
Setelah kejadian hari itu, Anna menutup dirinya lebih rapat, beberapa kali dirinya prustasi dan putus asa, namun itu semua adalah hal yang percuma. Anna tidak dapat bertahan.
sudah lebih dari satu bulan lamanya, Anna mencoba membuka dirinya lagi, mencoba menampilkan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya, mencoba memaafkan kejadian masa lalu yang menjadi mimpi terburuknya.
namun luka dihatinya masihlah sangat pedih, kini Anna benar-benar hancur. gadis belia yang belum tahu menahu itu kini terbujur kaku, air mata itu tak pernah kering walau sering kali dia menumpahkan-nya.
kenapa tuhan memberinya cobaan seberat ini?, tanpa henti batin Anna mengucap segala penyesalan yang ada.
rasa penyesalan karna telah mendzolimi dirinya sendiri, rasa penyesalan karna telah mengecewakan sang ibunda.
gadis cantik itu kini hanya bisa pasrah, tak ada lagi yang perlu diperjuangkan.
__ADS_1
…
pagi ini seperti pagi sebelumnya, beberapa hari terahir, tubuh Anna serasa berubah drastis.
pusing dan mual selalu ia rasakan saat pagi menjelang siang, tak jarang Anna bolos pembelajaran karna semakin lama sakitnya semakin terasa.
Anna menatap tubuhnya didepan cermin, pipi itu kini terlihat semakin bulat dan berisi, beberapa bagian tubuhnya juga ikut membesar, semakin hari nafsu makan Anna semakin meningkat, tak jarang saat tengah malam Anna merasakan rasa lapar yang amat.
"apa yang terjadi dengan tubuhku?" gumam Anna sambil membelai pipi bulatnya, mata sembab karna menangis semalaman membuat wajahnya benar-benar seperti seekor panda.
tubuh menyedihkan yang dulu kini berganti dengan sebuah tubuh baru, membuat Anna sumeringah dan bahagia.
__ADS_1
ketukan pintu membuat lamunan Anna buyar, seketika matanya melihat pintu itu terbuka lebar, menampilkan Sinta yang berdiri sambil tersenyum disana.
"lagi seneng ya?" tanyanya sambil masuk kedalam kamar, mendekat kearah Anna yang masih ada di depan cermin.
"liat deh mah, Anna berasa tubuh Anna jadi beda" ujar Anna dengan senyuman yang mengembang.
"wah iya, pipi kamu jadi makin berisi" ujar sinta sambil mencubit pipi putri kecilnya. "gimana kabarnya hari ini?, kuat buat sekolah?" tanya Sinta, beberapa hari yang lalu kondisi Anna sempat drop parah, jadi pembelajaran-nya sedikit terhambat.
"Anna udah enakan kok, malahan badan Anna terasa lebih sehat, cuman kepala Anna masih pusing-pusing dikit" ujar Anna tak ingin membuat ibunya hawatir, padahal bukan sedikit pusing yang Anna rasakan, tapi kepalanya terasa berat dan berdenyut kencang, ditambah rasa mual dan perut serasa diaduk-aduk.
"kalau gitu Anna kuat dong belajar?, nak Zidan udah nunggu diluar", Anna mengangguk, lalu mulai mendorong kursi rodanya keluar dari kamar.
__ADS_1
kini Anna sudah ada dihalaman belakang, dilihatnya Zidan masih sibuk membuka beberapa buku. "hari ini mau belajar apa" tanya Anna, Zidan tersentak kaget melihat Anna datang dengan penampilan berbeda, semenjak hari itu, Anna jarang berbicara denganya, tapi hari ini berbeda, Anna mendatanginya dengan senyuman yang mereka.
apakah Anna telah melupakan kejadian masa lalu?, batin Zidan bertanya tanya, Anna nampak jauh berbeda, hari ini dia terlihat begitu bahagia.