
Sehari telah berlalu setelah pengenalan dan ikut sertanya kedua pemainnya itu dalam pelatihan Rennes.
Di saat mereka berlatih di hari pertama, Ness lamgsung pergi setelah menonton sebentar, dia berencana mencari penginapan di sekitar supaya pemainnya bisa lebih dekat dari arah klub.
Ness mendapatkan penginapan dengan mudah karena ternyata ada penginapan beberapa puluh meter dari kantor klub Rennes.
Melihat keadaan di penginapan, Ness merasa cukup baik dan langsung melakukan penyewaan selama 7 hari terlebih dulu.
Dia menyewa 1 kamar untuk 2 pemainnya dan 1 untuknya. Ness juga tidak berencana pulang ke Paris karena harus menemani pemainnya dulu sampai dipastikan berhasil.
Ness juga menetapkan tujuan dekatnya yaitu kembali ke Belanda sebelum pertengah bulan ini, karena Ortuseight akan datang kepada 2 pemainnya itu dan Ness harus mendampinginya.
Dalam latihan hari ini Ness tidak mengantar mereka berdua karena mereka ingin pergi sendiri dan membiasakan diri.
Ness juga tidak mempermasalahkannya karena jaraknya cukup dekat jadi pemainnta tidak akan tersasar.
...
Beberapa hari kemudian, Ness hanya sesekali datang ke tempat latihan dimana itu adalah hari ke 5 latihan kedua pemainnya bersama tim. Dia melihat pemainnya itu sudah memiliki beberapa teman, ada yang muda dimana mereka seumuran dan ada senior yang selalu bercanda pada mereka.
Mungkin pemain senior ingin membuat kedua pemain muda asal Indonesia itu nyaman berada di klub.
Ness sungguh berterima kasih pada pemain itu karena sudah membantunya membangun momentum agsr pemainnya lebih nyaman.
Sore harinya, Ness yang berada di kamar penginapannya mendapatkan ketukan di pintu kamarnya, dia membukanya dan menemukan dua pemainnya itu.
Ness menyuruhnya masuk.
"Ada apa?"
"Kakak, besok pelatih akan mengadakan game internal, dimana 2 hari selanjutnya akan diisi dengan game internal dan ingin melihat kondisi kita bermain."
Jamil berkata begitu karena dirinya sudah diberitahu oleh pelatih.
Pelatih Rennes juga sudah menilai kedua pemain Jamil dan Jefri itu dalam catatannya yang ditulis oleh asistennya.
__ADS_1
Pelatih cukup puas dengan keseriusan kedua pemain muda itu ketika berlatih dan semangat kerja kerasnya membuat para pemain lain ikut termotivasi yang membuatnya senang.
Pelatih juga memiliki beberapa asumsi mungkin para pemain lainnya takut tersaingi oleh kedua pemain muda baru itu jadi mereka ikut bekerja keras dalam latihan.
Beberapa waktu yang lalu, pelatih juga mengirim keduanya untuk melakukan tes kebugaran dimana hasilnya cukup memuaskan. Pemain yang masih muda namun memiliki standar pemain profesional ini membuatnya terkejut dan sedikit kagum.
Nilai kedua pemain muda itu di mata pelatih sudah mendapatkan lampu hijau, namun tetap saja pada akhirnya apakah kedua pemainnya bisa menampilkan permainan yang baik dan bagus atau tidak dalam.game internal nanti.
Pelatih juga ingin melihat seberapa besar pemahaman kedua pemainnya itu ketika nantinya akan di terapkan dengan formasi dan beberapa skema dan konsep formasi, apakah hasilnya akan bagus atau tidak, cocok atau tidak.
Jadi pada akhirnya, pelatih hanya bisa berharap bahwa ke dua pemainnya itu memenuhi harapannya.
Ness yang berada di sebrang kedua pemainnya itu mendengar perkataan mereka dan cukup senang dan mengucapkan selamat.
"Ingat, tampilkan yang baik, tidak selalu harus selalu menang dan mencetak gol. Intinya kalian paham konsep formasi pelatih dan skema yang dibuatnya. Jangan buat pelatih merasa bahwa kalian tidak mengerti skema dan konsepnya. Jadi cobalah mendengarkan intruksinya meski sedikit berbeda dengan penilaian dan pemikiran di dalam lapangan, pelatih lebih tau jadi cobalah yang terbaik!"
Ness mengingatkan dan memberikan beberapa saran karena menururnya inilah saat saat penting dimana para pemainnya apakah lulus atau tidak.
Jika lulus ya klub akan menawarkan kontrak pada pemainnya, jika tidak ya mungkin mereka hanya mengikuti latihan saja, dan Ness harus segera mencari klub lain.
Setelah malam tiba, Ness mengajak keduanya untuk makan malam di luar.
Makan malamnya terbilang biasa seperti hari hari sebelumnya dan tidak ada hal yang spesial.
Kembali ke penginapan, Ness langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia sedang memikirkan tujuan akhirnya itu, dia memikirkan butuh berapa waktu agar Indonesia tampil di piala dunia.
Melihat waktu sekarang tahun 2017, berarti tidak mungkin mengikuti piala dunia tahun depan, yang memungkinkan tahun 2022 nanti.
Dimana para pemainnya akan memiliki umur yang sudah cukup dewasa. Zain dan ketiga lainnya saat ini memiliki umur 18 tahun, dimana 2017 ke 2022 membutuhkan 5 tahun jadi mungkin pemainnya itu bisa mengikuti piala dunia di umur 23 tahun asalkan Ness bisa bergerak cepat dan membantu para talenta muda bermain di Eropa.
5 tahun!
Ness mengucapkannya dengan pelan.
Disaat 5 tahun kedepan, dirinya berumur 30 tahun yang tidak muda lagi namun memiliki kontribusi yang sangat besar bagi negaranya.
__ADS_1
Tak lama handphone nya berdering.
Panggilan tersebut adalah Zain.
"Kakak, aku dan Fathur mendapatkan pesan dari PSSI, menyatakan kami berdua terpilih untuk mengikuti pelatihan tim Nasional untuk turnamen AFF nanti."
Ness yang berada di sebrang itu terkejut, apakah tidak terlalu cepat. Sekarang liga sedang panas, apakah sangat harus pergi ke timnas sekarang.
"Kapan?"
"Bulan depan, Februari. Turnamen AFF dimulai."
"Ohh, jika memang begitu, kamu harus mendaptkan izin dari klub terlebih dulu apakah klub mengizinkan kamu pergi atau tidak."
Ness mengatakan itu karena AFF tidak termasuk dalam turnamen yang di naungi oleh FIFA MATCHDAY, jadi mungkin klub juga akan sulit memberi izin.
Jika itu Piala Asia mungkin klub akan mengizinkannya, karena itu FIFA matchday dan liga klub juga akan sedikit meringankan karena semua negara akan melakukan FIFA matchday.
Namun jika ingin mengikuti Piala Asia, Indonesia harus setidaknya juara atau urutan kedua dari piala AFF agar bisa mengikuti piala Asia.
Dimana juara piala Asia bisa mengikuti piala konfederasi FIFA.
Dan jika Indonesia ingin mengikuti piala dunia, Indonesia harus memasuki jajaran tim tim kuat di zona Asia. Yang setidak bisa bersaing dan memperebutkan kuota Asia untuk mengikuti piala dunia.
Namun Ness juga berasumsi bahwa klub pasti mengizinkannya karena PSSI juga harus membuat surat permintaan kepada klub agar memberikan izin pemainnya mengikuti panggilan tim nasional.
"Baiklah kakak, saya akan mencoba berbicara dengan pelatih nanti."
"Oke, semangat terus dan selamat untuk kalian berdua."
Ucap Ness sebelum menutup panggilannya itu.
Ness mendesah.
Ness hanya bisa berharap pemainnya memberikan kontribusi yang cukup nantinya di piala AFF dan tidak mengecewakannya karena mengingat kedua pemainnya belajar di luar Asia.
__ADS_1