
Mobil putih itu masuk kedalam halaman, perlahan Zidan membangunkan Anna yang masih tertidur lelap, "dek bangun" ujar Zidan sambil menggoyangkan pipi Anna lembut, namun mata itu belum juga terbuka.
Zidanpun menggendong Anna masuk ke dalam rumah, walaupun lelah, tapi Zidan tak pernah mengeluh, kini Anna adalah tanggung jawabnya, dan Zidanlah satu-satunya orang yang Anna miliki, kalau bukan pada Zidan, pada siapa lagi Anna akan bergantung?.
perlahan Zidan menurunkan Anna diatas ranjang, namun gadis kecil itu tak mau melepaskan Zidan begitu saja, tangan itu memeluk leher Zidan erat.
Zidan membaringkan tubuhnya disamping Anna, tangan-nya memeluk Anna erat, perlahan rasa kantuk itu mulai menyerang, mata Zidan tertupup, hanyut dalam belaian hangat sebuah mimpi.
mata Anna perlahan terbuka, menatap wajah itu dalam dan sunyi, wajahnya yang teduh membuat Anna nyaman saat memandangi nya.
suaminya itu bagaikan sebuah misteri, misteri yang tak kunjung terkuak, masih banyak sesuatu dari Zidan yang tak Anna ketahui, tak ingin masuk terlalu dalam, Anna kembali memejamkan matanya.
pasangan itu akhirnya benar-benar pindah ke alam mimpi yang jauh lebih indah dari pada kenyataan.
__ADS_1
…
malam semakin larut, mata Zidan terbuka, rumah itu nampak gelap gulita, Zidan teringat kalau tadi dirinya belum sempat menyalakan lampu.
Zidan bangkit dari tidurnya, menyalakan lampu-lampu rumahnya. Zidan teringat dengan bungkusan obat yang dibelinya dari apotik, mobil itu perlahan dibuka, Zidan mulai mencari bungkusan tersebut.
setelah menemukan-nya Zidan kembali menutup pintu mobil, namun pandangan-nya tertuju pada sesuatu, lampu rumah yang ada disebrangnya menyala terang.
"perasaan rumah itu kosong" gumam Zidan pelan, tak mau ambil pusing, akhirnya Zidan kembali kedalam kamar, pendangan-nya tertuju pada ranjang, namun Anna tidak ada disana, lama Zidan mencari, ternyata gadis cantik itu baru selesai membersihkan diri.
tangan-nya terulur, mengambil baju yang di inginkan Anna. "hebatnya udah bisa bangun sendiri" puji Zidan namun rasa mengejek, Anna untuk bangun saja sulit, kalau Anna tertidur, saat bangun Anna akan seperti kuka-kura yang tidur terlentang.
Anna tak menggubris, dia langsung mengenakan pakaianya.
__ADS_1
"jangan ngambek dong, sini mas kasih hadiah mau?" bujuk Zidan agar istrinya itu tidak marah.
perlahan Zidan mendorong kursi roda Anna lalu menaikan Anna keatas ranjang, Zidan menyingkapkan kaus yang Anna kenakan, lalu tanganya membawa bungkusan obat yang tadi di beli dari apotik.
"itu buat apa?" tanya Anna, saat tangan Zidan akan memakaikan krim pada perutnya.
"kata petugas apotik sih ini buat sterek mart, set mat, apalah itu, yang penting ini buat perut ibu hamil biar gak ada garis-garis" ujar Zidan gelagapan, perlahan tangan-nya mengusap perut Anna lembut, membaluri perut itu dengan krim yang dia sebut sterek matr (sterch mark : garis-garis pada kulit, terutama pada perut, yang disebabkan oleh distensi kulit dari obesitas atau saat kehamilan).
sentuhan yang Zidan berikan terasa lembut dan kasar pada saat yang bersamaan, membuat sebuah sensasi yang baru dirasakan Anna untuk pertama kalinya.
"mungkin sulit merawat seorang ibu hamil sekaligus cacat" ujar Anna pelan, "kenapa ngomong gitu?, semua ini udah takdirnya, mungkin kita diberi ujian seperti ini itu karna tuhan percaya kita mampu" balas Zidan,
Anna sangat bersyukur karna tuhan memberinya Zidan untuk menemani sisa hidupnya, pria tampan yang dikagumi sejuta umatm.
__ADS_1
…maaf ya kalu penulisan autor juga salah, kalau salah bisa langsung komentar, komentar kalian menentukan masa depan autor. semangat semuanya, terima kasih…