Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
berusaha lebih keras


__ADS_3

Hari-hari berlalu, persaingan sengit itu makin memanas, Eliza sudah tidak ragu melakukan-nya secara terang-terangan, bahkan didepan Ardi sekalipun.


wanita ular itu kini makin berani, bahkan setiap Ardi pergi keluar kota untuk pekerjaan, Eliza tak jarang menginap dirumah Zidan.


seperti malam ini, wanita ular itu kembali menginap, kamar yang ada disebelah kamar Zidan dan Anna kini diisi olehnya, Eliza sudah seperti nyonya rumah, dengan seenak hatinya wanita itu keluar masuk rumah Anna tanpa izin, bahkan Eliza membuat kunci duplikat ruman Zidan.


sebuah totalitas untuk merebut suami orang lain, namun Anna tidak akan kalah, setiap malam menjelang, Anna selalu mengkunci dirinya dan Zidan didalam kamar, sebuah perlawanan yang cukup kuat diberikan oleh Anna.


"dek mas mau minum" ujar Zidan, kebetulan dikamar mereka airnya habis, dengan terpaksa Anna membuka pintu itu untuk membiarkan Zidan keluar.


"awas mas cuman punya waktu lima menit, habis minum langsung balik" ujar Anna dengan penuh penekanan, Zidan hanya menggangguk, sebenarnya Zidan merasa terkekang oleh Anna, sampai-sampai saat mandipun Zidan harus tetap ditemani, namun Zidan bahagia, istri kecilnya itu sangat takut kehilanganya.


telah lebih dari lima menit, Zidan belum juga kembali, Anna seketika khawatir, perasaanya sudah tidak enak.

__ADS_1


Anna memutuskan untuk menyusul Zidan, namun baru saja Anna keluar kamar, teriakan Zidan membuatnya panik, Anna segera melaju kearah ruang tamu, asal dari suara Zidan.


Anna membulatkan matanya, dilihatnya Eliza dengan lingeri pendeknya mendekat kearah Zidan, namun Zidan bagaikan orang yang tidak sadarkan diri, dia hanya terduduk pasrah.


dengan segera Anna mendekat kearah Zidan, mendahului Eliza, "apa yang telah kau lakukan pada suamiku" teriak Anna sambil melihat kondisi Zidan.


Eliza nampak kaget, dia kira Anna telah tertidur, namun tiba-tiba Anna ada disana.


melihat suaminya terduduk kaku, Anna paham pasti suaminya itu dipengaruhi sebuah obat, dengan segara Anna mencium bibir Zidan, mencoba menghilangkan epek obat yang sudah hampir membuat Zidan kehilangan akal.


Zidan mengangkat tubuh Anna lalu menidurkan-nya diatas sofa, kini Zidan benar-benar sudah tidak bisa menahan nafsu yang memuncak.


Zidan mulai melumad mulut Anna kasar, dorongan dari obat perangsang itu sangat kuat, hingga Zidan sulit untuk mengontrol diri.

__ADS_1


"dek mas udah gak kuat" bisik Zidan, Anna kembali mencium bibir Zidan, menekan tengkuk Zidan agar cumbuan itu makin dalam.


tangan Zidan tak tinggal diam, tangan itu membuka kancing daster Anna perlahan, ciuman itu kini sampai dileher Anna, tangan Zidan terus bergerak memainkan dada Anna.


Anna sadar kalau wanita ular itu masih ada disana, "mas jangan disini" ujar Anna sambil mencekal tangan Zidan.


"mas, bak Eliza masih disini" timpal Anna mencoba memanas manasi Eliza, wanita ular itu berbalik lalu pergi meninggalkan dua insan yang tengah tergulung nafsu.


dengan wajahnya yang kesal, Eliza mengepalkan tangan-nya, saingan-nya itu bukan wanita lemah, perlu kekuatan yang lebih untuk bisa menyusul Anna.


"mas udah" ujar Anna sambil mencoba menjauhkan Zidan darinya.


namun Zidan benar-benar telah tergulung nafsu, hasratnya sudah meluap-luap, Zidan mengangkat tubuh Anna lalu membawanya kedalam kamar, adegan erotis itu benar terjadi. Anna sudah tak bisa menolak.

__ADS_1


__ADS_2