Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
virus pelakor


__ADS_3

Sudah beberapa hari Anna dan Zidan menginap di fila, kini saatnya mereka untuk pulang,


Anna sangat menikmati waktu yang tersisa, walaupun kondisinya sedikit demam, tapi itu tidak jadi penghalang.


sejauh mata memandang hanya ada hamparan kebun teh yang hijau dan mentari yang bersinar terang membuat Anna betah, sejak dari ia kecil, Anna tak pernah keluar dari rumah, rasa takut dihina karna bukan gadis yang sempurna, rasa takut dibenci itu sudahlah pasti, untuk melihat indahnya dunia saja Anna tidaklah berani.


namun kini hinaan dan cacian tak lagi Anna hiraukan, kini hatinya merasa tenang, Zidan ada disisinya, untuk apa Anna takut, takut hanya untuk wanita lemah, dirinya kini sadar menjadi gadis tak sempurna itu bukanlah masalah. asalkan hati kita jernih, kehidupan akan bisa kita jalani dengan kebahagiaan.


"na, yuk pulang" suara itu terdengar dari arah belakang, Anna menoleh, dilihatnya Eliza berjalan mendekat.


"masih betah disini?, kalau iya, kamu gak usah pulang, tenang aja suamimu biar aku yang jaga" bisik Eliza tepat ditelinga Anna.


Anna membelalakan matanya, sesuatu yang ia takutkan itu benar terjadi, perasaan Eliza pada Zidan masihlah terlihat nyata, Anna tak boleh mundur, Zidan adalah miliknya, ayah dari bayi yang tengah ia kandung.

__ADS_1


Eliza bagaikan serigala berbulu domba, wanita ular bermuka dua, sebuah duri yang bisa melukai kapan saja.


namun sekuat apapun Eliza berusaha, Zidan tak akan pernah jatuh ketangan wanita bersuami itu, tekad Anna kuat, semangatnya berapi-api.


mempertahankan rumah tangga yang sebentar lagi tertimpa badai bencana, Anna rela menjadi garda terdepan untuk menghalau serangan virus pelakor yang merajalela.



kini mereka sudah sampai rumah, perjalanan yang cukup melelahkan.


walaupun Zidan tak ingin membantu, tapi sesama manusia dia harus memperlakukan Eliza seperti manusia, walaupun rasa benci dan sakit hatinya masih sangat terasa, namun kini Eliza istri orang lain, dan suaminya mempercayakan Eliza padanya.


Zidan tak ingin merusak kepercayaan itu, dia akhirnya turun, memutari mobil untuk melihat keadaan Eliza.

__ADS_1


namun Anna belum menyerah, ide untuk membasmi pelakor masihlah sangat banyak.


"mas perut ade sakit" ringis Anna disertai sebuah jeritan, sebelum Zidan memghampiri Eliza, teriakan Anna berhasil membuatnya panik.


Zidan akhirnya mengangkat tubuh Anna dengan sangat hati hati, lalu segera membawanya masuk kedalam rumah.


dengan pose seperti orang yang benar-benar kesakitan, Anna tampak meyakinkan dengan air mata palsu yang menetes. namun senyum kemenangan terlukis jelas diwajahnya.


Anna sudah berjalan satu langkah lebih maju dari kuman berbahaya, kini poin-nya lebih tinggi, namun Anna masih harus berjaga-jaga, posisi ini hanyalah sementara, lambat laun Eliza pasti bisa menyusulnya.


dengan kesal Eliza bangkit dari posisi jatuhnya, berjalan sambil menghentak-hentakan kakinya kasar, kini dirinya sudah kalah, namun lain waktu dia pasti bisa mendapatkan Zidan kembali.


Eliza sangat yakin dia pasti yang akan menang, bila dilihat dari waktu kebersamaanya bengan Zidan, hal manis sudah banyak mereka lewati bersama, lambat laun Zidan pasti akan kembali kepadanya.

__ADS_1


"mungkin kali ini kamu menang, tapi lain kali jangan harap kamu bisa mencuri poin lagi" gumam Eliza pelan, senyum kelicikan terlukis jelas diwajahnya.


sebuah persaingan antara istri sah dan istri orang lain, cerita perjuangan Anna baru akan dimulai, masih banyak liku yang menghadangnya didepan sana.


__ADS_2