
Pembicaraan antara Ness dan Arif dari pihak Ortuseight menjadi lebih intens dan panas. Yang satu ingin tetap mempertahankan keadaan yang satu ingin merubah. Raline yang berada di samping hanya memperhatikan dan tidak menyela apapun.
Nyatanya, ia juga belajar banyak hal dari Ness yang sedang menegosiasikan kontrak.
“Baiklah, begini saja Tuan Arif, masa kontrak kita kurangi menjadi 4 tahun dengan gaji 60 juta perbulan dan kenaikan gaji sebesar 20% ketika pemain mampu mendatangkan pasar yang bagus untuk perusahaan, untuk kondisi lainnya saya setuju.”
Arif mendengarkan perkataaan Ness yang sedikit longgar dan tak lama dia langsung menyetujuinya.
“Jika sudah sepakat, maka lebih baik ketika pertengahan Januari nanti, anda mengirimkan perwakilan anda ke Belanda untuk melakukan tanda tangan kontrak dengan pemain saya, sekalian melakukan sesi photo dan lain sebagainya sebagai pengenalan bahwa kedua pemain saya sudah menjadi Brand Ambassador produk anda.”
“Baiklah jika begitu, terima kasih Tuan Ness. Saya jamin, saya tidak akan mengecewakan anda.”
“Begitu pula dengan para pemain saya.”
Ness membalikkan perkataan dengan cepat.
Setelah berjabat tangan, Arif langsung pergi meninggalkan Ness dan Raline di café. Dia teringat belum makan siang dan sekalian langsung makan siang saja di café tadi.
….
Makan siang sudah selesai, Ness kemudian kembali ke hotel dan berpisah dengan Raline yang ada urusan penting di kantornya. Ness sangat lega ketika Raline pergi.
Beberapa menit telah berlalu, Ness sudah sampai di hotel dan duduk di sofanya. Ia kemudian mengeluarkan handphone nya untuk menelpon Zain dan Fathur menjelaskan bahwa kontrak sudah di sepakati.
Ketika akan menelpon, suara sistem terdengar.
“Selamat kepada tuan rumah karena berhasil mendapatkan sponsor untuk pemainnya dan menjadi Brand Ambassador untuk sebuah brand.”
“Sistem menghadiahi tuan rumah dengan 2x kartu pemain tingkat perunggu, 2x kartu pemain tingkat perak dan 40 poin.”
Ketika suara sistem sudah selesai Ness langsung
menerima hadiahnya dan benar saja ia sudah mendapatkan tambahan poin dan ada 4x kartu di fitur pembukaan kartu yang belum di buka.
Ness langsung berterima kasih kepada sistem karena sudah baik hati memberikan hadiah.
Ness juga baru tahu bahwa dirinya akan mendapatkan hadiah ketika pemainnya mendapatkan sponsor.
Namun karena kedua nya menjadi Brand Ambassador, hadiahnya meningkat.
Dimaana awalnya adalah 1x kartu pemain tingkat perunggu, 1x kartu pemain tingkat perak dan 10 poin untuk 1 pemainnya, namun karena menjadi Brand Ambassador ia mendapatkan hadiah 2x lipat dari jumlah awalnya.
Sekarang jumlah poin yang dimiliki menjadi 420 poin, Ness ingin membeli kartu pramuka tingkat lanjut di mall, namun teringat bahwa mall di buka setiap awal bulan dan sekarang hanya tersisa 2 hari untuk terbukanya mall.
Awal bulan Januari tersisa 2 hari.
Ness kemudian mengingat rencana keberangkatannya, dia akan berangkat dalam 2 hari. Namun mall di buka dalam 2 hari.
Keadaan menjadi membingungkan, apakah harus menunda keberangkatan dan menandatangani pemain baru lagi dan membawa 3 pemain sekaligus ke Eropa.
Ness bingung.
Memikirkan semuanya, Ness tiba tiba membuka fitur kartu pemain secara tidak sadar. Setelah beberapa saat, dirinya sadar dan terkejut, apakah mungkin hatinya memberi tahu agar jangan bingung dan lebih baik membuka kartu pemain.
Ness tertawa dengan keadaan ini.
Ia kemudian mengikuti kata hatinya dan lebih baik membuka kartu pemain terlebih dulu.
Segera Ness membuka kartu pemain tingkat perunggu pertama.
Nama : Garath MccLeary ( 28 tahun )
Posisi : RW
OVR : 68
Skill : Power Free Kick, Finesse Shoot, Technical
Mental : 55
__ADS_1
Pace : 76
Shooting : 67
Passing : 63
Dribble : 69
Defending : 48
Physic : 68
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Cukup puas dengan pembukaan pertama dari kartu pemain tingkat perunggu ini, Ness memuji bahwa pemain ini harus nya bisa berkembang menjadi pemain perak, namun dia tidak tahu potensi pemain itu.
Segera dia melakukan pembukaan kartu pemain kedua dari tingkat perunggu nya.
Nama : Pablo Barrera ( 28 tahun )
Posisi : RW
OVR : 70
Skill : Speed Dribbler
Mental : 65
Pace : 73
Shooting : 65
Passing : 69
Defending : 45
Physic : 66
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Pembukaan kartu kedua juga cukup memuaskan
dimana kedua nya memiliki kualitas yang bagus dalam penggunaan kakinya mesikipun ratingnya relatif normal karen berada di tingkat perungggu.
Ness kemudian mengalihkan memilih membuka kartu
pemain tingkat peraknya juga.
Segera.
Adegan seperti biasa muncul lagi.
Nama : Nordin Amrabat ( 28 tahun )
Posisi : RW, LW, CAM
OVR : 76
Skill : Speed Dribbler
Mental : 80
__ADS_1
Pace : 78
Shooting : 72
Passing : 75
Dribble : 78
Defending : 53
Physic : 83
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 3 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Ness melihat hasil yang keluar dari kartu pemain tingkat perak ini merasa aneh. Melihat atribut yang sangat bagus dan baik namun kualitas penggunaan kakinya sangat normal. Ini bisa dibilang tertukar dengan pemain pemain tadi yang keluar dari pembukaan kartu pemain tingkat perunggu.
Namun melihat rating 76, Ness masih puas dengan hasil ini.
Segera, ia membuka kartu terakhir. Dimana kartu pemain tingkat perak terakhir.
Adegan yang sama kembali terjadi.
Nama : Sebastian Giovinco ( 28 tahun )
Posisi : CAM, ST
OVR : 76
Skill : Long Shoot
Mental : 80
Pace : 71
Shooting : 71
Passing : 76
Dribble : 83
Defending : 27
Physic : 52
Penggunaan kaki : Kanan
Kaki kanan : 4 bintang
Kaki kiri : 3 bintang
Pemain ini berposisi lebih menyerang, namun jarang sekali pemain dengan posisi CAM, meski sama dengan Fathur, namun posisi CAM akan sulit di tempatkan atau di mainkan di formasi modern.
Ness teringat bahwa pemain ini memiliki nama yang sama dengannya yaitu Sebastian, meski penempatan namanya berbeda namun tetap memiliki nama yang sama.
Kedua kalinya Ness mendapatkan pemain dengan nilai mental 80, ia terkejut ini hanyalah pemain tingkat perak.
Segera setelah semuanya selesai, Ness keluar dari fitur itu dan mematikan layar virtualnya. Ia tidak memikirkan bagaimana harus menandatangani pemain yang akan di beli dari mall itu. Mungkin sudah lupa.
Melihat jam masih sore, Ness bingung harus melakukan apa. Ia kemudian membuka handphone nya yang sempat tertunda barusan.
Dia membuka instagramnya dan melihat berita berita sepak bola di Eropa, dia melihat rumor rumor pemain memanas, menurutnya berpindah tim ketika musim dingin akan terlalu kaku, lebih baik berpindah tim ketika transfer musim panas nanti.
Kemudian, tak sengaja melihat berita tentang pemainnya yang sedang di beritakan.
Disana tertulis, dua talenta muda Sparta Rotterdam hanya memiliki biaya pelepasan sebesar 2 juta euro. Apakah Sparta Rotterdam terlalu meremehkan dua talenta mudanya?
__ADS_1
Ness tersenyum.