Guruku Ayah Anakku

Guruku Ayah Anakku
kopi


__ADS_3

Mata Zidan menilik keluar jendela, rumah yang ada disebrangnya kini nampak ramai, beberapa hari yang lalu Eliza baru saja melahirkan, bayi perempuan yang diberinama Yuriela Ardiana Bagaskara.


dan hari ini, Ardi akan mengadakan aqikah untuk putrinya, namun Zidan masih kebingungan, acara yang akan dilakukan malam nanti sudah dipersiapkan, Zidan ingin membantu persiapan Ardi, sebagai tetangganya, Zidan harusnya menjadi orang pertama yang membantu Ardi.


namun sepertinya Zidan tidak bisa segera pergi, Anna sedang pergi kepasar, sudah hampir setengah hari Anna pergi namun belum juga ada tanda-tanda kepulangan-nya.


tak lama suara tangisan Rezi terdengar, dengan segera Zidan menghampiri putranya, tangan-nya terulur mengangkat bayi itu lalu menepuk pantatnya pelan agar Rezi lebih tenang.


Zidan membawa bayi jabriknya keatas kasur, mendekap bayi yang matanya terbuka itu erat, perlahan mata Zidan tertutup.


tak berapa lama Zidan kembali membuka matanya, dilihatnya Rezi sudah tidak ada disisinya, mungkin karna kasur yang hanya diletakan dilantai membuat bayi itu dengan mudahnya turun dari sana.


telah cukup lama Zidan mencari, mata Zidan menyisir seisi ruangan matanya melihat sebuah bayangan, bayi jabrik itu tengah bermain dibawah meja makan.


dengan segera Zidan mengambil bayinya lalu mencubit pipinya lembut, bayi gembul itu selalu membuat siapapun luluh, semarah apapun Zidan, dia tidak bisa menahan keimutan sang putra.

__ADS_1


"baik banget sih" ujar Zidan sambil mencium pipi Rezi, bayi kecil itu tersenyum cerah.


Zidan akhirnya memutuskan untuk menyeduh kopi, menghilangkan rasa kantuk yang perlahan datang.


Zidan memasukan satu sendok kopi hitam, seperti biasa kopi hitam tampa gula selalu menjadi paporitnya.


asap mengpul kala air panas Zidan tuangkan kedalam cangkir, seperti biasa, bayi yang ada ditangan-nya terus memperhatikan gerak gerik sang ayah.


Zidan meniup kopi itu perlahan, menyesapnya sedikit lalu menyimpan-nya diatas lemari es. tangan Zian membuka lemari es itu, kue bolu yang telah dipotong tertata rapi diatas piring.


Zidan mengambil cangkir kopi yang ada diatas lemari es, piring kue bolu ia letakan sejenak diatas meja.


perlahan Zidan membawa cangkir itu kearah ruang tamu, sambil sesekali menyesapnya diperjalanan.


setelah sampai diruang tamu, Zidan menurunkan sang putra lalu mendudukan-nya diatas kursi, kemudian Zidan kembali ke dapur untuk mengambil piring kue bolu yang tadi ia simpan diatas meja.

__ADS_1


bayi kecil yang Zidan tinggalkan tampak memperhatikan kepulan asap yang keluar dari dalam cangkir, sambil berceloteh ria Rezi turun dari kursi, lalu berdiri sambil memegangi meja.


wajahnya tepat berada didepan kepulan uap kopi, uap panas bercamuur aroma kopi yang khas itu berhasil membuat Rezi gembira.


seperti apa yang dilakukan sang ayah, Rezi meniup-niup uap kopi yang terasa panas, karna tiupan yang terlalu kencang membuat air liur bayi kecil itu jatuh kedalam cangkir.


saat Zidan kembali, dengan segera Zidan menjauhkan kopi panas dari hadapan putranya.


"makin baik aja anak ayah" ujat Zidan sambil mengangkat putranya kedalam grndongan.


Zidan mengambil potongan kecil bolu, lalu memasukan-nya kedalam mulut Rezi, mulut bayi itu nampak mengunyak kue bolu lalu memuntahkan-nya.


sensasi aneh yang baru pertama kali Rezi rasakan, setelah usia rezi menginjak 6 bulan, Anna baru memberikan-nya makanan pendamping seperti biskuit ataupun bubur tim.


dan sampai saat ini juga Anna belum memberhentikan Rezi meminum asinya. karna menurut Anna asi adalah nutrisi terpenting yang paling dibutuhkan putranya.

__ADS_1


__ADS_2