
Pagi pagi buta Hande Ercel melakukan panggilan kepada Ness, dimana Ness tidak tahu sama sekali alasan panggilan Hande Ercel itu, namun dia tetap mengangkatnya.
"Halloo."
"Haii."
"Ada apa melakukan panggilan pagi pagi sekali? Apakah ada sesuatu?"
"Emmmm."
Hande Ercel seakan berpikir bagaimana mengungkapkan kalimatnya supaya terdengar lebih baik dan tidak membuat orang lain merasa tersinggung.
"Itu, soal berita tadi malam, maaf sekali."
Alasan Hande Ercel melakukan panggilan pagi pagi buta kepada Ness karena dirinya ingin meminta maaf, mengjngat dirinya dan Ness masuk dalam sebuah berita gosip.
Hande Ercel tidak mempermasalahkannya, namun dia merasa sedikit tidak enak karena orang asing yang tidak tau apa apa terbawa masuk dalam lingkaran gosip.
Biasanya ini tidak terjadi, namun karena ketampanan Ness, si perekam juga jadi penasaran makanya merekam.
Si perekam yang jauh entah dimana juga tidak menyangka bahwa vidio hasil rekamannya akan di ambil sebuah acara berita dan jumlah view di kanal youtube nya pun meningkat tajam.
Hande Ercel sudah sering terkena berita berita gosip, namun kali ini berbeda karena orang ini tidak ada berada di dunia hiburan jadi mungkin akan membuatnya sedikit kesal dan risih.
Memang benar pemikiran Hande bahwa Ness sedikit kesal mengingat dirinya masuk berita, meskipun beritanya bukan tentang penangkapan narkoba namun tetap saja dirinya jadi bahan gosip orang lain.
"Oh tidak apa, mungkin kamu dan aku juga sama sama tidak tahu bahwa ada yang merekam, jadi lupakan saja."
Meski berkata demikian, Ness masih merasakan sedikit rasa kesal dalam hatinya.
"Aku tidak enak, kita baru saja bertemu dan tiba tiba aku membawamu ke dalam sebuah gosip."
Hande tetap bersikeras.
Hande Ercel awalnya di ingatkan oleh managernya yang selalu mengurus segala kebutuhannya itu untuk tidak merespon apapun dalam berita kali ini, meski manager Hande Ercel mengatakan begitu, dirinya juga tidak menyangka bahwa Hande Ercel bisa bertemu dengan seorang pria tampan hanya dengan kebetulan saja dan itu masih di taman.
Dia juga mengatakan apa identitas sebenarnya dari pria misterius yang ikut dalam berita gosipnya itu.
Hande Ercel memberi tahunya karena sudah tau dari kartu nama Ness. Sang manager yang awalnya membantah untuk tidak mengungkap atau merespon dan meminta maaf pada Ness itu seketika berubah.
Dia langsung berpikir cepat mengenai situasi ini.
Walaupun manager itu termasuk orang yang gegabah namun dia juga sedikit pemikir dan berpandangan jauh ke depan.
__ADS_1
Sikap manager itu berubah karena Ness agen sepak bola, dimana para bintang sepak bola memiliki nilai yang hampir sama dengan para aktris, aktor dan juga model dalam pasar dunia.
Mulai dari kepopuleran, kekayaan dan martabat.
Apalagi mengingat kalo sang agen pasti mempunyai jaringan yang luas, ia juga ingin perusahaannya memiliki jaringan yang luas, meski sudah mempunyai jaringan namun itu hanya sebatas bos bos dari perusahaan yang serupa yaitu dunia hiburan lagi.
Namun jika dirinya memiliki hubungan dengan agen sepak bola yang memiliki jaringan luas, mungkin perusahaannya akan menarik sponsor sponsor untuk mendukung model dan aktor atau aktris perusahaannya yang dimana akan membuat perusahaannya semakin besar.
Sikap manager itu berubah dan langsung meminta Hande Ercel menghubunginya dan meminta maaf, meski tidak di suruh Hande Ercel memang akan melakukannya karena tidak enak dan dia juga sedikit penasaran dan kagum dengan Ness, meski hanya lewat pertemuan sekejap mata.
Ia di buat penasaran.
"Baiklah, aku maafkan. Sudahkan?"
Ness menjawab dengan simple dan tak mau ribet lagi.
Hande Ercel yang berada di sebrang panggilan itu mendengar ucapan Ness yang dingin tertegun.
Pria ini!
Misterius!
Dingin!
"Kamu memaafkanku begitu dingin, tapi kemarin kamu malah terlihat gugup ketika aku ajak bicara."
Hande Ercel menjawab dengan pas yang membuay Ness skakmat. Ness merasakan malu dalam dirinya. Ia tidak menyangka hal itu diingat oleh Hande Ercel.
"Euhh, itu hanya karena kamu datang tiba tiba. Intinya aku sudah memaafkan dan tidak mempermasalahkan hal itu, jadi tidak apa apa. Mungkin yang terganggu adalah kamu karena kamu seorang model dan aktris dimana digandrungi para fans termasuk para pria yang mendambakanmu."
Ness membalasnya dengan ketir supaya pihak lain tidak membuatnya malu lagi.
Benar saja, Hande Ercel yang berada di sebrang telpon langsung terdiam. Ia terdiam sebenarnya bukan karena perkataan Ness yang ketir itu namun karena merasa Ness sedikit mengkhawatirkannya.
"Baiklah, sebagai perminta maaf aku akan mengajakmu makan malam, bagaimana?"
"Apakah kamu bodoh? Kamu hanya akan masuk berita lagi jika makan malam bersama."
Ness membalas dengan cepat merasa bahwa dirinya sangat benar. Hande Ercel tersenyum.
"Tapi jika tidak makan malam di luar bagaimana?"
Ness terdiam mendengar perkataan Hande Ercel.
__ADS_1
Wanita licik ini!
"Kalau tidak makan malam di luar mau dimana? Apakah kamu sebegitu inginnya meminta maaf padaku?"
Meski obrolan mereka seperti orang yang sudah lama kenal namun nyatanya ada sedikit kecanggungan dan kewaspadaan dalan setiap nada bicara Ness yang membuat dirinya terlihat seperti menghindar.
Kecanggungan Ness karena dia merasa benar benar asing dengan wanita ini, walau dia familiar dengan namanya namun itu hanya sekedar nama dan bukan kenalan.
Namun apa yang tidak disangka Ness adalah pihak lain begitu sengaja mengakrabkan dirinya.
"Di rumahku, aku punya rumah di Paris karena kebutuhan pekerjaan selanjutnya yang memungkinkan aku tinggal sedikit lebih lama disini, jadi aku membelinya supaya lebih nyaman."
Ness benar benar terdiam mendengar perkataan wanita di sebrang panggilannya itu.
Apakah sebegitu harusnya makan malam sebagai perminta maaf?
Ness mau tak mau bertanya dalam hati.
Segera, suara sistem terdengar.
"Mungkin karena tuan rumah tampan, misterius dan berkharisma yang membuat orang lain penasaran."
"Pengingat : Lebih baik terima saja, dan sistem akan memasukkannya sebagai tugas pemicu dan sistem akan memberikan hadiah kepada tuan rumah."
"Pengingat : Tuan rumah ingat tugas pemicu awal, dimana tuan rumah bisa mendapatkan hadiah misteriius jika memiliki pasangan hidup."
Ness tertegun dengan pengingat sistem itu.
Dia kemudian mengumpat dalam hatinya.
'Apakah ini sistem Great Broker dimana seorang agen sepak bola yang hebat atau sistem biro jodoh?'
"Sistem ini merupakan sistem Great Broker, namun sistem juga harus menjaga kestabilan emosi dan kenyamanan tuan rumahnya supaya kedepannya lebih nyaman bekerja sama. Sistem juga harus membantu tuan rumah memiliki masa depan cerah yang hebat dan cerah."
"Berterima kasihlah pada sistem ini, Tuan rumah! Hehe!"
Gilaaa!
Ness mengumpat lagi.
Sudah tak tahan.
Ini merupakan sistem aneh, sistem konyol.
__ADS_1
Namun meski begitu, dirinya juga sangat tertarik dengan hadiah hadiah yang memungkinkan para pemain pemainnya menjadi lebih hebat dan Indonesia juga memiliki masa depan yang cerah di masa depan nanti.