
Mata gadis kecil itu mulai terbuka, remang-remang bayangan ruangan mulai terlihat, Anna bangkit dari posisi tidurnya, bangun dengan keadaan seperti ini membuat Anna teringat akan kejadian beberapa bulan yang lalu, saat dimana dirinya kehilangan mahkota yang paling berharga.
mahkota yang lebih berharga dari pada mahkota raja, namun kini rasanya berbeda, bukan rasa yang menyakitkan seperti hari itu, namun rasa bahagia yang sangat dalam, bahagia karna mampu membuat suaminya bahagia.
perlahan pintu kamar mandi terbuka lebar, disana terlihat Zidan tengah berdiri sambil mengeringkan rambutnya.
perlahan pria tampan itu mendekat, mengangkat Anna tanpa mengatakan apa-apa. ruangan yang masih gelap membuat Anna tak menyadari kalau Zidan sudah ada disampingnya, lalu mengangkatnya.
Anna segera mengalungkan tanganya dileher Zidan, jantungnya tak henti berdegup kencang, tanganya terulur, mengelus dada bidang Zidan lembut, kini roti sobek itu sepenuhnya miliknya, tak perlu takut berebut karna Zidan adalah miliknya seorang.
__ADS_1
tanpa sadar kini mereka sudah sampai dikamar mandi, Zidan mendudukan Anna disebuah kursi, seperti biasa, Zidan akan memandikan Anna, tangan lembutnya mulai menggosok tubuh Anna,
wajah Anna bersemu merah, walaupun dimandikan oleh Zidan bukan kali pertamanya, tapi rasa ini sangat berbeda, setiap usapan Zidan bagaikan sebuah aliran listrik yang menyengat kapan saja.
Zidan menatap wajah Anna, lalu tangan-nya terangkat, mengelus wajah Anna lembut, Zidan bangkit dari posisi jongkoknya, wajahnya terus mendekat kearah Anna, tangan-nya memegangi tengkuk Anna, dengan segera Anna menutup matanya, menantikan ciuman lembut nan mesra itu.
namun telah menunggu beberapa lama, cumbuan itu tak kunjung datang, Anna membuka matanya, dilihatnya Zidan tengah berusaha membuka bungkusan sampo baru, seketika Anna yang sudah terbang melayang jatuh terhempas kebawah tanah, ternyata tangan yang menyentuh tengkuknya itu hanya ingin menyingkirkan kepala Anna agar tak sulit untuk mengambil sampo yang disimpan dibelakangnya.
karna kesal Anna menggapai tengkuk Zidan, membawa wajah Zidan mendekati wajahnya, bibir mereka bertemu, Anna mencium Zidan lembut, Zidan membulatkan matanya kala mendapatkan cumbuan itu, pertama kalinya Anna berinisiatif mulai duluan.
__ADS_1
perlahan Zidan menutup matanya lalu hanyut dalam cumbuan mesra dan hangat itu.
…
Anna kini sedang duduk dihalaman, menikmati sinar mentari yang terasa hangat di pagi hari, perlahan matanya tertutup, kehangatan itu membuat matanya semakin berat, namun tetesan air itu mengganggu tidurnya, dihari yang cerah kenapa harus turun hujan?, batin Anna kesal, perlahan dia membuka matanya, dilihatnya sebuah kain pel tepat di atas kepalanya.
Anna melajukan sedikit kursi rodanya menjauhi tetesan air dari lap pel, dilihatnya Zidan tengah mengelap kaca. "mas kalau peret lapnya liat-liat dong, kena wajah nih" kesal Anna sambil mengelap wajahnya dengan tangan.
"maaf dek, mas gak liat" balas Zidan sambil berlari mendekat kearah istrinya, mungkin karna letak jendela tinggi dan jaraknya dengan tanah cukup jauh, membuat Zidan tidak melihat Anna yang sedang berjemur.
__ADS_1
Zidan mendekat kearah Anna, melihat Anna yang mengerucutkan bibirnya membuat Zidan gemas, dengan segera Zidan mencumbu bibir itu mesra.
lalu tangan-nya mengusap wajah Anna yang masih basah, "maaf ya dek" ujar Zidan lembut, kini Anna benar-benar bingung, dirinya berada dalam situasi yang sangat sulit, satu sisi dia ingin marah, namun sisi lain bertoklak belakang.