HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 11


__ADS_3

Hafizah yang sudah siap dia duduk merenung di kamar.


"Kenapa ayah sangat tega dengan aku? bahkan dia tega menjudohkan aku dengan laki - laki yang belum sama sekali aku kenal." ucap Hafizah.


Tok....tok....tok... Pintu kamar Hafizah di ketok.


"Non, apa anda sudah siap? tuan Har menyuruh Nona untuk lekas turun." ucap bik Sum.


"Iya bik,tunggu sebentar." ucap Hafizah.


Hafizah yang kini pandai merias diri seperti gadis - gadis pada umumnya,dia tampak cantik dengan balutan gaun hitam putih dan rambut di sanggul menunjukkan leher yang putih dan jenjangnya dibiarkan dengan make up naturalnya.



Crreeekkkk.....


Hafizah membuka pintu kamarnya, bik Sum yang melihat Hafizah dengan riasan make up, dia terkagum tak percaya kalau gadis di depannya saat ini adalah Hafizah yang selama ini dia rawat bahkan sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.


"Nona cantik banget, kayak artis siapa ya?" ucap bik Sum sambil berfikir keras.


"Sudah deh bik gak usah godain Fizah terus, masak artis terkenal disamain dengan Fizah, bibi memujinya ketinggian." ucap Hafizah


Hafizah menuruni anak tangga dengan perlahan,kakinya terasa berat untuk dia langkahkan menuju ke ruang tamu. Terlihat jelas dari raut wajah Hafizah jika dia tak menyetujui perjodohan ini.


"Non,jangan di tekuk gitu dong wajahnya,nanti gak enak dilihat dengan calon suaminya." ucap bik Sum, dia memasan senyum termanisnya walupun dengan terpaksa.


"Nah,buk ini putri kesayangan saya." ucap pak Harianto memperkenalkan putri semata wayangnya ke para tamunya.


Ketika Hafizah ingin menyalamin para tamu undangan sang ayah tiba - tiba dia terkejut akan siapa yang ada di hadapannya,yang tak lain adalah keluarga dari bosnya yaitu Abraham.


"Fizah !!!! " ucap Abraham dan Martin bersamaan karena terkejut.

__ADS_1


"Kamu" ucap Hafizah yang tak kalah terkejutnya dari mereka.


Sedangkan Bu Dewi dan Pak Har hanya tersenyum melihat expresi dari mereka. "Maksud ayah apa ini? kenapa mereka ada di sini? tanya Hafizah yang penasaran kenapa bisa bosnya berada di rumahnya.


Harianto yang melihat putrinya kebingungan dia menjelaskan jika perjodohan di antara mereka sudah di rencanakan dari awal oleh mendiang Ibunya semasa masih ada. Hafizah hanya bisa pasrah menerima perjodohan itu.


Sedangkan Abrahan dan Martin pun sama terkejutnya dengan apa yang dia lihat saat ini,gadis yang selama ini bekerja bersama dirinya ternyata bukan gadis kampung biasa. Dia adalah putri tunggal dari pemilik Linggar Jati Grub yang terkenal se Asia.


Karena perjalanan dari Jakarta ke kota Hafizah lumayan jauh akhirnya pak Harianto menyuruh untuk menginap beberapa hari di sana.


"Kalian tinggal lah di sini beberapa hari,aku dengar kalian juga ingin belajar seni bela diri." ucap pak Harianto.


"Tapi sa - sebelum Abraham selesai bicara,bu Dewi mendahului pembicaraannya. "Ya nak bukannya kalian ingin memperdalam ilmu bela diri,jarang - jarang kan kalian diajar oleh pelatih yang handal." ucap bu Dewi.


Martin yang sudah dari awal menyukai Hafizah,dia merasa patah hati karena harapan untuk mendekatinya harus dia kubur dalam - dalam. Gadis yang dia sukai kini akan menikah dengan sahabat dan sekaligus bosnya.💔💔💔


☆☆☆☆☆


"E - Hmm" deheman abraham membuat Hafizah tersadar dari lamunannya.


"Tuan? kenapa tuan belum tidur? pasti lagi mikirin tentang perjodohan ini ya." ucap Hafizah.


"Sudah gak usah kebanyakan mikir,nanti cepet keriput lho" sahut Abraham sembari menyunggingkan senyum kepada Hafizah.


Ini adalah pertama kali Hafizah melihat Abraham tersenyum kepadanya. Sehingga membuat wajah Hafizah menjadi gerogi.


"Boleh aku gabung di sini?" ucap Abraham.


"Ohhh iya silahkan tuan." Sahut hafizah yang gugub.


"Jangan panggil aku tuan Fizah,dengan sebutan tuan kamu membuat aku merasa kamu menghina aku" ucap Abraham.

__ADS_1


"Terus saya harus panggil kamu apa?" tanya Hafizah.


"Ya terserah kamu saja,senyaman kamu, mas boleh,kakak juga boleh dan sayang juga boleh." jawab Abraham yang menggoda Hafizah.


"Ihh... tuan jangan godain aku gitu." ucap Hafizah.


"Lho.. kok tuan lagi? tanya Abraham.


"Eh, mas." ucap Hafizah yang masih belum terbiasa.


"Nah itu lebih enak di dengar," sahut Abraham.


" Mas apa kamu keberatan dengan perjodohan ini? tanya Hafizah yang mulai muram kembali.


"Awalnya sih keberatan,tapi setelah tau jika yang akan dijodohkan itu kamu,aku merasa gak bermasalah paling gak aku mengenal calon istriku." jawab Abraham.


"Kamu sendiri bagaimana?" tanya Abraham.


"Aku gak menyangka saja mas kalau aku akan bertunangan dan menikah dengan orang yang tidak mencintaiku." jawab Hafizah.


Deg...


Abraham langsung terdiam mendengar ucapan hafizah,sebenarnya dia juga berfikiran sama seperti hafizah. Tapi apa daya dia tak mau membuat mamanya bersedih jika dia menolak keinginan mamanya yang amat dia sayangi.


-


-


-


-Bersambung.......

__ADS_1


Terima kasih buat semuanya sudah setia mengikuti terus setiap episodenya. Jangan Lupa LIKE , KOMENTAR DAN VOTE nya ya... TERIMA KASIH.


__ADS_2