
Akhir pekanpun tiba, Anna menghabiskan waktunya dengan berdiam diri di kamar, menggambar dan menulis adalah kegemaran-nya di hari libur.
namun kepalanya mendadak berdenyut kencang, Anna beralih ke arah tempat tidur, lalu bangkit dari kursinya dibantu sebuah pegangan yang disimpan di pinggiran ranjang,
kepalanya makin berdenyut kencang, Anna meringis sambil memegangi kepalanya, perlahan Anna menutup matanya, mungkin dengan sedikit istirahat mampu menghilangkan rasa sakit dikepalanya.
…
sementara itu, pria tampan itu memarkirkan mobilnya, masuk kedalam halaman lalu berhenti tepat didepan pintu, dia tampak menghela nafas panjang, pikiran-nya tak tenang.
tangan itu terangkat mengetuk pintu beberapa kali, lalu sebuah jawaban terdengar dari dalam, "eh nak Zidan" wanita paruh baya itu menyapa Zidan yang berdiri didepan pintu.
__ADS_1
"ada perlu apa?" tanyanya sambil tersenyum. "maaf mengganggu waktu akhir pekan-nya, saya kemari untuk mengambil beberapa buku catatan dari Anna" ujar Zidan.
"oh, yuk masuk dulu" ajak Sinta sambil membuka pintu itu lebar, membiarkan Zidan masuk kedalam rumahnya.
"mau minum apa?" tanya sinta saat mereka sudah duduk diruang tamu, "gak usah bu, gak usah repot-repot" tolak Zidan lembut, "gak repot kok, cuman air doang" ujar Sinta sambil dirinya beralih kearah dapur.
tak lama Sinta kembali sambil membawa secangkir teh dan beberapa makanan ringan. "aduh maaf jadi repotin, padahal ini lagi hari libur" ujar Zidan sambil tersenyum canggung.
"justru karna ini hari libur, jadi nak Zidan dateng kesini bukan buat ngajar Anna, tapi jadi tamunya".
Zidan hanya tersenyum, "soal bukunya, nak Zidan bisa tanya langsung sama Anna, Anna lagi dikamarnya, dan tolong bilangin sama Anna, saya mau keluar sebentar, mungkin sebelum makan malam juga saya pulang" ujar Sinta sambil menutup pintu rumahnya lalu pergi.
__ADS_1
akhirnya Zidan sendirian dirumah itu, sebenarnya selain untuk mengambil buku yang tertinggal, Zidan ingin meminta maaf karna pernah membentak Anna soal Eliza, setelah hari itu, Zidan merasa tidak tenang dan selalu memikirkan soal Anna.
Zidan bangkit dari posisi duduknya, mendekat ke arah kamar dimana Anna berada, tangan-nya terangkat, mengetuk pintu itu beberapa kali, namun setelah lama menunggu, belum ada jawaban dari Anna.
Zidan membuka pintu itu, ternyata pintunya tidak dikunci, tanpa izin Zidan masuk kedalam kamar begitu saja, matanya berkeliling mencari dimana sosok gadis yang selalu ada dalam ingatan-nya.
matanya terhenti kala melihat Anna tengah tertidur lelap diatas ranjang, dengan posisi terlentang, Anna tertidur bagaikan seorang bayi.
Zidan mendekat kearah Anna, dengan posisinya yang terlentang, tubuh Anna benar-benar nampak jelas terlihat, Zidan meraih selimut yang ada disana, menutupi tubuh indah itu dengan selimut.
namun nampaknya Anna tak suka, dia menyingkapkan selimut itu lalu tanganya menyingkapkan baju yang tengah ia kenakan, tangan itu tampak berusaha membuka sesuatu, tak lama bra warna merah muda melayang sempurna.
__ADS_1
Zidan hanya bisa berdiri mematung setelah melihat apa yang tadi ia lihat, gadis anggun yang selama ini dia kenal mempunyai kebiasaan buruk saat tidur.
melihat perut rata yang terekspos sempurna karna bajunya terangkat membuat gairah Zidan bangkit, gadis yang selalu ia kagumi kini berada tepat didepan matanya, menyuguhkan pemandangan yang sangat indah.