Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
dimalam minggu


__ADS_3

Mencintai bukan karna materi, menyayangi tampa ingin diberi, apakah itu salah?.


Sinta hanya bisa menangis dalam kesendirian-nya, walaupun putrinya ada disisi, tapi rasa kesepian itu masihlah terasa.


sambil memegangi liontin berfoto, Sinta meratapi hidupnya saat ini, hidup dalam kesendirian. Sinta menatap foto yang telah usang, foto yang telah lapuk seiring berjalan-nya usia.


sebuah kenangan yang indah untuknya, Sinta mengecup foto itu sejenak lalu menyimpan-nya didalam laci, perlahan wanita paruh baya itu membaringkan tubuhnya, mulai memejamkan mata, merasakan dingin-nya ranjang.


namun tiba-tiba sebuah kebisingan membangunkan-nya. Sinta kembali membuka matanya, berjalan kearah luar untuk melihat sumber dari kebisingan.


setelah Sinta membuka pintu, tangan kekar itu membekam mulutnya, Sinta sempat memberontak, tapi kepalanya jadi pusing, pandangan-nya mulai merabun.


obat bius itu berhasil menghilangkan kesadaran-nya.


__ADS_1


Anna kini sedang berada dihalaman, malam sudah semakin larut, namun ibunya belum juga datang, biasanya malam minggu Sinta selalu menginap, agar bisa membantu menjaga cucunya.


karna hanya malam minggu saja Zidan dan Anna bisa tidur tampa gangguan putra mereka, jadi Anna sangat menanti kedatangan ibunya.


"dek ini udah malem loh, yuk masuk, Rezi aja udah tidur, kita tidurnya kapan?" ujar Zidan dengan kode kerasnya.


"ih sabar dulu dong mas, ibu belum dateng" ujar Anna, "adek jadi khawatir deh mas, gak biasanya ibu telat kayak gini" ujar Anna dengan nada penuh kehawatiran, mengingat ibunya tinggal sendirian, Anna takut terjadi sesuatu pada ibunya.


"udahlah dek, mungkin ibu ketiduran terus gak dateng, mendingan kita masuk" ujar Zidan sambil menarik Anna agar wanita itu mau pergi dengan-nya.


tak terasa malam sudah semakin larut, seperti biasa, rutinitas Zidan dimalam minggu, tangan itu mulai bergerak bebas, mencakup dua gunung yang tak terhalang apa-apa.


susu bergizi itu meluber cukup banya, sampai-sampai Zidan terengah karna tidak bisa menampung semuanya. "mas sih isepnya keras banget, jadi keluar banyak kan" ujar Anna sambil mendorong wajah suaminya agar menjauh.


dengan segera Anna mengisi dot yang kosong agar asinya tidak keluar sia-sia.

__ADS_1


"padahal mas bisa ngabisin-nya loh dek, kenapa harus diisiin ke dot sih?" perotes Zidan. bayi besar itu nampaknya belum puas dengan hanya meminum asi.


tangan itu mulai menggerayami tubuh sintal Anna, membuat Anna sulit untuk fokus.


"mas tunggu bentar dong, adek lagi fokus nih" ujar Anna sambil mencekal tangan suaminya.


namun nampaknya Zidan enggan merespon, tangan itu masih setia memberikan sentuhan-sentuhan yang menyengat ditubuh Anna.


Anna akhirnya pasrah, biarlah suaminya melakukan apa yang ingun ia lakukan.


namun suara tangisan itu terdengar kencang, membuat Anna langsung bangun dari posisi tidurnya, segera berlari meninggalkan Zidan yang mlong kosong menatap kepergian Anna.


tampa ada ibunya, waktu mereka terganggu.


Anna segera memangku putranya, menggendongnya kearah Zidan, bayi itu mulai tenang saat Anna menyusuinya. Zidan mencubit pipi putranya, mahluk kecil itu berhasil membuatnya marah.

__ADS_1


"maaf ya mas, kalau gak ada ibu Rezi jadi gak ada yang jaga" ujar Anna prihatin.


"gak papa lah dek, mungkin ini bukan saatnya untuk kasih adik buat Rezi" ujar Zidan malum, lebih baik mengalah daripada besok-besok gak dapat jatah.


__ADS_2