Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
satu hati dua cinta?


__ADS_3

Malam ini sebuah kegelisahan menghantui Anna, rasa khawatir itu perlahan datang.


Zidan yang tengah tertidur lelap dipangkuan-nya itu mengerjapkan mata, menatap Anna yang melamun kosong. "dek mikirin apa?" tanya Zidan sambil tangan-nya mengelus perut buncit Anna lembut.


"eh enggak kok" suara Zidan membuyarkan lamunan-nya, perlahan Anna mengelus rambut lurus halus Zidan dengan penuh sayang, rasa khawatirnya sangatlah besar, Anna takut kalau suaminya akan direbut Eliza.


"mas adek boleh nanya gak?" tanya Anna canggung, namun rasa penasaran-nya begitu besar. Zidan hanya mengangguk, "apa hubungan mas sama bak Eliza?" tanya Anna.


Zidanpun bangkit dari posisi tidurnya, menangkup wajah Anna lalu menatap manik matanya dalam, "adek gak percaya sama mas?" tanyanya dengan tatapsn yang tajam.


"bu bukan gitu mas, adek pengen tau aja," ujar Anna, Zidan melepaskan wajah Anna, lalu beralih duduk disebelah Anna, mendekap istri kecilnya itu erat.

__ADS_1


"dulu mas sama Eliza itu temen deket, bisa dibilang pacaran, kami SMA dan kuliah bersama, hubungan kami makin dekat, bahkan kami hampir menikah" ujar Zidan, masih teringat saat masanya pacaran dengan Eliza, berboncengan diatas motor bebek bagaikan Dilan dan Milea, nongkrong di pinggir jalan pun tak apa asalkan bisa berduaan, yang masih membekas dalam ingatan-nya, saat dimana harus menjemput Eliza untuk malam mingguan.


menghadapi ayahnya yang galak itu biasa, tapi ada yang lebih menyeramkan, anjing peliharaan bapaknya ternyata lebih galak.


pernah sekali anjing itu dilepas, lalu mengejar Zidan keliling kampung. namun tekad masa mudanya tinggi, demi malam mingguan, Zidan rela melakukan apapun.


namun itu hanya sebatas masa lalu, masa yang indah saat pertama kali mengenal sebuah cinta.


"terus kenapa gak jadi nikah?" tanya Anna penasaran, namun Zidan tak kunjung menjawab, dia hanya terdiam menatap langit ruangan dengan tatapan kosong.


"mas liat Eliza selingkuh di depan mata mas sendiri" perkataan itu membuat Anna merasa iba, pantas saja setiap kali Zidan bertemu dengan Eliza, amarah dan benci selalu terlukis nyata.

__ADS_1


rasa sakit yang mendalam pastilah dirasakan Zidan, saat beberapa hari menjelang upacara pernikahan mereka, Zidan mendapati Eliza tidur dengan teman-nya sendiri.


satu hati dua cinta, Zidan tak ingin mempertahankan hubungan yang tak berlandaskan kesetiaan, akhirnya dia mundur, lalu pergi berkuliah di luar negri, meninggalkan segala rasa sakit yang ditinggalkan Eliza.


"tapi itu cerita lama, sekarang mas udah punya adek, adek dan bayi kita adalah masa kini dan masa depan mas" ujar Zidan.


biarlah perjalanan-nya bersama Eliza menjadi mimpi terburuk, kini Zidan punya wanita yang lebih baik, wanita yang setia, wanita yang membuatnya takan mampu untuk berpaling.


"adek cinta sama mas" ujar Anna yakin, Zidan akan selalu mencintainya, dalam keadaan sesulit apapun, Zidan pasti akan tetap mencintainya.


Zidan tersenyum lalu mencium kening Anna mesra "mas juga cinta adek" ujarnya tepat ditelinga Anna.

__ADS_1


duri dan kerikil baru menyambut mereka, perjalanan mereka masihlah sangat panjang. kapan saja duri itu bisa menyakiti mereka.


tapi Anna yakin suaminya akan tetap ada disisinya, mendampinginya sampai akhir usia.


__ADS_2