
Tak terasa usia kandungan Anna telah masuk usia bulan ke empat, perutnya sudah semakin membesar, beberapa bagian tubuhnya juga lebih berisi.
Anna hanya tertidur diatas kasur seharian, semakin usia kandunganya bertambah, Anna juga makin bertambah malas, kini tanpa dibantu Zidan, Anna sulit untuk bangun, apalagi berpindah dari ranjang ke kursi rodanya.
ranjang itu kini benar-benar dikuasai Anna, seluruh bagianya dipenuhi bungkusan kosong makanan ringan, begitulah kegiatan Anna setiap harinya, tidur lalu makan.
"ini udah malem, jangan makan terus" ujar Zidan sambil menaruh makanan ringan yang ada ditangan Anna. dengan telaten Zidan mengusap wajah Anna dengan handuk basah, tak lupa tangan, kaki dan ketiaknya.
Zidan mengangkat Anna pada kursi roda, lalu mendorongnya kearah kamar mandi. istri kecilnya kini benar-benar seperti seekor lembu, jarang membersihkan diri apalagi mandi.
Zidan membuka mulut Anna paksa, lalu menggosok mulut Anna.
Zidan menikmati masa-masanya mengurusi istri yang sedang mengandung buah cinta mereka, tanpa lelah dia selalu ada disamping Anna walau pekerjaanya tak dapat ditunda.
setelah selesai menggosok gigi, Zidan membuka pakaian Anna paksa, walaupun Anna sering kali menolak, tapi kali ini dia menurut bagaikan seekor kucing, Anna sadar, Zidan melakukan semua itu agar dirinya dan bayi mereka tetap sehat.
__ADS_1
setelah berganti pakaian Zidan membawa Anna menuju ranjang, Zidan menghela nafas panjang, ranjang itu benar-benar kotor, tanpa berkata apapun Zidan mulai membereskan-nya.
namun perasanya mendapati sesuatu, "kamu ngompol ya?" tanya Zidan karna tangan-nya merasakan sesuatu yang basah.
"enggak, itu ketumpahan air minum" elak Anna tak ingin disebut ngompol.
Zidan kembali menghela nafasnya dalam, lalu dirinya mengambil betcover dari dalam lemari, dan menyimpanya diatas karpet, beberapa bantal juga di ikut sertakan, setelah kasur dadakan itu jadi, Zidan mengangkat Anna, lalu menurunkanya diatas karpet tadi.
Zidan juga ikut berbaring sambil menyelimuti istri tercinta. perlahan tangan lembut itu memeluk tubuhnya, Anna menelusupkan kepalanya didalam dada bidang suaminya.
mata mereka mulai terpejam, hanyut dalam pelukan hangat menuju mimpi yang indah.
…
pagi yang cukup melelahkan, sebelum matahari benar-benar naik, Zidan terlebih dahulu bangun, menjalankan rutinitas paginya setelah kandungan Anna bertambah besar.
__ADS_1
Zidan segera membereskan sprai yang basah, lalu mengambil keranjang cucian dari kamar mandi,
Zidan mulai membersihkan rumahnya, lalu menyiapkan sarapan.
setelah semuanya selesai, Zidan kembali kedalam kamar, dilihatnya Anna sedang berusaha bangkit menaiki kursi roda, tanpa pegangan ditambah perut yang semakin besar membuatnya kesusahan.
"gak usah maksain kalau gak bisa" suara itu terdengar lembut mendekat kearah Anna.
"memangnya mau kemana pagi-pagi gini?" tanya Zidan sambil mengangkat Anna naik keatas kursi rodanya.
"mumpung masih pagi, mendingan beres-beres rumah dulu" ujar Anna.
"gak usah, itu udah jadi tugas aku, lebih baik kamu perhatiin anak kita ya, gak usah mikirin hal lain" ujar Zidan sambil mengelus perut Anna lembut.
sebenarnya Anna merasa malu, tugas yang harusnya dijalankan olehnya malah dikerjakan oleh suaminya.
__ADS_1
sungguh Anna wanita tak berguna, "maaf" ujar Anna lembut, "maaf untuk apa?, anak ini anak aku juga, mana mungkin aku sebagai ayahnya membiarkanya menderita" ujar Zidan lembut lalu mencium perut buncit Anna dengan penuh kelembutan.