Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
gubuk tua


__ADS_3

Dengan tubuh penuh lebam, Yudha keluar dari rumah besar itu, rumah yang berditi tegak bagaikan istana itu seperti sebuah neraka dunia, sesekali Yudha terduduk memegangi lukanya.


rencananya untuk menyelamatkan Sinta telah diketahuli oleh Feilin, nenek lampir itu mungkin sekarang sedang menghubungi anak buahnya agar bisa menemukan keberadaan Sinta.


namun Yudha hidup bukan hanya untuk duduk, dengan segera Yudha melanjutkan langkahnya, tak terasa perjalanan-nya sudah sangat jauh, Yudha mengubah jalan kearah hutan.


menerobos lebatnya ilalang dan rindangnya pepohonan, hingga dia sampai didepan sebuah gubuk tua, Yudha segera membuka pintu dan masuk kedalam gubuk tersebut.


"kak kau harus segera pergi" ujarnya sambil meraih tangan Sinta.


"untuk apa aku lari dari kematianku, aku sadar aku ini hanya seorang wanita simpanan, jadi biarlah aku mati" ujar Sinta pasrah, mungkin sudah takdirnya dia mati oleh madunya sendiri.

__ADS_1


Yudha sedikit menitikan air mata, mungkin rasa sakit yang dialami kakak iparnya tujuh belas tahun yang lalu sangatlah mendalam, wanita itu telah hidup untuk menyelamatkan anaknya, wanita yang bisa membesarkan anaknya tanpa didampingi seorang suami.


"aku menyelamatkanmu bukan untuk melihatmu menyerah, aku hanya ingin melihatmu bahagia" ujar Yudha.


"selama tujuh belas tahun ini sudah cukup membuatku bahagia, untuk apa aku mencari kebahagiaan diatas tangisan orang lain, kini suamiku telah pergi, lebih baik aku segera menyusulnya" balas Sinta, tak terasa air matanya mulai menetes, teringat masanya dulu hidup bahagia dengan Santoso.


"kau ini gila kak, suamimu masih hidup, kakakku masih ada didunia ini, cobalah untuk hidup demi kakakku" ujar Yudha membongkar kebohongan yang telah tersebar.


"untuk apa aku berbohong, memang benar suamimu itu masih hidup, kau tau betapa liciknya wanita itu, itu semua rencana busuk Feilin, wanita hina itu ingin merenggut segala aset milik kakakku, milikmu, apakah kau ingin milikmu dirampas orang lain?" ujar Yudha dengan penuh penekanan.


benarkah suamiku itu masih hidup?, batin Sinta bertanya, rasanya sulit untuk dipercayai, namun kalau memang Santoso masih hidup, masih ada secerca harapan untuknya bisa bertemu.

__ADS_1


"lalu dimana dia sekarang?" tanya Sinta, ada sebuah rona bahagia terpancar dari wajahnya. mengetahui suaminya masih hidup, cukup untuk membuatnya semangat menjalani hari-harinya kedepan.


"dia sekarang menjadi sandra Feilin, aku tak tahu tepatnya dimana, yang pasti dia ada dirumah besar" ujar Yudha yakin.


Feilin benar-benar telah melewati segala batasan-nya, beraninya wanita itu menyandra suaminya sendiri, walaupun dia adalah istri pertama, namun apakah pantas wanita itu bertindak tidak adil?.


"baiklah aku akan berusaha merebut kembali apa yang menjadi miliku" tekad Sinta kuat, suaminya adalah miliknya, kalau soal harta, sinta tak peduli, harta masih bisa dicari, anggap saja harta itu untuk menyedekahi istri pertama suaminya. tapi cinta, cinta pertama tak akan datang dua kali, sinta harus bisa mengambilnya kembali.


tekad yang kuat, semangat yang berapi-api, serta niat yang baik, apakah itu akan sia-sia?, Sinta akan terus berusaha mengambil apa yang menjadi miliknya, kebahagiaan yang pernah direbut darinya.


Dalam setiap nada, damam denyutan nadi, apapun yang menjadi miliknya akan tetap menjadi miliknya. walaupun untuk mendapatkan-nya rasanya sedikit mustahil.

__ADS_1


__ADS_2