HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 9


__ADS_3

Pagi hari matahari bersinar cerah,Abraham yang bangun dri tidurnya merasakan kepalanya sangat sakit akibat efek mabuk semalam. dia melihat dari sekeliling ruangan merasa bingung.


"Aku dimana ini?" ucap Abraham sembari memegangi kepalanya yang masih pusing.


"Ehhh tuan udah bangu" tanya Hafizah.


"Fizah kenapa kamu di sini,dan dimana kita sekarang?" tanya Abraham.


Hafizah membuang nafas dengan kasar. "Tuan ada di Apartemen saya, tadi malam tuan mabuk berat,ketika saya akan mengantar tuan pulang ke rumah,tuan menolaknya dan meminta saya membawa tuan kemana saja asal jangan membawa tuan ke rumah. Jadi saya membawa tuan ke sini." jawab Hafiza sembari menyodorkan teh hangat ke bosnya.


"Apartemen? sejak kapan kamu punya apartemen? "Tanya Abraham.


"Sejak kemarin tuan, oh iya tuan,untuk hari ini saya minta izin gak masuk kerja dulu ya,saya mau mindahin barang - barang saya kesini." ucap Hafizah.


Mendengar Hafizah akan pindah dari rumahnya,Abraham merasakan perasaan tak rela jika Hafizah keluar dari rumahnya,tapi Abraham tak mampu menjelaskan perasaan itu.


"Kalau kamu pindah dari rumah,terus siapa yang akan melarihku?" Tanya Abraham.


"Biarpun saya pindah ke apartemen,saya akan masih tetep sering ke tempat tuan kok,saya kan masih ada tanggung jawab melatih tuan bela diri." sahut Hafizah sembari tersenyum kepada bosnya.


Merekapun pergi dari Apartemen menuju kediaman Abraham,sesampai di sana Hafizah menemui bu Dewi dan ingin langsung berpamitan kepadanya.


Hari itu Abraham berangkat sendirian,keinginan Hafizah yang ingin pindah ke apartemen tak bisa iya tolak.


Abraham yang baru datang di kantor berjalan dengan memasang wajah dinginnya dan di sambut oleh Martin dan beberapa staf lainnya.


"Bos, Fizah mana?" tanya Martin yang dari tadi mencari keberadaan Hafizah.


"Dia izin gak masuk kerja." jawab Abraham dengan nada dinginnya.


"Kenapa gak masuk?" tanya Martin lagi.

__ADS_1


"Dia lagi pindahan apartemen."Jawab Abraham.


"Wahhh Asikk dong... Jika dia pindah ke Apartemen aku lebih bebas mendekatinya" ucap Martin dalam hati.


☆☆☆☆☆


Di tempat lain Hafizah yang masih di kediaman Abraham dia mulai membawa barang- barangnya berjalan ke ruang tamu di sana bu Dewi sedang duduk sendirian.


Hafizah yang melihat bu Dewi duduk termenung sendirian,memberanikan diri untuk menghampirinya. Bu Dewi yang melirik ke arah barang - barang Hafizah.Dia memanggil pelayan untuk membantunya.


"Fizah,barang barangmu biar pelayan yang membawanya dan merapikannya, kamu kasih Alamat Apartemenmu ke mereka."


"Sekarang kamu temeni tante jalan - jalan ya? Tante bosen di rumah terus" ajak bu Dewi.


"Ooo baiklah kalau begitu tante." sahut Hafizah.


Tanpa menunggu lama mereka pun berangkat menuju pusat perbelanjaan,di sana mereka tertawa riang,Hafizah yang selama ini tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu,sekarang merasakannya.


Karena mereka sudah cukup puas dengan acara jalan - jalannya mereka memutuskan untuk kembali. Di perjalanan menuju parkiran dan ketika Hafizah ingin melajukan mobilnya,tiba - tiba ada beberapa orang yang menghadangnya dan menyuruhnya untuk keluar.


Bu Dewi terlihat ketakutan,karena mereka keluar tanpa di kawal oleh bodyguard.


"Fizah siapa mereka?" ucap bu Dewi.


"Saya tidak tau te" jawab Hafizah.


"Tante di dalam saja,biar saya yang turun,kunci semua pintu mobil." ucap Hafizah sembari keluar dari mobil.


"Siapa kalian?" ucap Hafizah kepada para brandal yang menghadang jalannya.


"Oooo Ini dia orangnya, hai gadis cantik cepat ikut kami dengan baik - baik atau kami akan paksa kamu." ucap dari salah satu brandal.

__ADS_1


"Cuiiihhhh siapa kalian sehingga aku harus menuruti kalian." sahut Hafizah sembari tersenyum sinis.


"Wahhh berani juga ni cewek,cepat serang dan tangkap gadis itu." ucap ketua preman itu.


Hafizah yang sudah siap dengan kuda - kudanya langsung melawan ke delapan orang berbadan besar.


Maju satu orang yang memiliki perawakan tinggi,dia menendang Hafizah,tapi Hafizah menunduk untuk menghindari tendangan dan dia langsung menendandang kakinya senghinga orang itu terjatuh,tanpa menunggu lama Hafizah melemparkan pukulanya ke arah orang tersebut hingga membuat wajah dari orang tersebut babak belur. Melihat temannya jatuh tersungkur, dia mendapatkan serangan dari arah depan dan belakang bersamaan,ketika mereka hendak menyerang bersamaan,Hafizah dengan sikap siaganya dia mengarahkan tendangannya ke depan dan ke belakang sehingga dua orang itu mendapatkan tendangan yang cukup kuat di tubuhnya hingga membuat mereka merintih tak berdaya.


Karena beberapa temannya sudah tak berdaya mereka memutuskan untuk menyerangnya bersama - sama. Hafizah memukul salah satu orang disana dan menjadikan dia tumpuan dan pegangan ke badannya,dengan gerakan cepat Hafizah loncat sekaligus menendan semua para preman itu. Hafizah melihat semua lawannya tersungkur dan dia menghampiri ketua preman itu.


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Hafizah dengan nada tinggi kepada preman itu.


"Ampun nona," ucap preman yang Hafizah tanya.


"Cepat katakan kalau ti...," belum sempat Hafizah bertanya tiba - tiba terdengar suara tembakan.


Dooorrrrr......


Langsung ketua preman itu mati.


Hafizah yang sekilas melihatnya berusaha mengejarnya tapi sayang Hafizah tak mampu menemukannya.


"Sial,aku gagal mengejarnya." umpat Hafizah


Hafizah langsung kembali dia takut akan keselamatan bu Dewi jika terlalu lama meninggalkannya. Dia langsung melajukan mobilnya menuju kediaman bu Dewi.


Bu Dewi yang baru pertama kali melihat Hafizah bertarung dia terus memandanginya. "Fizah kamu hebat,tante gak menyangka gadis seperti kamu bisa mengalahkan orang - orang yang berbadan besar itu" puji bu Dewi


"Waktu itu tante cuma dengar dari mulut Abraham saja,tetapi sekarang tante dapat melihatnya secara langsung,berapa kerenya kamu nak,ternyata tante gak salah pilih orang" sambung bu Dewi yang terpana akan aksi gadis cantik di sampingnya itu.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2