Great Broker

Great Broker
Tanda tangani pemain baru


__ADS_3

1 minggu telah berlalu, Ness sudah berada di Indonesia. Dia juga menunggu di Eropa dan tidak ada informasi apa apa dari klub, yang menandakan klub tidak mengkhawatirkan apapun. Ness juga lega, jadi pemainnya bisa pergi dari Sparta Rotterdam setelah 3 tahun nanti dan tidak perlu adanya perpanjangan kontrak.


Terkecuali, jika nanti di kejuaraan UEL, Sparta Rotterdam tampil baik, mungkin akan ada pembaruan kontrak karena takut pemainnya di bajak oleh klub lain, apalagi biaya pelepasannya sangat murah.


Ness yang berada di Indonesia tidak mengabari siapapun. Dirinya sekarang berada di Jakarta dan akan segera menuju ke Malang dan Sleman terlebih dulu, dimana jarak keduanya dekat dan akan mempersingkat waktu.


....


Ness yang sudah ada di kota Malang, sudah menghubungi Ryan Abdullah melalui pesan instagram untuk mempersingkat obrolannya nanti dengan orang tuanya.


Tak lama, Ness pun segera ke alamat cafe yang sudah di tentukan oleh kedua belah pihak.


Setelah Ness datang, adegan di meja menjadi hening.


Meski Ness sudah menjelaskan niatnya melalui pesan instagram pada Ryan, mungkin orang tuanya masih kurang percaya, jadi Ness memperkenalkan dirinya lagi dan memperjelas semua niat kedatangannya.


Orang tuanya tentunya sangat senang dengan kejelasan informasi Ness setelah mengenalkan dirinya, apalagi setelah terjadinya wawancara Ness dulu dan setelah wawancara itu, Ness juga langsung membawa 2 pemain baru dan mereka juga sudah mendapatkan tim.


Jadi orang tuanya senang mengetahui hal itu, ini membuat Ness lega.


Setelah panjang lebar, orang tuanya akhirnya sangat menyetujuinya asalkan anaknya di rawat dengan baik dan mendaptkan klub yang cocok.


Ness tentu saja mengerti.


Ness juga menjelaskan biaya biaya yang akan diambilnya, meski Ness tidak peduli namun tetap harus di bicarakan.


Sebenarnya, Ness tidak terlalu peduli dengan uang itu, namun mengingat kegiatan sehari harinya hanya menghabiskan uang dan tidak ada bisnis apapun, meski mempunyai uang pemberian sistem, jika di pakai terus terusan mungkin akan habis juga.


Setelah penandatanngan Ryan Abdullah, Ness mengatakan untuk bersiap siap saja untuk berangkat, Ness tidak memberi tahu pastinya kapan dia akan ke Eropa lagi.


Dan sekarang juga musim transfer, libur selama 2 bulan kurang lebih, dan liga juga dimulai lagi antara akhir Juli dan awal Agustus yang masih sangat lama.


Ness masih memiliki waktu 1 bulan lebih.

__ADS_1


Penandatanganan Ryan Abdullah berjalan mulus, Ness juga tidak menyangka bahwa dirinya sudah sedikit dipandang sampai sampai ada yang mengerti dan tau tentangnya.


Justru yang sebenarnya adalah orang tua Ryan Abdullah dan Ryannya sendiri tidak menyangka bahwa mereka akan mendapatkan pandangan dari agen Indonesia yang berkarir di Eropa.


Meski Ness sudah memiliki reputasi yang sedikit lebih di Indonesia, namun itu tidak bisa disandingkan dengan agen agen Indonesia yang sudah profesional, dimana mereka akan menawarkan pemain pemain asing klub klub Indonesia.


Jadi Ness belum menjadi top agen yang benar benar dikenal di Indonesia, jadi jika Ness ingin mempermudah semuanya berjalan lancar, dirinya harus memiliki wawancara lagi sehingga memiliki reputasi yang cukup.


Apa yang tidak disadari oleh keempat orang tadi saat mengobrol adalah adanya seorang reporter dan timnya yang sedang makan siang di cafe tersebut.


Photographer dari tim reporter tersebut juga memotret beberapa photo keempatnya yang sedang membicarakan hal penanda tanganan tadi.


Ness tidak tau itu.


Setelah pergi dari cafe juga Ness langsung menuju Sleman.


....


Setelah sampai di Sleman, Ness tidak langsung menuju rumah Bima Athallah karena dia merasa sedikit lelah karena perjalanan yang terus terusan dan tidak ada istirahatnya.


1 hari telah berlalu.


Di pagi hari, Ness seperti biasa melakukan sarapan, namun saat sudah selesai sarapan, Ness menemukan telponnya berbunyi dan melihat itu adalah Zain.


Mungkin hanya Zain yang sering menelpon Ness karena diantara para pemainnya Zain adalah seniornya.


Ness menjawabnya.


Zain langsung berbicara mengatakan bahwa Ness ada dalam 1 berita.


Ness mengerutkan kening ketika mendengar kata berita. Pasalnya dia juga pernah masuk berita namun di Paris. Dia juga jadi teringat apakah ada kejadian yang sama sampai sampai dirinya masuk berita.


Ness menanyakan berita apa, Zain menjelaskan bahwa itu ada di berita biasa namun gelombang berita itu sangat panas dan ramai, apalagi berita bola.

__ADS_1


Zain juga memberi tahu bahwa PSSI juga sudah memberikan respon atas kedatangannya ke Indonesia kali ini.


Dalam berita itu, Ness yang sedang menandatangani Ryan Abdullah di potret oleh tim reporter kemarin dan langsung membuat publik heboh, apalagi untuk para pemain muda.


Mereka menantikan kedatangan Ness yang merupakan agen untuk para talenta muda.


Zain mengatakan bahwa PSSI merespon itu karena mereka telah melihat bahwa 4 pemain muda Indonesia berkarir di Eropa dan sudah sukses, jadi PSSI segera merespon dalam sebuah wawancara dimana PSSI mengatakan :


'Sebetulnya, kami pihak PSSI sudah mencari kontak Tuan Ness selama beberapa bulan terakhir setelah wawancaranya di tayangkan, namun masih tidak bisa menemukannya. Kami juga pihak PSSI sangat berterima kasih padanya karena telah memberikan talenta talenta muda Indonesia kesempatan berkarir di Eropa.'


'Jadi, sekalian saja saya sangat berharap bahwa Tuan Ness bisa memiliki waktu untuk mengunjungi kami pihak PSSI dan mengobrolkan sesuatu. Kami hanya bisa melakukannya melalui wawancara terbuka seperti ini karena kami tidak memiliki kontak Tuan Ness.'


Setelah Ness mendengar perkataan Zain dimana PSSI merespon kedatangan dirinya ke Indonesia, Ness terkejut.


Tapi hanya sebentar dia kembali normal lagi, dan langsung mengerti. Namun dia tetap mengabaikannya.


Setelah menutup panggilan, Ness langsung menuju kerumah Bima Athallah untuk mempersingkat waktu.


Ness telah memberikannya pesan melalui instagram, sama seperti pemain pemain sebelumnya.


Beberapa menit kemudian, Ness yang sudah sampai pun sudah ditunggu oleh Bima Athallah dan ibunya di luar rumah.


Ness memperkenalkan diri namun segera di tahan oleh ibunya Bima.


Ibunya Bima telah mengenal atau mengetahui Ness dari anaknya yang sering membicarakann Ness sebelum dirinya menerima pesan.


Bima juga merupakan salah satu dari ribuan talenta talenta muda Indonesia yang berharap di hubungi oleh Ness, dan ternyata harapannya menjadi kenyataan.


Jadi Ibunya Bima juga sangat penasaran. Meski keluarga Bima termasuk keluarga dari jajaran kelas atas namun karena didikan yang baik, Bima menjadi anak yang baik dan tidak sombong seperti Jamil.


Semenjak Ibunya menahan perkataan Ness, Ness merasa aneh. Namun Ibunya juga segera berkata bahwa dia mengenalnya dan sudah tau tujuannya. Dia hanya ingin tahu rencana apa yang akan dilakukan Ness untuk anaknya itu.


Ness benar benar terkejut karena pihak lain sudah mengenalnya dan mengetahuinya, apalagi tiba tiba meminta dirinya langsung to the point.

__ADS_1


Ness hanya bisa mengikuti permintaan ibunya Bima saja, dan segera berkata.


__ADS_2