
Abraham membaca Dokumen milik Hafizah dengan teliti,dia penasaran dengan siapa sebenarnya Sekretaris barunya itu. Mata Abraham terbelalak setelah melihat beberapa sertifikat yang dimiliki Hafizah.
"Dia mendapatkat gelar Master dalam bidang bela diri,Juara 1 berturut - turut lomba penembak jitu se Asia, dan masih ada beberapa lagi piagam dari beberapa perlombaan." ucap Abraham. "Hebat juga dia, tapi sebenarnya dia itu mau jadi sekretaris apa TNI?" ucap Abraham.
"Pantas saja para bodyguard ku kalah cepat bertarungnya tadi, ada masalah apa tadi kok sampai Fizah turun tangan?" tanya bu Dewi
Abraham menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka.
"Bagaimana kalau mulai besok kamu belajar bela diri kepada Fizah?" Ucap bu Dewi.
"Ngapain Abraham harus belajar bela diri juga ma."jawab Abraham.
"Perasaan mama tidak enak nak,apa lagi setelah mengetahui kamu tadi siang berurusan dengan Erik,dia memiliki banyak ikatan dengan para mafia di kota ini." ujar bu Dewi.
"Besok kamu ajak juga Martin." sambung bu Dewi
☆☆☆☆☆
Ke esokan Harinya Hafizah sudah siap di ruang latihan dengan pakaian yang biasanya dia gunakan untuk berlatih bela diri. Tak berapa lama Abraham dan Martin tiba. "Tuan apa benar kita akan berlatih bela diri?" tanya Martin.
"Udah ikut aja,ini perintah dari mama,semuanya ini buat kebaikan kita,kamu gak mau kan kejadian kayak kemarin waktu Fizah melindungi kita". ucap Abraham.
Mereka berdua menemuai Hafizah yang sudah dari tadi menunggu di lantai tiga, Martin melihat Hafizah dengan sangat terpesona dengan kecantikannya,rambutnya di kuncir kuda,matanya yang indah bisa memikat para lelaki dan senyumnya yang manis membuat jantungnya berdetak kencang.
"Oohhhh, melihat wajahmu di pagi hari ini,rasaya membuat waktu terasa terhenti seketika,kau telah membuat jantungku berdetak begitu kencang". ucap Martin sembari berjalan menghampiri Hafizah.
Abraham yang melihat tingkah sahabatnya,dia hanya bisa menepuk jidatnya sendiri dengan tangannya. Sedangkan Hafizah yang dari tadi sibuk latihan sendiri melihat kedatangan mereka berdua,langsung menghentikan aktivitasnya.
"Selamat pagi tuan Abraham,tuan Martin. Oke kita mulai pemasan dulu ya." ucap Hafizah
Cukup lama mereka belajar dasar - dasar gerakan,sampai akhirnya mereka belajar menyerang dan bertahan.
"Tuan Martin tolong pakai ini ya." ucap Hafizah,memberikan beberapa alat pelindung tubuh.
"Oke,apa anda siap?" tanya Hafizah.
"Aku siap" jawab Martin. Martin melihat tatapan Hafizah yang tadinya sangat manis dengan senyuman imut,berubah dengan tatapan yang amat tajam dan menakutkan,tapi tak menghilangkan kecantikannya.
Hafizah menyerang Martin sehinggah dengan hitungan detik,martin jatuh karena tak mampu menahan tendangan Hafizah. Begitupun dengan Abraham,cuma bedanya Abraham lebih kuat dalam pertahanan dirinya.
Mereka berdua,keluar dari ruang berlatih,dengan memegang beberapa tubuhnya yang tadi sempat diserang oleh Hafizah.
__ADS_1
"Aduhhhh Bosss badanku sakit semua" keluh Martin sembari memegang wajahnya yang sempat kenak bogeman Hafizah.
Abraham ketawa melihat Martin yang babak belur. Melihat bosnya ketawa Martin masang wajah cemberut "Ya ampun bos,bukannya prihatin ama kita malah di ketawain" ucap Martin.
"Katanya loe demen ama tu cewek,kalau loe demen nikmati aja bogemannya" ucap Abraham sembari meninggalkan Martin.
"Demen sih demen,tapi ketika melihat tatapannya berubah saat nyerang membuat aku takut " ucap Martin yang lagi ngomong sendiri dan tiba - tiba dia di kejutkan dengan panggilan lembut.
"Tuan" panggil Hafizah. "Jangan lupa besok kita lakukan latihan lagi ya" lanjut Hafizah sembari tersenyum.
"Eeeehhhh,iya Fizah,demi kamu aku rela bonyok - bonyokan dah" Sahut Martin.
☆☆☆☆☆
Di tempat lain Erik yang tak terima dengan perlakuan Abraham menyuruh beberapa orang untuk menghancurkan Abraham.
"Aku tak terima dia memenjarakan aku seperti ini,suruh seseorang untuk membuat perhitungan kepada Abraham dan gadisnya itu, berani sekali dia mempermalukan aku seperti ini." ucap Erik.
"Siap bos". jawab beberapa orang di sana.
Di kantor,Abraham yang sibuk memeriksa beberapa Dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.
Tok...Tok...Tok...Suara pintu di ketok dari luar.
Hafizah masuk ke ruangannya.Abraham melihat Hafizah yang menggunakan baju yang waktu itu belikan dan sepatu high heels,membuat dirinya semangin seksi dengan kaki jenjang dan mulusnya. Angin yang keluar dari pendingin ruangan membuat rambut Hafizah berterbangan.
Abraham yang melihatnya menjadi terhipnotis dengan pesona yang di berikan oleh Hafizah,membuat Abraham berdiri dari tempat duduknya dan menghampirinya.
"Emmm,Fizah malam ini kamu ikut denganku dan sekarang kamu boleh keluar".Ucapnya dengan gaya sok Coolnya.
Hafizah mencoba mencerna perkataan bosnya, "apa maksud perkataannya ya? kalau gak salah denger dia tadi ngajakin aku keluar nanti malam,tapi aku gak yakin dengan yang aku dengar tadi, tapi aahhhh masak bodok dah" ucap Hafizah.
Abraham yang masih tetap berdiri di belakang pintu,memegang dadanya. "Sial,kenapa setiap aku di dekatnya membuat aku jadi kikuk dan mati kutu" omel Abraham pada diri sendiri.
Ketika asik ngomelin sendiri,tiba - tiba pintunya di buka oleh Martin,sontak membuat hidung Abraham yang mancung kebentok pintu.
"Aaauuuuu,kamu bisa gak sih kalau mau masuk ketuk pintu dulu" ucap Abraham.
"E e e e,maaf bos gak sengaja lagian ngapain bos berdiri di belakang pintu? mangnya mau pindah jabatan jadi security ya?" ucap Martin sambil terkikik melihat bosnya meringis kesakitan sembari memegangi hidungnya.
"Beraninya kamu melawan saya,mau kamu aku pecat" ucap Abraham
__ADS_1
"Ya elah gitu aja marah,sorry sorry" ucap Martin.
"Ada apa dengan si bos,tumben sikapnya aneh seperti itu" ucap Martin dalam
Waktu menunjukan 17 : 15 Para karyawan sudah meninggalkan kantor satu persatu,Hafizah berniat untuk mencari tempat tinggal di salah satu apartemen yang tak jauh darinkantor.
Tok... Tok...Tok...
"Maaf Tuan mengganggu,hari ini saya izin untuk pergi ke suatu tempat,jadi jika tidak keberatan hari ini anda bisa pulang dengan tuan Martin" ucap Hafizah yang penuh dengan hati - hati.
"Abraham melirih Hafizah dengan tatapan tajam, ya pergilah tapi jangan lupa nanti malam temani aku keluar." ucap Abraham mengingatkan akan rencananya.
"Terima kasih tuan,saya akan kembali ke rumah lebih awal." sahut Hafizah.
_________
Di tempat lain Hafizah yang sedang mencari Alamat apartemen yang ada di iklan yang tadi dia baca tanpa sengaja ada sepasang mata yang mengikutinya dari tadi.
Ketika Hafizah ingin pergi dari Apartemen tiba - tiba tangannya di tarik oleh seseorang. sontak Hafizah ingin menyerangnya tapi orang itu dengan cepat menghindar.
"Ferdi, ehh salah maksudku Alex." ucap Hafizah yang kaget melihat orang yang di depannya.
"Kenapa kamu di sini" lanjut Hafizah.
"Aku tadi lewat sini dan melihat kamu,ya aku mutusin untuk menghampirimu" ucap Alex.
Ferdi melihat penampilan Hafizah dari atas samoai ke bawah,dia tersenyum tanpa arti.
"Kamu tambah cantik yaa,aku gak nyangka kalau kamu bisa secantik ini, padahal dulu waktu aku ninggalin kamu dandananmu masih tomboy dan kampungan" ucap Alex dengan mencoba membelai wajah Hafizah,tapi Hafizah dengan cepat menepisnya.
"Jangan coba - coba kamu sentuh aku dengan tangan kotormu Ferdi, Ohhh maaf salah lagi tuan Alex maksudku." ucap Hafizah sembari melangkah meninggalkan Alex sendiri.
Dengan cepat Hafizah pergi meninggalkan tempat itu dan menuju rumah Abraham dengan mengendarai Motor barunya. Sedangkan Alex,dia tersenyum melihat Hafizah yang bersikap jutek kepadanya.
"Sikap itu yang membuat aku semakin penasaran kepadamu Hafizah, bagaimana pun caranya aku akan membuatmu bertekuk lutut kepadaku." ucap Alex.
Hafizah melihat - lihat calon Apartemen yang dia tinggalin merasa cocok dan nyaman,dia memutuskan untuk membelinya.
Tak hanya Apartemen,dia juga membeli sebuah Motor Sport untuk dia gunakan sehari - hari. Sebenarnya dia bisa membeli mobil,tapi melihat keadaan Jakarta yang sering macet dia memutuskan untuk menggunakan Motor.
**Bersambung......
__ADS_1
Ok kawan - kawan jangan lupa LIKE,KOMEN,DAN VOTE YA ....SUPAYA SAYA LEBIH BERSEMANGAT LAGI MELANJUTKAN CERITANYA. TERIMA KASIH**...