
Akhir pekan ini dua keluarga memutuskan untuk berlibur, Zidan dan Ardi tengah membereskan perlengkapan yang akan mereka bawa, sedangkan Anna dia sudah duduk manis didalam mobil, dan kalau soal Eliza, dia akan menyusul ke tempatnya nanti.
hari ini mereka berniat ke taman kota, mumpung hari libur, taman kota akan mengadakan sebuah karnapal.
Zidan masuk kedalam mobil, sedangkan Ardi membawa mobilnya sendiri. dua mobil itu beruntutan menuju taman kota.
tak butuh banyak waktu untuk mereka sampai di taman kota, ternyata karnapal itu sudah dimulai. dan mereka tidak bisa memarkirkan mobil mereka karna taman itu benar-benar penuh.
lalu seseorang keluar dari kerumunan, mendekat kearah mobil Ardi.
"gimana parkiran ujung?" tanya Ardi pada Eliza.
"penuh, mobilku juga gak bisa keluar" jawabnya masam.
dengan segera Ardi mengabari Zidan, merekapun memutuskan untuk mencari rumah makan terdekat, karna taman kota penuh, keinginan mereka untuk makan disana harus terhambat.
__ADS_1
tak lama mereka sampai disebuah restoran, restoran itu mengusung gaya ruangan dengan duduk dilantai, walaupun tidak bisa duduk diatas rumput hijau, setidaknya mereka bisa makan diatas karpet.
Zidan membantu Anna duduk dilantai, pasangan romantis yang keromantisanya tak pernah luntur itu membuat iri banyak orang, tak terkecuali Ardi dan Eliza, Ardi tesenyum manis melihatnya, sedangkan Eliza, dia nampak mengepalkan tangan-nya dengan senyuman yang dipaksa.
tak lama pesanan mereka datang, dengan senyuman Anna melayani suaminya sebelum makan.
sedangkan pasangan yang ada di depan mereka hanya memperhatikan mereka. andai saja Eliza kaya Anna, batin Ardi bersedih, ya walaupun Ardi rela menjadi suami hanya dalam KK, namun rasa iri itu ada.
"mas ini jamur enak banget, adek suka, mas mau?" tawar Anna pada Zidan, Zidan nampak canggung harus menjawab Anna dengan apa.
Anna sedikit bersedih, walaupun dirinya adalah istri Zidan, tapi Anna tak tahu apa yang disukai dan tidak disukai suaminya sendiri. dirinya kalah dari seorang Eliza yang hanya teman masa lalu Zidan.
"eh, enggak ko, alergi mas udah sembuh, sini suapi mas" ujar Zidan mencoba menghibur Anna.
wajah suram Anna kembali cerah, dengan semangat Anna menyuapi Zidan.
__ADS_1
"maaf, saya harus pergi duluan , soalnya ada proyek di luar kota yang harus diselesaikan hari ini juga" ujar Ardi, "kok hari libur ada kerjaan sih mas?" ujar Anna.
"biasa, kalau masalah bisa dateng kapan aja, titip Eliza ya, saya duluan" ujar Ardi lalu bergegas pergi.
…
kini mereka sudah ada di perjalanan pulang, Eliza hanya terdiam, memperhatikan dua insan yang tengah dimabuk asmara.
Anna merasakan sesuatu dari perutnya, sebuah tendangan itu sangat terasa, "mas, bayinya nendang" ujar Anna sumeringah, merasakan tendangan itu membuatnya sangat bahagia.
"yang bener?" tanya Zidan sambil mengulurkan tangan-nya memegangi perut Anna, perlahan perut Anna ia usap lembut, dan benar saja, gerakan itu kembali terasa.
"wah iya dek, bayinya udah bangun" ujar Zidan tak kalah bahagia, tangan-nya terus mengusap perut Anna, mendapatkan balasan dari buah hatinya membuat mereka bahagia. senyum bahagia itu tak luntur-luntur, rasa bahagia mereka begitu besar.
namun berbeda dengan Eliza, bibirnya mengerucut, entah mengapa rasa dihatinya sakit saat melihat Zidan dan Anna bermesraan, iri dan cemburu, kenapa rasa itu datang?.
__ADS_1