HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 21


__ADS_3

Hafizah yang baru turun dari atas panggung dia segera mengganti pakaiannya,tetapi bukan pakaian kerja lagi melainkan pakaian bebas,karena waktu sudah menunjukan jam 2 dini hari.


Hafizah yang baru keluar dari kamar ganti dia melihat Samuel dengan tampang mesumnya,melihat Samuel yang sudah masuk ke perangkapnya dia melanjutkan rencananya.


" E -- Tuan Samuel. " Ucap Hafizah.


" Hai..... kamu Zazah ya,karyawan baru? " Tanya Samuel.


" Iya tuan. " Jawab Hafizah.


" Kamu pulang dengan siapa? " Tanya samuel.


" Saya pulang dengan Vina tuan,saudara saya yang tadi bareng sama saya pas ngelamar kerja itu lho. " Ucap Hafizah.


" Ooooo,.... Kalau gitu ayo saya antar pulang,aku gak mau terjadi sesuatu dengan karyawan saya. "Ucap Samuel sembari jarinya menyentuh wajah mulus Hafizah.


Sebenarnya Hafizah sangat marah atas perlakuan Samuel,tapi dia harus sabar merendam emosinya agar samuel bisa masuk ke perangkapnya.


" Apa gak ngerepotin tuan? " Tanya Hafizah yang menepis tangan Samuel dengan sopan.


" Aku gak merasa direpotin kok jika mengantar gadis cantik sepertimu. " Sahut Samuel.


☆☆☆☆☆


Hafizah dan Vivin masuk ke mobil Samuel,Hafizah duduk di kursi penumpang bersama Samuel sedangkan Vivin di depang samping driver.


Samuel yang merasa bangga karena dalam fikirnya ingin bersenang - senang dan menikmati tubuh Hafizah akan terlaksana. Bahkan ketika di dalam mobil Samuel sesekali ingin mencium Hafizah,tetapi dengan Halus dan rayuan gombal Hafizah menolaknya.


Dalam perjalanan ketiaka melewati jalanan sepi,mobil Samuel dihadang oleh orang yang tiba - tiba menghentikan mobilnya didepan mobilnya.


"Sialan.... Siapa yang berani menghadang mobilku. " Umpat Samuel.


Samuel dan sopirnya keluar dari mobil.

__ADS_1


Dari depan terlihat dua pria menghampirinya,Vivin yang dari tari duduk di depan dia menoleh ke belakang melihat Hafizah dengan senyum bahagianya. Bagaimana gak bahagia,pasalnya dua pria yang menghadangnya adalah Abraham dan Martin.


Hafizah yang melihat Suaminya di depan dia ikut keluar bersama Vivin. Mereka berdiri pas di belakang Samuel dan sopirnya,dengan cepat Hafizah melakukan kuncian tangan kepada Samuel dan mendekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan yang sudah Hafizah beri obat bius dari tadi,tak butuh waktu lama Samuel pun pinsang.


Sedangkan sang sopir yang melihat bosnya dapat serangan dia hendak lari tetapi dia di hadang oleh Abraham dan Martin. Dengan sigap mereka membekup dan menangkap Sang sopir.


Melihat musuhnya sudah tak berdaya,Hafizah segera menghubungi Frans dan para pengawalnya yang sudah menunggu di tempat yang tak jauh dari lokasi dimana dia sekarang.


Tak menunggu waktu berapa lama Frans datang dengan beberapa pengawal. Frans bawa mereka berdua ke tempat kita,buat dia agar memberi tahu kita diama keberadaan Ayahku,aku percayakan semuanya kepadamu....Ucap Hafizah.


" Baik Nona...." Ucap Frans.


☆☆☆☆☆


Sesampainya di Villa,Abraham yang masih emosi dengan sikap Hafizah dia keluar dari mobil langsung berjalan menuju kamar tanpa menunggu Hafizah.


Hafizah yang menyadari akan kemarahan Abraham dan menyusul suaminya ke kamar.


Sedangkan Vivin dan martin tak mau ikut campur urusan Abraham dan Hafizah.


" Cihhh.... Dasar pria hidung belang...." Ucap Vivin sembari melangkah ke meninggalkan Martin.


Martin yang mendengarnya dia mengejar Vivin yang terus berjalan.


" Heeii apa katamu barusan. " Tanya Martin.


" Pria Hidung belang.." Jawab Vivin.


" Beraninya kau bilang begitu. " Ucap Martin.


" Emang kenapa aku gak berani,emang benar kamu Pria hidung belang,gak bisa lihat cewek bening dikit main goda - goda..." Sahut Vivin.


" Bukan aku yang goda mereka,mereka sendiri yang menghampiri aku dan menggoda aku,secara aku kan tampan dan keren lagi... " Ucap Martin.

__ADS_1


" Iiihhhh dasar kamu kePDan amat jadi orang..." Jawab Vivin yang terus di depan Martin.


Ketika Vivin hendak membuka pintu kamarnya,Martin menarik tangan Vivin dan memeluknya. Vivin yang sekarang berada dalam pelukan Martin,merasa gerogi dan detak jantungnya yang tadi normal menjadi kencang.


Martin tersenyum melihat Vivin menjadi gerogi,bahkan dia bisa merasakan detak jantungnya Vivin yang menjadi cepat.


" Kenapa kamu,marah - marah ketika aku dekat dengan wanita lain? apa kamu cemburu melihatnya? Atau kamu suka sama aku? Kalau kamu suka sama aku akui saja..." Ucap Martin.


" E- - Siapa juga cemburu ya? KePDan amat sih kamu dan siapa juga yang suka ama pria yang Hidung belang kayak kamu....." Jawab Vivinnya sembari melihat ke sembarang arah,karena dia tak mampu melihat wajah Martin.


" Bohong.....,kalau kamu gak suka ama aku gak mungkin kamu marah ketika aku dekat dengan wanita lain dan tak mungkin juga debaran jantungmu secepat ini ketika aku peluk dirimu..." Ucap Martin sembari memegang Dagu Vivin dan mendekatkan wajahnya.


Ketika Bibir Martin hendak mendarat ke bibir Vivin dengan cepat Vivin menginjak kaki Martin,sontakmelepaskan pelukannya dan Vivin langsung masuk ke kamarnya langsung menutupnya.


Martin yang kakinya di injak oleh Vivin meringis menahan kesakitan karena ulah Vivin. Disela - sela menahan sakit dia tersenyum karena membayangkan wajah manis Vivin yang sedang malu.


-


-


-


-


-


**BERSAMBUNG......


Terima kasih buat pembaca yang setia mengikuti kelanjutan novel ini.


Kira - kira bagaimana kelanjutannya ya????


Apakah Rumah tangga Hafizah dan Abraham akan berlanjut terus?? Dan apakah Vivin dan Martin akan Menjadi sepasang kekasih???

__ADS_1


Tolong kasih sarannya....


Tapi jangan lupa kasih LIKE,KOMEN DAN VOTEINGNYA ya biar saya lebih semangat lagi..... Terima kasih**.


__ADS_2