Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
berebut poin


__ADS_3

Mentari belum naik sepenuhnya, Anna dan Zidan tengah bersiap-siap, memasukan semua barang mereka kedalam mobil.


tak lama Eliza mendekat kearah mereka, sambil membawa sebuah koper ditangan, Eliza tanpak anggun dengan dres ketat yang panjangnya hanya sampai paha, ditambah bagian tangan-nya yang pendek membuat Eliza nampak sangat sexy.


sekilas Anna menatap tubuhnya saat ini, dirinya hanya memakai daster selutut karna hampir semua bajunya sudah kekecilan, ditambah perut yang semakin membesar, tak ada kesan sexy ataupun cantik.


merekapun bergegas untuk menempuh perjalanan ke fila.


perhatian Anna tak pernah berpaling dari Zidan, dirinya takut kalau Zidan tergoda dengan tubuh sexy Eliza.


"pagi gini gerah banget deh" ujar Eliza sambil membuka syal yang melilit di lehernya, perbuatan Eliza benar-benar membuat Anna muak, beraninya Eliza dengan sengaja memperlihatkan leher jengjang itu dihadapan suaminya.


tak mau kalah Anna membuka blejer yang ia gunatan, menampuilkan daster berlengan sangat pendek dan tali bra mengikat lengan-nya.


kini skor mereka seimbang, ternyata Anna tak kalah sexynya dari Eliza, ukuran payudara yang makin bertambah sesuai dengan usia kehamilan-nya membuat tubuh Anna montok dan berisi.

__ADS_1


namun nampaknya Eliza tidak kehabisan ide, dia mengangkat rambut sebahunya, lalu menyangulnya indah, menampilkan pundak mulus nan putihnya.


"aduh branya udah kekecilan, jadi pengap" ujar Anna sambil mencoba membuka bra yang menempel sempurna, Eliza membelalakan matanya kala melihat Anna benar-benar membuka branya.


bra hitam itu melayang sempurna ke arah jok belakang. kini payudara Anna benar-benar mengembang sempurna.


Eliza akhirnya menyerah, sulit untuknya mengalahkan kesexy an seorang ibu hamil.


sedangkan Zidan, dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol nan lucu sang istri.


"gak ah, gerah tau " tolak Anna, walaupun bulu kuduknya sudah berdiri karna kedinginan, tapi Anna tak ingin imagenya sebagai istri Zidan luruh, dan di injak-injak Eliza yang hanya sebatas mantan pacar suaminya.


tak lama tubuh Anna benar-benar kedinginan, kepalanya mulai berdenyut dan perutnya serasa diaduk-aduk.


"mas, adek mau muntah" ujar Anna, lalu dengan segera Zidan menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"mau muntah dek?" tanya Zidan sambil mengusap punggung Anna, Anna mengangguk, perutnya sudah tak tahan, dengan panik Zidan mengambil kantong kresek lalu mengasongkan-nya pada Anna.


oek...oek..., suara muntahan Anna membuat Eliza ikut merasa mual, wanita itu menutup matanya mencoba menghilangkan rasa jijik dan mualnya.


namun berbeda dengan Zidan, pria tampan itu nampak sudah biasa merawat Anna yang muntah-muntah, dengan sigap Zidan mengusap tengkuk Anna.


setelah isi perutnya benar-benar habis, Anna menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil, sementara itu, Zidan keluar untuk membuang muntahan Anna.


"enakan?" tanya Zidan khawatir, Anna hanya mengangguk. egonya mendatangkan mala petaka.


"el tolong ambilin jaket sama selimut yang di jok paling belakang" ujar Zidan, Eliza segera mengasongkan selimut dan jaket yang Zidan pinta.


"mas kata juga apa, disini udaranya makin dingin, lain kali ucapan suami itu di dengerin" omel Zidan sambil memakaikan jaket pada Anna.


Anna sadar, menang dari saingan jangan sampai membuat hidupnya menderita, Anna menyesal karna ingin menandingi Eliza, dan kini dirinyalah yang merasakan sakitnya.

__ADS_1


berebut poin itu tidaklah salah, namun tidak bisa dibenarkan juga bila menyakiti salah satunya, tak perlu adu kecantikan, karna Zidan sudah pasti lebih memilih Anna, seorang istri dan ibu yang paling dicintainya


__ADS_2