HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 31


__ADS_3

****Terima kasih untuk para pembaca yang selalu setia mengikuti cerita ini,mohon maaf jika beberapa hari ini saya lama meng UPDATE CERITANYA. Dikarenakan saya sedang merayakan HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H.


Jika langkah telah membekas lara, dan lidah yang merangkai dusta, sehingga menorehkan luka, Di bulan yang Fitri ini semoga pintu maafmu masih terbuka, MInal Aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin๐Ÿ™๐Ÿ™****


SELAMAT MEMBACA


" Aku harus cari tau apa sebenarnya yang terjadi,dan untuk sekarang tak boleh mempercayai siapa saja. "Ucap Hafizah dalam Hati.


Semenjak Hafizah merasa ada yang mencurigakan dengan Erik dan yang lain Hafizah berusaha mencari tau dan selalu waspada kepada semua orang.


Dia mencoba mengingat - ingat pembicaraan Erik dan dokter Harun.


" Iya.... Selama ini setiap bulan aku selalu merasakan sakit kepala yang luar biasa, dan dokter Harun selalu memberikan aku suntikan entah obat apa itu aku gak tau,aku terasa kehilangan beberapa memori yang ada di otakku." ucap Hafizah


Cukup lama hafizah bergulat dengan Pikirannya tiba - tiba Erik masuk ke kamarnya.


" Sayang kamu belum tidur? " Panggil Erik.


" Eh... Mas Erik. " Jawab Hafizah dengan bersikap seperti biasa.


" Apa kamu baik - baik saja? Apa kepalamu sakit lagi? " Tanya Erik.


" Aaahhh Enggak,aku baik - baik saja kok. " Jawab Hafisah.


Erik naik ke ranjang dan duduk di sebelah Hafizah,Hafizah melancarkan aksinya untuk mencari tau kebenaran.


Hafizah mendekat dan menyandarkan kepalanya di bahu Erik. " Mas,Sarah boleh tanya gak? Kita sebenarnya sudah berapa lama menikah? " Pertanyaan yang pertama Hafizah tanyakan.

__ADS_1


Erik kaget karena Fizah tiba - tiba menanyakan pertanyaan itu.


" Kenapa kamu tiba - tiba tanya seperti itu?" Sahut Erik.


" Gak ada apa - apa aku lihat di rumah ini kok gak ada Foto pernikahan kita? " Tanya Hafizah.


Tapi bukan Erik namanya kalau dia tak pandai bersilat lidah.


" Ohhh masalah itu,aku minta maaf ya sayang,sebenarnya kita ini adalah pasangan yang kawin lari,setelah pernikahan kita yang cuma di lakukan secara sederhana kamu jatuh sakit jadi kita belum sempat membuat Foto pernikahan kita. " Ucap Erik.


Mendengarkan penjelasan Erik,ada rasa ragu di dalam hati Hafizah,dia takut jika hanya salah menilai tentang Erik.


" Sepertinya dia mulai curiga kepadaku,aku harus cepat - cepat berindak. Agar dia cepat lepas dari Abraham. " Ucap Erik dalam Hati.


Pagi Hari setelah Erik pergi bekerja,tiba - tiba HP Hafizah mendapatkan pesan singkat dari orang yang di kenal. Entah pesan apa yang dia terima yang jelas setelah dia menerima pesan singkat itu,Hafizah buru - buru keluar dari kediaman Erik menuju pusat perbelanjaan.


Terdengar seseorang memanggil nama Hafizah,Karena Hafizah yang saat ini berganti nama Sarah dan dia lupa dengan dirinya terdahulu dia tak memperdulikan panggilan itu.


Dari arah belakang datang seorang Pria tampan yang menghampirinya,siapa lagi kalau bukan Abraham.


" Hai....Sudah lama menunggu,jadi kamu yang mengirim pesan ke HP ku? kalau gak salah kita pernah ketemu ya sebelumnya? " Tanya Hafizah.


" Iya waktu itu kita pernah ketemu di pantai. " Jawab Abraham.


" Oh iya apa yang ingin kamu bicarakan? " Tanya Hafizah.


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Abraham. " Jawab Abraham sembari mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Deg....


Tiba - tiba kepala Hafizah terasa sakit, dan sebongkah ingatan masa lalunya muncul,bayangan Abraham ketika mereka sedang bermadu kasih.


Abraham yang melihat Hafizah merintih kesakitan sembari memegang kepalanya menjadi khawatir.


"Kamu kenapa?" tanya Abraham yang khawatir


"Aku gak apa - apa,hanya sakit kepala saja. " Jawab Hafizah sembari memandang wajah Abraham.


"Apa benar dia suamiku? seperti yang dia ucapkan waktu di pantai kemarin? "Ucap Hafizah dalam Hati.


"Ohhh iya,ada apa tuan ingin menemui saya?" tanya Hafizah.


" Ohhh iya hampir lupa perkenalkan kembali,Nama saya Sarah." Sahut Hafizah.


" Apa yakin namamu Sarah? apa bukan Hafizah. "Jawab Abraham.


" Maksud anda? " Ucap Hafizah.


Memang dia sekarang lagi mencurigai Erik,tapi dia tak mau memperlihatkan kepada orang lain.


" Oke kita akan bicarakan ini,tapi tidak di sini,apa kita bisa bicarakan ke tempat lain? " Ajak Abraham.


Apa kamu memang benar - benar melupakan aku Fizah,aku suamimu.....Ucap Abraham dalam Hati.


BERSAMBUNG.......JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE YAAAA

__ADS_1


__ADS_2