
Kini Eliza sudah ada dirumahnya, dengan perasaan kesal wanita itu menjatuhkan tubuhnya katas ranjang, Eliza menatap langit ruangan dengan tatapan kosong, perlahan air matanya menetes, rencananya sudah gagal total.
Eliza meraba tempat disampingnya, ranjang dingin nan sepi, rasa cemburu dan iri itu pastilah ada, jalinan pernikahan yang telah berjalan selama tiga tahun itu bagaikan sebuah kebohongan, Ardi tak pernah menemaninya, andai saja Ardi ada disisinya, mungkin Eliza tak akan mencari cinta yang lain.
dalam hati yang kosong, nama Ardi terngiang-giang, namun pria itu tak kunjung datang dan berada disampinya, memang harta dan benda tidaklah kurang, namun hatinya dingin membeku.
Eliza tahu rasanya pada Zidan adalah perasaan yang salah, namun hati ini sangat ingin seperti orang lain, dipenuhi dengan sebuah cinta, disaat orang lain bermanja dengan pasangan-nya, Eliza hanya merasakan sebuah rasa sepi.
Eliza hanyalah seorang wanita lemah dan tak berdaya, dia hanya ingin sebuah cinta.
setelah pertemuan-nya dengan Zidan direuni SMA hari itu, Eliza sangat bahagia, wajah Zidan mampu mengisi hatinya yang kosong, namun saat dirinya tahu Zidan sudah menjadi milik orang lain, Eliza marah, hatinya tak rela.
__ADS_1
air mata itu mengucur deras, rasa ingin memiliki dan dimiliki, rasa ingin menyayangi dan disayangi sangatlah jelas terlihat, Eliza meraih foto pernikahan-nya dengan Ardi, terlihat pasangan bahagia dengan senyuman yang mereka.
Eliza mendekap erat foto tersebut, cinta Eliza pada Ardi sangatlah besar, namun mengapa suaminya itu memilih untuk menjauh?, sekan-akan Ardi hanya menganggap Eliza itu sebatas pelampias nafsu.
Eliza ingin sebuah keluarga yang utuh, walaupun tak punya harta namun bisa hidup bahagia, Eliza ingin seorang putra, namun apa gunanya keturunan didalam sebuah hubungan yang tak baik-baik saja?.
Eliza menutup matanya sejenak, mencoba menguatkan kembali hatinya.
Eliza bukanlah wanita tegar, dia hanya seorang wanita lemah yang takut untuk hidup sendiri, Eliza bukan wanita yang pantas untuk dibenci, dia hanya ingin sebuah perhatian, kasih sayang yang tidak pernah ia rasakan.
sejujurnya Eliza tak tega bila harus merebut Zidan dari Anna, namun apalah daya, rasa sepi dihatinya membuat Eliza terlena akan cinta milik orang lain.
__ADS_1
Perhatian yang Zidan berikan pada Anna membuatnya kehausan.
hidup dalam sebuah kesepian membuat Eliza gelap mata, apapun yang ia inginkan harus ia dapatkan walaupun cara yang ia tempuh bukanlah cara yang benar.
Sekali dia ingin, ia akan melakukan 1001 cara untuk mewujudkan-nya, walaupun itu menyangkut hati orang lain.
sebuah rasa sakit mampu menghilangkan akal dan pikiran, rasa kesepian yang Eliza rasakan membuatnya bertindak nekat dan gegabah.
kenapa dirinya tidak bisa seperti orang lain?, pertanyaan itu selalu datang, rasa iri dan cemburu yang Eliza rasakan membuatnya lupa, perlakuan-nya menyangkut beberapa hati yang pasti tersakiti.
namun apa daya Eliza saat ini, dirinya butuh sebuah kehangatan.
__ADS_1
pria yang disebut-sebut sebagai suaminya itu tak pernah pulang dan menemaninya, Eliza paham, dirinya hanyalah manusia biasa, namun apakah orang lain memperlakukan-nya seperti manusia?,
Eliza kini hanya bisa hidup seperti sebuah benalu, dia hanya mampu meminta belas kasihan cinta dari inangnya.