Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
tangis haru


__ADS_3

Eliza menangis tersedu saat mengetahui putrinya sudah aman, dengan segera Ardi membuka ikatan Eliza, memeluk Eliza erat, pengalaman ini membuat mereka sadar, rasa sayang mereka sangatlah besar.


Sinta mengasongkan Yuriel pada Eliza, bayi kecil itu menangis kencang seakan-akan dia tau apa yang dirasakan orang tuanya saat ini.


"jangan nangis, mama janji, mama gak akan ninggalin Yuriel sendiri lagi" ujar Eliza sambil mengelus putrinya sayang.


begitu pula dengan Anna, wanita itu masih tak bisa berpikir dengan jernih, situasi ini datang dengan tiba-tiba. siapa orang-orang tadi?, dan untuk apa dia ingin menghanisinya juga anaknya?, pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam benaknya, masih banyak yang harus ia tanyakan pada ibunya itu.


"kami menemukan sandra lain" ujar salah satu polisi, pria tua berkursi roda itu didorong oleh polisi, mendekat kearah yang lain-nya.


"S...Sinta?" ujar Santoso dengan suara paraunya, pria paruh baya itu kini tak lagi berdaya, dengan tubuh kering tak berdaging, wajahnya juga sangat pucat.


"mas..." ujar Sinta, tak terasa air mata itu mengalir deras, rasa rindunya selama tujuh belas tahun ini terobati, perlahan Sinta mendekat, menatap wajah yang ada didepan-nya.

__ADS_1


Santoso menyunggingkan sebuah senyuman, merentangkan tangan-nya lebar agar Sinta semakin mendekat. rasa rindu yang sudah meluap-luap, tak ada lagi yang ingin Sinta pikirkan. dengan segera Sinta meraih tubuh itu, memeluknya erat, rasa haru nan bahagia melebur menjadi satu.


dua hati yang tujuh belas tahun lalu terpisah jauh, kini dipertemukan kembali dalam sebuah suasana yang tak pernah diduga sebelumnya.


semua orang menangis haru melihat kemesraan dua pasangan senja itu, namun nampaknya Anna belum mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, ibunya memeluk pria tak dikenal, sebenarnya siapa pria itu?.


"tunggu, sebenarnya apa yang terjadi disini?" seru Anna.


semua orang menatap Anna, tak terkecuali dengan Santoso, pria paruh baya itu menatap Anna dengan tatapan heran. "putrimu" bisik Sinta, perlahan senyuman itu terlukis jelas diwajahnya.


"putri?, ayah..." seru Anna, air mata bahagia mengalir deras dari pelupuk matanya, ayah yang selama tujuh belas tahun ini ia rindukan, kini tepat berada didepan matanya.


Anna segera berlari menghampiri ayahnya, segala rasa bercampur menjadi satu, kini ayahnya sudah diketemukan.

__ADS_1


Anna sangat-sangat bahagia.


semuanya tak berakhir sia-sia, kini Feilin sudah ditangkap polisi, dan kehidupan mereka sekarang bahagia, lengkap dengan anggota keluarga yang utuh.


...TAMAT...


Terima kasih untuk para pembaca yang sudah meluangkan waktunya membaca ceria author, mohon maaf jika cerita yang author buat monoton dan kurang menghibur.


Dan jika kalian menemukan cerita yang hampir sama persis dengan cerita ini, tenang aja, author bukan plagiat, sebenarnya cerita itu juga cerita buatan author cuman akun lama.


Dan karna akun itu udah gak author pake, akhirnya author putusin untuk cofy dan salin di akun author yang masih aktif sambil direvisi. Walaupun revisi nya gak niat-niat banget.


Jadi jangan komen enggak-enggak dulu ya.

__ADS_1


Untuk pencegahan, takutnya ada yang bertanya. Thor kenapa pindah akun?. Karna jujur aja author mudah bosen, jadi saat diakun itu ada cerita yang ya menurut author monoton dan males buat di lanjutin akhirnya jalan ninja yang author pilih adalah pindah akun.


Terus kenapa ceritanya harus dipindahin?. karna ada yang nagih minta revisi, akhirnya niat gak niat author pindahin sambil sambil revisi dikit


__ADS_2