
Hari ini Anna dan Zidan berniat menjenguk orang tua Zidan yang tinggal di fila, sejak pernikahan mereka hari itu, Zidan dan Anna tak pernah lagi mendapatkan kabar dari orang tuanya.
untuk beberapa hari mereka akan menginap, sekalian represing dari kerjaan Zidan yang makin hari makin menumpuk.
Zidan tengah membereskan beberapa oleh-oleh yang akan ia bawa ke fila nanti, namun nampaknya Eliza mengetahui tujuan Zidan dan Anna akan kemana, wanita itu mendekat kearah Anna yang sedang membungkus beberapa pakaian.
"mau pergi ya?" tanya Eliza lalu duduk disamping Zidan, dengan segera Zidan menjauh lalu membungkus oleh-olehnya didekat mobil.
"iya mbak, kami mau jenguk ibu sama bapak" jawab Anna.
"kalau gitu, saya boleh ikut gak?, soalnya mas Ardi masih diluar kota, saya takut kalau ada sesuatu sama saya gimana?" ujar Eliza penuh kedustaan, mana mungkin takut sendirian dirumah, pemukiman ini padat penduduk, untuk apa takut.
Anna melirik kearah Zidan, pria itu tak menampilkan ekpresi papaun. "boleh" jawab Anna, rasanya tak enak bila harus menolak permintaan orang lain, apalagi tetangganya sendiri.
__ADS_1
"kalau begitu kapan nih berangkatnya?" tanya Eliza antusias.
"besok pagi" jawab Anna singkat lalu mulai membereskan barangnya kembali.
sebenarnya Anna kurang rela kalau Eliza ikut, niat awal Anna dan Zidan pergi ke fila itu untuk kumpul keluarga, tapi hati Anna terlalu baik, dia mengijinkan Eliza untuk ikut karna Anna tak tahu caranya untuk menolak.
…
malam semakin larut, namun Anna masih sibuk mengemas barang-nya, beberapa pakaian ia masukan kedalam koper, tak lupa selimut Anna lipat lalu ditumpuk diatas koper agar saat besok akan pergi, hanya tinggal mengambilnya saja.
"maunya sih gitu, bawa kasur biar bisa tiduran, tapi kayanya gak bisa" ujar Anna kecewa.
"dek kita cuman tinggal beberapa hari aja difila, gak usah bawa barang banyak kaya yang mau pindahan" ujar Zidan.
__ADS_1
"mas anggap adek itu apa?, adek itu lagi hamil, ibu hamil gak cukup kalau cuman makanan sama pakaian aja, mereka juga butuh kehangatan" ujar Anna, menjadi ibu muda membuat Anna sangat khawatir, jadi Anna akan berusaha melakukan yang terbaik untuk melindungi buah hati mereka.
"mas tau, tapikan ada mas disamping adek, kapanpun adek butuh kehangatan, mas bisa peluk adek erat" canda Zidan.
namun Anna tetap pada pendirian-nya, dia tetap saja melakukan apa yang ia mau, biarlah ibu hamil itu bergerak semaunya, dilarangpun percuma, Anna akan tetap ngotot.
"dek, kenapa adek bolehin Eliza ikut, inikan acara keluarga?" tanya Zidan.
seketika Anna menghentikan aktivitasnya, menatap wajah Zidan dengan tatapan yang tajam, "soalnya adek gak enak kalau harus nolak permintaan mbak Eliza, ini semua salah mas, harusnya tadi mas bantuin adek buat larang mbak Eliza" keluh Anna.
"harusnya tadi itu adek ngomong, minta tolong sama mas" ujar Zidan tak mau disalahkan.
"ah mas mah gitu, adek gak suka sama mas" ujar Anna lalu melanjutkan mengemas barang tanpa menghiraukan keberadaan Zidan.
__ADS_1
Zidan tersenyum manis, istri kecilnya terlalu baik, sampai-sampai tidak bisa menolak permintaan orang lain.