HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 1


__ADS_3

Pagi itu waktu menunjukan jam 04 : 30 Hafizah bangun yang baru bangun tidur,dia langsung pergi ke kamar untuk melakukan ritual hariannya,Hafizal adalah gadis sederhana yang berusia 20 tahun yang memiliki IQ yang di atas rata - rata, di usia nya yang masih muda dia sudah mendapatkan gelar sarjana. Selama ini dia tinggal dengan sang ayah yang bernama Harianto atau yang lebih di kenal pak Har.


Rasa sayang pak Har terhadap Hafizah,membuat pak Har selalu khawatir terhadap sang putri semata wayangnya,dengan keras mengajarkan Hafizah dengan seni beladiri dan beberapa keahlian lain. Setiap habis dari latihan Hafizah selalu pergi ke dapur untuk membantu bik Sum memasak buat dirinya dan ayahnya yang tercinta. Walaupun dari kalangan orang yang berada Hafizah dia bukan tipe anak yang manja dan sombong. Dia juga sering membatu sang ayahnya mengajar seni beladiri kepara muridnya. Diusia masih muda Hafizah sudah mendapatkat gelar master. Bagaimana tidak, sejak dari kecil dia sudah belajar ilmu beladiri dan cara mengatur perusahaan oleh sang ayahnya agar kelak dia bisa meneruskan Perusahaannya,bukan hanya beladiri yang iya kuasai,penggunaan segala senjata tajam mampu dia gunakan.


Ayahnya sering berpesan kepada Hafizah,jika kamu nanti terjun dan melanjutkan perusahaan ayah. "Kamu harus selalu waspada kepada setiap orang,ada orang yang benar - benar baik dan ada yang pura - pura baik" ucap pak Harianto.


"Iya ayah,Hafizah akan mendengarkan semua ucapan ayah,tapi Hafizah boleh gak minta sesuatu,sebelum Hafizah mengambil alih perusahaan,Hafizah ingin merantau,mencari jati diri" ucap Hafizah sembari memohon agar ayahnya mengijinkan.


Ketika Hafizah beranjak dewasa keinginanya untuk mengenal dunia luar sudah tak bisa terbendung. Pak Har yang sangat menyayangi putri satu - satunya pastilah tak mengizinkannya. Tapi bujuk rayu dari Hafizah akhirnya mampu meluluhkan hati sang ayah. Dengan berat hati pak Har akhirnya melepaskan putri semata wayangnya itu.


Pagi itu sehabis Hafizah bangun tidur seperti biasa dia sudah bersiap - siap untuk berangkat ke kota Jakarta, karena dari kemarin malam dia sudah mempersiapkan segala keperluannya terlebih dahulu.


"Nak, kamu yakin mau merantau ke sana?" Tanya pak Har.


"Iya yah,Fizah dah mantap Fizah ingin belajar hidup mandiri kok." jawab Hafizah sembari memonyongkan bibirnya.


"Tapi ayah khawatir kamu kenapa - napa disana nak,apa lagi kamu disana sendirian dan tak ada yang menjaga." ucap sang ayah yang khawatir.


"Aduh ayah,apa yang harus di khawatirkan dengan Hafizah? yang perlu papa khawatirkan orang yang akan mengganggu Hafizah seharusnya." jawab Hafizah sembari tersenyum lebar kepada ayahnya.


"Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusanmu ayah gak bisa ngelarang kamu,tapi ingat nanti sampai di sana kamu harus sering - sering menghubungi ayah dan jangan berkelahi jika memang tidak dalam keadaan mendesak ya." ucap pak Har


"Iya ayahku sayang,kok ayah sekarang jadi agak cerewet ya!" goda Hafizah.


"Dasar kamu ni nakal ya." sahut pak Har sembari mencubit pipi putrinya.


"Bik,Fizah nitip ayah ya, kalau ada apa - apa di sini langsung hubungi saya ya." pesan Hafizah.

__ADS_1


"Siap non,semua mah beres di tangan bibik." jawab bik Sum.


Setelah berpamitan Hafizah berangkat ke kota Jakarta menggunakan angkutan umum,sebenarnya pak Har sudah menyarankan supaya di antarkan sopir atau membawa mobil sendiri tetapi Hafizah menolak. Dia hanya menerima kartu ATM yang diberikan sang ayah untuk bekal hidup di kota.


☆☆☆☆☆


Setelah seharian Hafizah menempuh perjalanan menuju ibu kota akhirnya sampai,dia melihat ke seluruk penjuru arah yang berdiri kokoh gedung - gedung menjulang tinggi dan kendaraan yang rame. Beda dengan suasana kota dimana di di lahirkan.


Terik matahari di ibu kota yang sangat menyengat membuat kerongkongannya kering. Sambil menyusuri jalan dia mencari warung yang menjual minuman dingin agar bisa membuat dirinya lebih seger. Tak berapa lama dia berjalan akhirnya di melihat stant minuman es kelapa muda karena mang tak sulit mencari orang yang berjualan di pinggir jalan. Wajahnya tersenyum lebar ketika melihatnya dengan langkah seribu dia segera menghampiri dan memesannya.


Ketika Hafizah sedang asik menikmati minuman yang dia pesan tadi,dari kejauhan dia seorang copet yang sedang lari ke arahnya dan di susul beberapa orang yang mengejarnya, tanpa pikir panjang,dia melemparkan tas besarnya ke arah dimana copet itu akan berlari, seketika copet yang tadinya lari,tanpa sadar kakinya tersandung tas yang di lempar oleh Hafizah. Dengan gerakan cepat dia melumpuhkan pencopet itu dengan kuncian sehingga pencopet itu tak mampu untuk kabur. Tak berapa lama kemudian datang seorang ibu paru baya menghampirinya dengan seorang laki - laki yang berbadan besar. Ibu paru baya itu melihat Hafizah yang sedang duduk di atas punggung pencopet yang tadi jatuh tersungkur dengan kuncian dari kaki dan tangannya.


Tanpa menunggu lama pria yang berbadan besar itu langsung mengambil alih memegang pencopet itu dan menyerahkan ke pihak berwajib.


"Nak,terima kasih sudah membantu tante ya,kalau kamu gak membantu tante tadi mungkin tante akan kehilangan barang - barang tante,oh iya perkenalkan nama tante Dewi" ucap bu Dewi sambil mengulurkan tangannya.


"Oh iya kamu kemana nak? kok kamu bawa barang banyak gini?" tanya bu Dewi


"Ini saya baru dari kampung,saya mau cari tempat tinggal dan pekerjaan juga" jawab Hafizah sembari tersenyum.


"Kalau gitu kanu ikut tante aja dulu,sambil kamu cari informasi tempat tinggal dan pekerjaan juga" ucap bu Dewi.


"Ah gak usah te,saya gak mau ngerepotin tante" tolak Hafizah.


"Tante gak merasa di repotin kok,anggap saja ini adalah ucapan terima kasih tante ke kamu Nak" sahut bu Dewi.


Akhirnya Hafizah menerima ajakan dari bu dewi. Mobil mewah itu memecah keramaian kota metropolitan itu dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Di dalam mobil itu bu Dewi dan Hafizah saling bercerita dan sesekali mereka tertawa. Tanpa sadar mobil mewah itu memasuki sebuah rumah mewah dengan gerbang yang tinggi dan halaman rumah yang sangat luas. Dari gerbang ada security dan beberapa orang yang berbadan besar bersiap siaga.


Hafizah yang baru turun dari mobil melihat sekeliling rumah mewah bu Dewi,tanpa sadar dia mengembangkan senyumnya. Bu dewi yang melihat Hafizah tersenyum dia menegurnya.


"Kenapa nak?" tanya bu Dewi.


"Gak kenapa - napa te,rumah tante sangat bagus dan ada taman bunganya juga" sahut Hafizah.


" Apa kamu suka dengan bunga?" tanya bu Dewi,karena dari tadi dia melihat jika tamunya itu tatapannya tertuju ke deretan bunga - bunga yang ada di taman.


" Iya saya suka sekali dengan bunga "Jawab Hafizah.


Bu Dewi mengajak Hafizah untuk masuk ke rumahnya,di dalam kediamannya mereka sudah di sambut oleh beberapa pelayan.


"Bik apa Abraham sudah datang?" tanya bu Dewi.


"Belum nyonya" jawab sang pelayan.


"Ya dudah kalau gitu,tolong kamu antarkan tamu saya ke kamar tamu dan siapkan untuk kita bertiga makan malam" ucap nu Dewi.


"Fizah,kamu ikut bibik itu ya,untuk sementara kamu tidur di kamar tamu yang letaknya di lantai dua,kamu istirahat dulu pasti kamu capek" ucap bu Dewik.


Hafizah yang mendengar perintah dari bu Dewi hanya menganggukan kepalanya saja.


Bersambung.....


Bagaimana kelanjutan perjalanan Hafizah di kota METROPOLITAN.... Ikuti terus ya kelanjutannya.

__ADS_1


Jangan lupa LIKE , KOMENTAR DAN VOTEINGNYA. ya... Supaya saya lebih semangat lagi. ok. Terima kasih....


__ADS_2