HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 14


__ADS_3

Abraham yang sedang fokus dengan tumpukan dokumen di meja kerjanya dibantu dengan Martin,karena dia berniat menyelesaikan pekerjaan untuk beberapa hari kedepan karena dia besok ingin mengajak Hafizah untuk pergi ke luar negeri.


Dreeetttt..... Dreeeettttt.... Dreeettt....


Martin melihat HP nya ada panggilan telp masuk,Martin mengangkatnya,Abraham yang melihat Martin tegang ketika menerima telp tersebut.


"Ada apa?" tanya Abraham.


" Maaf bos,baru saja saya menerima telp dari bodyguard kita yang berada di rumah tuan Har, dia memberikan i formasi jika kediaman tuan Har diserang oleh sekelompok orang yang tak dikenal dan katanya tuan Har/ mertua anda di serang oleh orang dan sekarang Mertua anda di culik." ucap Martin.


Abraham yang mendengar kalau Mertuanya di culik, sontak dia berdiri dan dengan tergesah - gesah dia pergi menuju ke rumahnya.


"Martin ayo kita pergi, kita jemput Hafizah di rumah,dia harus tau keadaan ayahnya..... " ucap Abraham dan di anggukin oleh Martin.


Ketika Abraham dan Martin di perjalanan pulang,Hafizah yang sudah mendapatkan kabar terlebih dahulu dari Vivin keponakannya yang berada di rumahnya dia sudah berangkat terlebih dahulu dengan mengandarai motor sportnya.


Sesampainya dirumah Abraham memanggil - manggil Hafizah,pelayan yang tadi sempat melihat Hafizah pergi,dia langsung menghampiri bosnya itu.


"Maaf tuan tadi Nona pergi dengan buru - buru dengan mengendarai motor,tapi tadi saya sempat melihat nyonya mengacak - ngacak lemarinya sepertinya dia mencari sesuatu tuan." ucap pelayannya


Abraham yang mendengar keterangan pelayannya dia langsung pergi ke kamarnya dan di susul oleh Martin.


Abraham kaget melihat kamarnya yang berantakan,ada sepucuk surat yang tertempel di kaca lemarinya.

__ADS_1


"Mas,maafkan Fizah sudah pergi tanpa izin,ayah sedang disekap oleh orang yang tidak dikenal,aku pergi mencari ayah,Di lemari sudah aku tinggalkan beberapa alat yang bisa untuk melacak keberadaanku sekarang, from Hafizah."


Abraham yang baru membaca surat yang di tinggalkan oleh istrinya dia langsung memeriksa lemari milik istrinya betapa kagetnya Abraham dan martin ketika membukanya. Setelah membuka lemari istrinya betapa kagetnya dia melihat beberapa senjata api berbagai jenis dan ukuran,ada peredam suaranya juga, ada alat komunikasi dan pelacak yang dimaksud istrinya.


Martin yang baru melihatnya dia melongo sampai tanpa sadar mulutnya mengagah.


"Buset dah, bos sebenarnya nyonya Fizah itu siapa? tanya Martin.


"Aku juga gak tau bro....biarpun ini rumahku,aku baru kali ini membuka lemari milik istriku,aku juga gak tau kapan dia menaruh semua ini disini." Jawab Abraham.


☆☆☆☆☆


Hafizah yang mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi bak Valentino rossi.


"Kakak...." Panggil seseorang dari belakan.


Hafizah yang mendengar panggilan yang tak asing baginya langsung mencari asal suara itu.


"Vivin." ucap Hafizah.


Hafizah melihat Keponakannya ada beberapa luka memar di beberapa tubuhnya merasa kasihan. "Apa yang terjadi di sini Vin?" tanya Hafizah.


"Aku gak tau kak,yang aku tau ada beberapa kelompok berpakaian rapi dia membawa pistol dan menyerang kami,trus dia membawa paman kak." ucap Vivin.

__ADS_1


Cukup lama Hafizah di sana, dia mengurus para murid dan jasat sang pengasuhnya dengan bantuan para warga, tak lama kemudian Abraham dan Martin sampai di rumah mertuanya,dia melihat Hafizah yang sedang menangis merasa teriris hatinya. Hafizah yang dia tau adalah wanita yang kuat,ternyata dia memiliki sisi kelemahan juga.


"Fizah." Panggil Abraham sembari berjalan ke arahnya,Hafizah langsung berlari menghampiri Abraham dan memeluknya.


"Mas dia menculik ayah mas." ucap Hafizah.


Tenang kita akan cari ayah mertua sampai ketemu." ucap Abraham sambil menenangkan istrinya.


"Martin.... Kamu kerahkan orang - orang kita untuk mencari keberadaan ayah mertua." titah Abraham.


Martin yang hendak menggeluarkan telp di sakunya,tiba - tiba di tahan oleh Vivin.


"Tak perlu kak, tadi Vivin sempat mencari informasi keberadaan paman" ucap Vivin


Martin yang merasa tersaingi Martin langsung nyolot. "Haiii siapa kamu.... beraninya membantah Tuan Abraham." ucap Martin.


"Dia Keponakanku." jawab Hafizah yang sudah merasa tenang.


Hafizah melihat Vivin,Vivin menganggukan kepalanya dan berjalan ke suatu ruangan,dan di ikuti oleh Abraham dan Martin.


Kedua lelaki itu saling tatap merasa tak tau apa yang mereka pikirkan.


Mereka masuk ke perpustakaan yang ada di rumah itu, ketika dia sampai di suatu rak Hafizah menarik salah satu buku yang ada di rak itu,tiba - tiba rak dan lantai nya bergerak dan membawa mereka keruanganyang ada dibalik rak tersebut.

__ADS_1


__ADS_2