
Zidan menatap gadis kecil itu intens, perlahan dia mendekat kearah Anna, tangan-nya membelai pipi Anna lembut, tanpa terasa bibir itu terpeleset mencium pipi Anna lembut.
tangan-nya tak tinggal diam, membelai rambut Anna sayang, lalu bibir itu beralih mencium bibir Anna dengan penuh kelembutan, tangan-nya tak tinggal diam, tangan itu mulai memberi getaran-getaran pada perut Anna, membuat gadis cantik itu menggeliat namun enggan membuka matanya.
kala hasrat sudah memuncak, emosi sulit untuk terkontrol, ciuman lembut yang Zidan berikan kini berubah menjadi sebuah lumadan, membuat mata cantik itu terbuka karna tak nyaman.
Anna mendorong tubuh Zidan agar menjauh, baru saja Anna membuka mata, tubuhnya sudah diserang Zidan, Anna masih tidak bisa berpikir dengan benar setelah mendapatkan perlakuan itu.
"apa yang bapak lakukan?" tanya Anna, Zidan hanya terdiam, pikiran-nya benar-benar kosong, mata itu menatap Anna dengan gairah yang meluap-luap.
__ADS_1
tanpa ba-bi-bu Zidan merengkuh tubuh Anna, mencium Anna tanpa ada jeda, Anna memberontak tak karuan, namun tangan-nya tak bisa apa-apa, tubuhnya dikekang Zidan dengan kuat, apalagi kakinya yang tak berguna, Anna hanya bisa pasrah, mungkin air mata adalah bukti perlawanan terakhirnya.
Zidan melepaskan pangutan itu, menatap wajah Anna yang telah berlinangan air mata, tangan Zidan terulur mengusap air mata yang membasahi pipi, lalu mencium mata itu berulang kali dan bergantian.
"maaf" suara itu terdengar serak, keluar dengan penuh kelembutan dari pria yang tak lain adalah gurunya sendiri.
…
Zidan mulai derusaha menerobos pertahanan terakhir Anna, air mata itu mengalir deras, apakah ini akhir dari segalanya?. batin Anna berteriak, apakah hal yang paling berharga dalam hidupnya harus ia relakan, dibawa pergi oleh gurunya sendiri?.
__ADS_1
Anna menangis dalam sepi, setelah hal itu menusuknya sampai kedalam hati, membuat Anna terluka, mahkota berharga yang selama ini ia jaga telah menghilang entah kemana.
tubuhnya sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, setelah cairan hangat itu mengalir dalam tubuhnya, ingin mengelak dan menolak tapi itu semua sudah sia-sia, Anna benar-benar telah hancur, seketika hidupnya runtuh, masa depan yang masih punya sebuah titik terang kini gelap gulita.
"apa yang kita lakukan, ini tak boleh terjadi" tangis Anna histeris, apakah ini sebuah mimpi?, namun rasa pedih dihatinya sangatlah terasa, katakan kalau ini hanyalah sebuah angin lalu, pikiran Anna kini benar-benar kosong, tak ada lagi harapan untuknya hidup.
"maaf, saya akan bertanggung jawab" ujar Zidan mengakui kesalahanya, tapi apakah tanggung jawab itu cukup untuk mengembalikan keperawanan Anna yang hilang?.
Anna hanya bisa menangis sepi, "tak usah, apa yang harus dipertanggung jawabkan?, semuanya sudah berakhir, lebih baik kita jadikan ini sebagai mimpi buruk yang akan berlalu" ujar Anna pasrah, mimpinya sudah benar-benar berakhir, tak ada yang tersisa, tak ada yang dapat bertahan dan dipertahankan.
__ADS_1
biarlah ini menjadi sebuah pembelajaran, Anna akan menutupnya rapat-rapat, dan mencoba membuang jauh rasa kekecewaanya pada Zidan.
Anna akan menutup cerita ini dan menguburnya dalam-dalam, hingga satu orangpun tak akan mengetahuinya, Anna pasrah, hidupnya memang tak berguna, hidup menjadi seorang gadis cacat dengan keperawanan yang sudah tak berharga.