Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
Rezi


__ADS_3

Mentari terbit dengan sangat indah, bayi kecil itu menangis kencang kala tangan Ningsih terulur mengangkatnya kedalam gendongan.


"gak mau digendong nenek ya?" ujar Ningsih sambil mencubit lembut pipi cucu pertamanya.


namun tangis bayi itu masih sangat kencang, perlahan Anna menggendong bayi kecil itu, membawanya kedalam dekapan hangat seorang ibu. seketika bayi itu terdiam, dengan sentuhan lembut Anna, bayi tampan itu perlahan tenang.


"gimana kalian sudah siapkan nama untuk bayi kalian?" tanya Hardi, Anna menatap wajah suaminya, perlahan Zidan tersenyum, membelai lembut pipi putranya.


"sesuai usulan para penggemar, namanya Hafizh Ramadan Zian Alfarezi" sebuah nama terlantun indah dari mulut Zidan, membawa do'a dan harapan yang sangat besar, sebuah nama yang berarti memelihara, do'a dan harapan selalu Zidan sertakan, karna Hafizh bisa disebut anak diluar nikah, Zidan ingin putranya bisa memelihara dirinya.


dan arti nama itu bisa jadi sebuah semangat, Zidan ingin putranya bersemangat untuk menjalankan hidup, sesulit apapun kehidupan-nya kelak, Zidan yakin putranya bisa melewati segala rintang cobaan yang akan menghadang.


"wah dek Rezi, sini tante gendong" seru Eliza yang baru saja datang, dengan semangat wanita itu menghampiri Anna, mencoba mengambil bayi tampan yang ada digendongan-nya.

__ADS_1


"mas lihat dek Rezi ganteng banget" ujar Eliza dengan senyuman mengembang, wajah tampan nan mempesona itu berhasil memikat hatinya.


namun nampaknya Ardi terlalu lelah, pria itu tak ingin mendengarkan kebisingan, setelah semalaman suntuk tak tidur karna terlalu sibuk mengurus perlengkapan Anna, pagi ini Ardi disibukan dengan rengekan Eliza yang ingin segera ke rumah sakit.


Ardi membaringkan tubuhnya diatas sofa, perlahan matanya tertutup dan mulai tertidur lelap.


nampaknya Eliza tak menyerah, sambil menggendong Rezi, Eliza menggoda suaminya.


semua orang hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat pasangan lama yang sedang dalam masa hangat-hangatnya.


tak lama ketukan pintu membuat semuanya terdiam, Zidan segera membuka pintu itu, dilihatnya Sinta, sambil menenteng sebuah bungkusan, wanita itu nampak bahagia.


"mama" gumam Anna pelan, perlahan Sinta mendekat kearah Anna, tubuh itu langsung mendekap Anna erat, putrinya kini telah berhasil, putri kecilnya sudah menjadi wanita dewasa.

__ADS_1


tak terasa air mata keduanya menetes, rasa rindu itu kini terbayar sudah, Sinta mengecup kening putrinya, putrinya itu adalah wanita yang sangat hebat, rasa bangga dan bahagia terpancar dari wajahnya.


"cucu mama mana?" tanya Sinta sambil menghapus air matanya, perlahan Sinta mendekat kearah Eliza, mencium pipi cucunya lembut.


sebuah kebahagiaan yang tak akan datang dua kali, Sinta sangat bahagia.


kini kebahagiaan itu makin lengkap, seluruh keluarganya ada disana, Anna sangat bahagia, setelah pengorbanan dan perjuangan-nya selama ini, kini semuanya berbuah manis.


sebuah akhir yang indah, cerita yang berakhir dengan kebahagiaan.


walaupun banyak rintangan menghadang, sakit, luka, lika dan liku sudah menjadi skenario perjalanan panjang.


namun yakinlah, kebahagiaan akan datang pada mereka yang mau berubah, bukan pada mereka yang punya harta dan tahta. Keajaiban itu nyata, tak ada yang mustahil jika memang sudah menjadi takdir.

__ADS_1


Bila hidupmu saat ini masih gitu-gitu aja, cobalah bercermin, lihat kekurangan yang ada pada dirimu, rubahlah walaupun sulit, percayalah setelah itu kau akan jadi manusia yang paling baik.


__ADS_2