86
Pace : 64
Shooting : 73
Passing : 81
Dribble : 78
__ADS_1
Defending : 46
Physic : 71
Penggunaan kaki : Kiri
Kaki kiri : 4 bintang
Kaki kanan : 3 bintang
Melihat atribut pemain ini, Ness lebih merasakan bahwa pemain ini lebih condong atau lebih sering dan lebih bagus bermain sebagai pemain berposisi CAM, melihat bahwa nilai atribut passingnya lebih bagus dan lebih tinggi dari pada nilai atributnya untuk berposisi sebagai winger.
Ness melihat semua atributnya dan kualitas penggunaan kakinya, merasa bahwa pemain ini normal normal saja, dan bisa di bilang Ness juga puas dengan hasilnya.
Segera dia juga membuka kartu pemain tingkat perak keduanya.
Dan tak lama, muncullah profil pemain.
Nama : Stefan Radu ( 28 tahun )
Posisi : CB
OVR : 76
Mental : 75
Pace : 59
Shooting : 64
Passing : 65
Dribble : 68
Defending : 80
Physic : 72
Penggunaan kaki : Kiri
Kaki kiri : 3 bintang
Kaki kanan : 3 bintang
Melihat pemain kedua dari kartu pemain tingkat perak ini, Ness bahwa pemain ini berada dalam keadaan normal, banyak nilai atributnya di bawah 70 walahpun OVR nya 70 lebih.
Kualitas penggunaan kaki juga biasa biasa saja berada dalam tahapan normal.
Namun yang bagusnya adalah defending untuk seorang Centre Back sangat tinggi, Ness juga baru tahu karena baru pertama kali mendapatkan pemain dengan posisi seperti ini.
Meskipun waktu itu Ness mendapatkan pemain Gokhan Gonul dengan posisi RB, CB, Gokhan Gonul lebih condong ke posisi RB nya dan defendingnya normal dimana bisa membantu dalam penyerangan.
Melihat Centre Back dengan nilai defending setinggi ini, Ness juga kaget. Mungkin beear benar seorang pemain bertahan memiliki nilai defending yang tinggi.
Tak mau ambil pusing, Ness segera membuka kartu pemain tingkat perak ketiganya.
Dan tak lama, munculah profil pemain.
Nama : Roberto Soldado Rillo ( 30 tahun )
Posisi : ST
OVR : 75
Skill : Power Header
Mental : 83
Pace : 53
Shooting : 78
Passing : 69
Dribble : 78
Defending : 44
Physic : 69
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Ketika pemain ini muncul, Ness merasa pemain dengan nama Soldado pernah dia ingat dalam kehidupan sebelumnya, namun setelah diingat ingat tidak ada dan tidak mengenalnya, mungkin hanya mengenal secara selewat saja.
Ness melihat bahwa skillnya benar benar untuk penyerang, waktu itu dirinya mendapatkan skill power header seperti ini ada di pemain dengan posisi sebagai gelandang bertahan, namun sudah lupa namanya.
__ADS_1
Melihat bahwa penyerang ini relatif biasa biasa saja, Ness tidak kecewa, ia senang karena ada stok lagi untuk seorang pemain dengan posisi penyerang.