
Setelah Hafizah mengantar bu Dewi ke rumahnya dan memastikan keamanan bu Dewi, dia langsung pulang menuju ke apartemennya dengan mengendarai motor sportnya dengan kecepatan sedang,sesampai di apartemen barunya dia langsung menjatuhkan diri ranjang. Dia melihat langit - langit di kamarnya. Tiba - tiba dia teringat akan ayahnya di kampung, dia mengambil Hp di kanton celananya dan mencari nama di kontaknya. Tak berapa lama dia menunggu akhirnya telponnya tersambung.
Entah apa yang di bicarakan Hafizah dengan sang ayah,yang jelas terlihat dari raut wajahnya dia sedang membicarakan hal yang serius.
☆☆☆☆☆
Di tempat lain para preman yang tadi berkelahi dengan Hafizah menjadi babak belur,mereka semuanya kembali ke markas.
"Bodoh kalian semua," umpat bos preman itu. "Menangkap satu gadis saja gak bisa." ucap bosnya yang tak lain adalah Erik.
"Ternyata kau gadis yang tak gampang di taklukan,Oooohhh membuat aku makin penasaran dan semakin cinta." ucap Erik dalam hati.
"Cepat siapkan cara berikutnya, apapun dan bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan gadisku". titah Erik.
☆☆☆☆☆
Di kediaman bu Dewi,Abraham sedang menikmati sarapan dengan mamanya.
"Selamat pagi nyonya,tuan." tegur pria tampan yang tak lain Martin Asistennya Abraham.
"Ehhh nak Martin sini nak makan bareng." ajak bu Dewi.
"Sudah nyonya makasih nanti saya bisa sarapan di kantor." tolak Martin.
"Gak apa - apa ayok kita bareng - bareng sarapan." sahut bu Dewi.
"Oh iya,Hafizah gak ke sini ya? hari ini kan kita ada jadwal latihan, tadi aku ke Apartemennya tapi dia juga gak ada." ucap Martin.
"Masak sih?" sambung Abraham.
"Ooooo Fizah dia pulang kampung,kemarin malam dia pamitan ke mama katanya ada urusan mendadak terpaksa dia harus pulang." Sahut bu Dewi.
"Oooo" ucap Martin.
"Abraham," panggil bu Dewi.
__ADS_1
"Mama lupa kemarin malam mama mau ngomong ke kamu, nanti kamu anterin mama keluar kota ya, mama mau ngenalin kamu ke putri sahabat mama di sana." ucap bu Dewi.
Abraham mendengar ucapan mamanya sontak membuatnya terkejut.
"Apa ma? maksud mama, mama mau jodohin Abraham dengan putri dari sahabat mama gitu?" sahut Abraham.
"Iya nak," jawab bu Dewi.
Martin yang mendengar kalau bosnya akan di jodohin dia tersenyum karena menahan tawanya. Abraham yang melihat kalau asistennya itu sedang menertawainnya,dia melirik dengan tatapan tajamnya sehingga membuat Martin ketakutan.
"Tapi ma, Abraham masih belum ingin menikah, lagi pula Abraham belum tau dia gadis yang seperti apa?" ucap Abraham yang berusaha menolak perjodohanya.
"Karena kamu belum tau mangkanya mama mau ajak kamu ke rumahnya, supaya nanti kamu bisa berkenalan." Sahut bu Dewi.
Mendengar ucapan mamanya yang tak ingin ada penolakan,Abraham hanya bisa membuang nafasbya secara kasar.
"Ya sudah terserah mama aja,toh mama gak bakalan menerima penolakanku kan, tapi jika nanti aku gak cocok aku bisa menolak perjodohan ini kan." ucap Abraham.
"Iya nak, yang penting kamu temui dulu gadisnya, mama yakin kamu gak bakalan nolak." sahut bu Dewi
"Siap nyonya." sahut Martin.
☆☆☆☆☆
Di kediaman pak Harianto, Hafizah yang sedang latihan bela diri,bersama dengan para murid ayahnya.
"Hafizah sini nak." panggil pak Harianto.
Hafizah yang tadinya serius dengan latihannya,seketika langsung menghampiri ayahnya.
"Ada apa Yah?" tanya Hafizah
"Kamu siap - siap sana,sebentar lagi ada tamu papa yang dari luar kota mau datang." ucap sang ayah.
"Lhooo itu kan tamu ayah,ngapain Fizah ikut menyambut." jawab Hafizah.
__ADS_1
"Itu tamu spesial nak, mereka adalah calon suamimu." sahut sang ayah.
Uuugggkkk.....uuugggkkkk
Hafizah minum saat itu langsung tersedak.
"Ayah gak usah bercanda deh, yang bener saja yah, Fizah masih belum siap menikah lagi pula apa - apa an sih ayah ini main jodoh - jodohin segala, kayak Fizah gak laku saja." Ucap Hafizah.
"Mangnya kamu sudah laku? sampai saat ini saja ayah belum pernah melihat kamu ngenalin pacarmu ke ayah." sahut sang ayah.
"Ayah,jangankan untuk nikah,pacaran aja Hafizah belum kepikiran,pokoknya Fizah gak mau." tolak Hafizah sembari memonyongkan bibirnya.
"Semua ini sudah di rencanakan oleh Almarhum ibumu nak,kamu mau ibumu di surga sana kecewa? lagi pula kalau kamu menikah kamu ada yang bantuin mengelolah perusahaan ayah." ucap sang ayah sembari memasan wajah memelas.
Hafizah sejenak terdiam memikirkan perkataan ayahnya, jika sudah membahas masalah sang ibu ayahnya pasti dia akan sedih di buatnya. Dia mengambil nafas dalam - dalam dan membuangnya kasar.
"Terserah ayah saja,tapi kalau Fizah gak cocok,Fizah boleh menolaknya kan Yah?" tanya Hafizah.
"Iya nak." ayah gak maksa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak berapa lama mobil mewah Abraham memasuki pekarangan rumah yang bak istana di sana nampak berjejeran para penjaga yang tampangnya sangar,Abraham memandangi rumah yang bak istana,walaupun Rumah Abraham besar dan mewah,tapi rumah yang dia kunjungi jauh lebih besar,tetapi bedanya Abraham hidup di Kota Metropolitan dan tempat Abraham saat ini hanyalah kota kecil.
"Wahhhh bos,kayaknya calonnya istrinya bos bukan gadis biasa." Bisik Martin.
"Udah diam jangan banyak komentar." Sahut Abraham.
Mereka yang sudah turun dari mobil,disambut oleh penjaga rumah tersebut dan di antar sampai ke teras depan pintu. Bu Dewi yang tadinya hendak mengetuk pintu,tapi didahului oleh asisten rumah tangga. Sepertinya mereka sudah menanti kedatangannya.
Pelayan itu mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.Tak berapa lama mereka menunggu datanglah seorang pria paruh baya datang menghampiri mereka.
Bu Dewi yang melihat tuan rumahnya datang,dia pun memperkenalkan putra semata wayangnya Abraham dan asisten pribadinya, merekapun saling menjabat tangan. Cukup lama mereka ngobrol,karena calon Abraham tak kunjung keluar bu Dewi menanyakannya.....
Bersambung..........
__ADS_1