HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 3


__ADS_3

Hafizah yang menerima tawaran dari bu Dewi untuk bekerja di perusahaannya bersama Abraham.


Pagi itu Hafizah bangun seperti biasa,iya turun dari kamarnya dia berjalan ke daput,ternyata di dapur sudah ada beberapa pelayan yang sudah bersiap - siap kerja.


" Non sudah bangun "? Tegur bik Inem kepala pelayan disana.


" Sudah dong bik, Panggil saya Fizah,saya bukan nona di sini,saya sama dengan kalian sama - sama kerja di rumah ini ".Sahut Hafizah.


" Ya sudah kalau gitu,neng Fizah mau ngapain kesini "? Tanya bik Inem


" Mau bantuin bik Inem ". Jawab Hafizah sambil tersenyum.


Bik Inem menunjukan ke Hafizah menu sarapan hari ini,dengan cepat Hafizah menyiapkan dan semua bahan - bahannya. lalu dengan segera memasak sayuran yang sudah siap." Aduh neng bibik gak nyangka ternyata selain kamu cantik eneng juga jago masak ya ". Ucap Bik Inem


" Bibik terlalu memuji aku deh,semua ini kan bibik yang telaten ngajarin Fizah ".Ucap Fizah yang merendah.


" Enggak neng,malah dari tadi bibik yang bantuin eneng,semua ini kan eneng yang masak ".Sahut bik Inem


" Udah dulu ya bik,Fizah mau siap - siap dulu ".Pamit Hafizah.


Setelah semuanya siap di hidangkan bu Dewi keluar dari kamar dan bersiap untuk sarapan bersama." Hmm,baunya harum banget ". Ucap bu Dewi.


" Ini neng Fizah yang masak nyonya ". Ucab bik Inem


" Ohhh iya ".Sahut bu Dewi.


" Iya nyonya tadi pagi - pagi banget neng Fiza sudah bangun rencana dia mau bantuin saya,ehhh ternyata malah dia yang masak semuanya ".Ucap bik Inem menjelaskan.


" Iyaaa sudah gak apa - apa bik,aku jadi gak sabar ingin nyicipin masakannya Fizah bik ". Sahuh bu Dewi.


Tak berapa lama Abraham turun dengan pakaian rapi dan di susul dengan Martin yang baru datang.


" Nak Martin sini sekalian gabung sarapan bareng dengan kita ". Acap bu Dewi.


"Ahhh gak usah nyonya saya bisa sarapan di kantor ". Tolak Martin.


"Gak apa - apa sini gabung dengan kita,ada yang tante ingin bicarakan kepada kalian". Ucap bu Dewi.


" Baik nyonya ",kemudian Martin mengambil duduk di sebelah Abraham.


"Bik Fizah kok lama yaa,tolong panggilkan". titah bu Dewi.

__ADS_1


Tak berapa lama Hafizah datang dengan rambut di gelung ke atas,pakai celana panjang,kemeja panjang dan selendang merah di kalungkan ke lehernya.


Hafizah biarpun dari keluarga yang kaya raya,untuk masalah pergaulan dan penampilan dia masih belum mengerti. Maklum selama dia tinggal dengan ayahnya,aktivitasnya dia kebanyakan bersama para murid ayahnya yang kebanyakan laki - laki.


Abraham dan Martin melihat penampilan Hafizah dia menjadi tertawa terbahak - bahak.


" Mama yakin dia akan di jadikan sekretarisku "? Ucap Abraham.


" Mama sangat yakin dia akan bisa membantu pekerjaanmu ".Sahut bu Dewi.


" Selamat pagi tante ".Tegur Hafizah ke bu Dewi sembari melirik sinis ke Abraham yang menertawainya.


"Sialan apa ada yang salah dengan ku sehingga dia terus menertawainku ". Gerutu Hafizah sembari terus menatap sinis ke Abraham.


" Fizah silahkan duduk,kenalkan ini Martin dia sahabat sekaligus asisten pribadi Abraham ". Ucap bu Dewi.


" Selamat pagi tuan Martin kenalkan saya Hafizah ", saya sekretaris baru tuan Abraham yang akan membantu tugas tuan "Ucap Hafizah.


Mereka memulai sarapan bersama - sama. Bu Dewi tau jika itu masakan Hafizah,dia melirik nya. " Masakan Fizah sangat enak rasanya pas dimulutku,selain dia cantik,muda,pandai memasak,dia mandiri lagi ".Ucap bu Dewi dalam hati.


Bu Dewi melirik ke arah putranya," gimana masakannya nak ".Tanya bu Dewi.


" Enak ma,ternyata semakin hari bik Inem semakin pandai memasak ".Sahut Abraham.


Uuhhuuukkk.... Uuuhhhuuukkk....


Abraham tersedak.... dengan cepat Martin memberikan air minum ke bosnya.


" Pelan - pelan tuan kalau makan,saya tau masakannya enak tapi kalau makan harus pelan - pelan ".Ucap Martin.


" Enak apanya,sayurannya masih ada yang mentah ". Bantah Abraham.


Bu Dewi dan Martin tersenyum sendiri,mereka tau kalau Abraham terlalu gengsi untuk mengakui jika masakan Hafizah memang enak.


" Ya sudah Martin ayok kita berangkat ". Kita kan ada pertemuan dengan Erik di tempat biasa kan ". Ucap Abraham.


" Nak,ajak sekalian Fizah bersamamu,mama minta kemanapun kalian pergi ajak Fizah ya ". Titak bu Dewi.


" Ma,aku mau bertemu dengan Alex,mama tau kan Alex seperti apa? terlalu bahaya jika aku harus mengajak wanita ". Tolak Abraham.


" Ya kalau gitu kamu harus menjaganya ". Sahut bu Dewi.

__ADS_1


Abraham melirik Hafizah yang masih berdiri di dekat meja makan,bu Dewi melihat ke arah Hafizah dan mengangukan kepalanya.


Akhirnya Hafizah berangkat bersama kedua pria itu.


" Karena mama menugaskanmu sebagai seketarisku maka mulai sekarang beberapa tugas dari Martin kamu kerjakan ". Ucap Abraham dengan wajah datar.


" Martin serahkan beberapa tugas kepadanya,aku ingin tau mampu gak dia mengerjakan tugasnya sebagai sekretaris ". Lanjut Abraham.


Dengan cepat Martin menyerahkan beberapa berkas kepada Hafizah.Dia membaca dan memeriksa beberapa dokumen yang tadi di serahkan oleh Martin.Beberapa lama dia memeriksanya,Hafizah dengan suara lembutnya dia mulai buka suara. " Maaf tuan Martin setelah saya koreksi berkas ini,kayaknya ada yang kurang beres dengannya, di dokumen yang tertera atas nama Alex,tapi ketika saya periksa ada beberapa kejanggalan ".Ucap Hafizah.


Mendengar perkataan Hafizah seketika Abraham dan Martin kaget." Mana coba aku lihat ". Ucap Martin.


" Kalau di berkas semuanya terlihat wajar tuan,tapi coba tuan perhatikan,setelah saya lihat di beberapa data di sini semua data - datanya yang tak sesuai dengan berkas yang di kirimkan ke perusahaan ".Sahut Hafizah dengan menunjukan laptopnya.


" Terus kita harus bagaimana tuan ". Tanya Martin.


" Buat janji pertemuan dengan Alex ". Ucap Abraham kepada Martin.


" Aku harus menanyakan semua ini secara langsung tolong kirimkan semua yang kamu temukan tadi ke emailku ".Ucap Abraham


" Eeee baik tuan ".Jawab Hafizah.


" Ternyata hebat juga ini cewek,biarpun diluar kelihatan cupu,tapi otaknya sangat cerdas dia sudah memberikan kesan pertama yang bagus "Ucap Abraham dalam hati.


Hafizah,yang sedang sibuk dengan laptop dan pekerjaan barunya,tanpa iya sadari Abraham terus memperhatikannya." Kamu kenapa serius begini ".Ucap Abraham.


Hafizah yang sedang memeriksa berkas - berkas yang di berikan oleh Martin terkejut mendengar perkataan Abraham.


" Eeee maaf tuan,saya orangnya tak suka menunda pekerjaan kalau pekerjaan saya sudah selesai baru saya akan santai ". Ucap Hafizah.


" Yaaa baguslah kalau begitu ". Jawab Abraham.


" Mama menugaskanmu apa"? Tanya Abraham.


" Saya mendapatkan tugas dari nyonya agar saya selalu membantu pekerjaan tuan dan kemanapun tuan pergi saya wajib ikut ". Jawab Hafizah.


" Martin kamu harus berterima kasih pada mamaku,karena mamaku tugasmu semakin ringan ". Ucap Abraham.


" Iya tuan,nanti saya akan berterima kasih kepada nyonya besar ".


Tak berapa lama mobil mewah itu berhenti di sebuah club,Hafizah yang yang tak pernah tau masalah tempat tersebut menjadi bingung.

__ADS_1


Bersambung............


Terima kasih buat teman - teman sudah setia membaca Novel saya.... Jangan lupa LIKE , KOMENTAR DAN VOTEINGNYA YA. Agar saya lebih bersemangat lagi untuk melanjutkan setiap episodenya.


__ADS_2