HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 5


__ADS_3

Setelah para polisi turun tangan,Hafizah melihat keadaan bosnya.


Di sisi lain Abraham dan Martin melihat ke arah Hafizah,perasaan antara kagum,takut dan terpukau menjadi satu.


"Tuan tidak apa - apa kan "? Tanya Hafizah yang dari baru saja menghampirinya.


Abraham yang dari tadi bengong melihat Hafizah tiba - tiba di kagetkan dengan senggelan tangan Martin. " Eee aku gak apa - apa ".


" Ayooo kita pergi dari sini ". Ajak Hafizah.


Abraham memberikan Kode kepada Martin Agar mengurus semua masalah ini.


Salah satu bodyguard di belakang mengajak ngobrol Hafizah. " Tadi nona keren banget,saya gak nyangka nona jago bela diri lho ".


" Ahhhh,biasa - biasa saja,saya kan cuma membantu kalian,yang keren kalian lhoo ".Ucap Hafizah dengan merendah hati.


Abraham yang terus berjalan di depan mendengar obrolan dari Hafizah dan para Bodyguardnya dia tersenyum.


" Bukan bodyguard ku yang keren,tapi kamu yang keren,aku melihat sendiri bagaimana kamu melumpuhkan para lawanmu tadi,ketelitianmu juga patut di acungkan jempol ".Ucap Abraham dalam Hati.


Abraham pun masuk kembali ke mobil mewahnya di susul oleh Hafizah,sedangkan Martin masih mengurus semua masalah yang baru saja terjadi. Sebelum mobil berangkat Hafizah yang awalnya duduk di depan samping supir,dia memerintahkan Hafizah pindah duduk di belakang bersamanya. Hafizah yang mendengar perintah dari Abraham tanpa ada penolakan langsung cepat pindah ke belakan bersama Abraham."Ayo pak jalan". Ucap Abraham.


Hafizah kembali memeriksa jadwal dari bosnya itu,mulai terlihat sibuk kembali. Sedangkan Abraham yang terus memperhatikan Hafizah sedang memeriksa Jadwalnya. "Kamu sedang Apa"?Tanya Abraham.


"Saya sedang memeriksa jadwal pertemuan anda tuan". Jawab Hafizah dengan Nada lembut.


"Batalkan semua pertemuanku". Ucap Abraham.


"Tapi tuan",belum selesai Hafizah berbicara. Abraham memotong perkataan Hafizah."Gak pakek tapi - tapian". Sahut Abraham.


Abraham melihat Hafizah yang sedang duduk manis di sampingnya.


Hafizah yang sadar jika dia sedang di pandang oleh bosnya,dia kembali menatapnya.


"Ngapain dia memandangku seperti itu??? Aduhhh kenapa jantungku berdebarnya kencang banget".Ucap Hafizah dalam hati.


"Tuan kenapa memandang saya seperti itu". Tanya Hafizah dengan ketakutan.


"Siapa kamu"? Tanya Abraham dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Maksud tuan"??.Jawab Hafizah yang tak mengerti.


"Iya siapa kamu"?, aku melihat kamu seperti memiliki dua sisi yang berbeda. Sekarang kamu berbicara manis,lembut. Tapi tadi aku melihat kamu seperti orang lain,bahkan aku melihat kamu menghajar semua bodyguard Erik membabi buta tanpa rasa ampun,dan lagi kamu bisa melacak semua dokumen rahasia yang sengaja mereka sembunyikan".Ucap Abraham penuh penasaran.


"Ooooo masalah itu,semuanya aku lakukan atas perintah dari nyonya besar tuan. Tugas saya kan untuk membantu tuan dalam segala hal,kalau masalah saya yang bisa menghajar orang - orang itu karena aku bisa beladiri biarpun dikit - dikit". Jawab Hafizah sembari tersenyum seperti orang bodoh.


Abraham mendekatkan wajahnya ke Hafizah,dia masih penasaran kepada sekretaris barunya itu.Dia melihat Hafizah dari ujung rambut sampai ujung kaki,bahkan tangan Abraham memegang dagu Hafizah dan menggerakkan kekiri dan kekanan,memastikan dia ada luka apa tidak. Sedangkan Hafizah hanya diam melihat sikap bosnya terhadap dirinya.


"Mustahil tak ada lecet sedikitpun". Ucap Abraham dengan suara yang berbisik dan hampir tak terdengar.


Tanpa disengaja Abraham melihat ke arah kemeja Hafizah yang kancingnya lepas akibat bertarung tadi,sehingga belahan dada nya terlihat dengan jelas,seketika Abraham membalikan tatapannya ke sembarang tempat dan kembali ke posisi duduknya seperti semula."Pak antar kami ke mall di depan sana pak".Ucap Abraham kepada sopirnya.


"Untuk apa pak kita ke mall,kita tak ada janji di sana tuan".Ucap Hafizah dengan polos.


"Kita beli beberapa baju untuk kamu,coba lihat pakaianmu berantakan seperti ini,lagi pula sekarang kan kamu sudah menjadi sekretarisku,aku gak mau citraku hancur gara - gara penampilanmu".Sahut Abraham.


"Baik tuan,terima kasih sebelumnya".Ucap Hafizah.


"Sikapmu seperti ini membuat orang menjadi tertipu,pura - pura lugu tapi kenyataannya menyeramkan".Gerutu Abraham dalam Hati.


Sesampainya di mall Hafizah dan Abraham berjalan beriringan menuju pakaian wanita. Semua mata para pengunjung tertuju pada Abraham.


"Baik tuan". Jawab Hafizah dengan Nada yang tak kalah dinginnya.


Abraham berjalan melihat - lihat koleksi pakaian di toko tersebut,tanpa sadar dia membawa beberapa gaun panjang dan pendek di tangannya. Entah apa yang iya pikirkan. Dia menyerahkan pakaian tersebut ke kasir. Tak berapa lama Hafizah membawa beberapa setel baju yang menurutnya pas untuk pekerjaanya.


Abraham melihat apa yang iya bawa.


"Tunggu",apa kamu tidak tau cara berpakaian sebagai sekretaris"? Tanya Abraham.


"Tau tuan,tapi saya lebih nyaman menggunakan pakaian ini tuan".Jawab Hafizah. Sembari menunjukan beberapa setel baju.


"Aku gak suka,cari yang lebih feminim lagi".Titah Abraham.


"Dasar banyak maunya". Gerutu Hafizah.


"Apa kamu bilang tadi"? Ucap Abraham.


"Ahhh,gak ada apa - apa tuan". Jawab Hafizah sembari terus melangkah.

__ADS_1


Hafizah menunjukan beberapa Jamsud yang celananya panjang. "Maaf Tuan bagaimana dengan yang ini"? Tanya Hafizah.


"Iya boleh".Jawab Abraham.


Hafizah memberikan pakaian yang di sukai Abraham tadi. Lalu membayar dengan ATM yang dari tadi sudah di berikan oleh Abraham.


"Oh iya mbk,tolong bungkus beberapa baju yang tadi saya pilih".Ucap Hafizah sembari memberikan Kartu ATM miliknya sendiri.


"Maaf tuan,lama menunggu ya". Ucap Fizah dan mengembalikan ATM yang tadi sudah di gunakan untuk belanja.


"Iya". Jawab Abraham.


Hafizah melirik Abraham dengan tatapan sinis. "Dasar cowok aneh,kadang baik,kadang jutek". Ucap Hafizah dengan suara berbisik.


"Aku bisa mendengarmu". Jawab Abraham yang terus berjalan menuju ke sebuah salon kecantikan.


Hafizah terus mengikuti Bosnya di belakang dengan sikap profesional dan siaganya.


"Cepet masuk kesana".Titah Abraham.


Abraham memanggil karyawan salon dan berbisik kepadanya. Entah apa yang dia bisikan,karyawan itu cuma menganggukan kepalanya. dan Abraham memberikan Kartu ATMnya. Hafizah,merasa bingung apa yang akan di lakukan karyawan salon itu kepadanya. Cukup lama mereka di salon,Abraham yang dari tadi menunggunya sempat memejamkan matanya.


Akhirnya,semuannya selesai. Hafizah dengan penampilan barunya berjalan mendekati bosnya,rambut panjang hitamnya terurai dengan rapi,dia menggunakan long dres berwarna merah maron dengan belahan di depan dengan sepatu yang warnanya senada,make up natural dan mata Hafizah yang sudah berwarna abu - abu membuatnya semakin terlihat mempesona.


Abraham melihat penampilan baru Hafizah sempat terpaku oleh kecantikannya "Cantik,eeehhh bukan sangat cantik. Ucap Abraham.



"Gila ni cewek cantik banget,gak nyangka aku cewek kampung ini bisa juga jadi secantik ini". Ucap Abraham dalam hati.


Mendengar ucapan Abraham,membuat wajah Hafizah merona,ini adalah pertama kalinya ada laki - laki memuji dirinya dan itu keluar dari mulut bosnya.


"Kenapa saya harus berpakaian seperti ini,memangnya kita harus kemana"? Tanya Hafizah.


"Kita akan ada pertemuan dengan Alex,tadi Martin mengirimkan pesan kepadaku,bahwa nanti malam Alex akan menemui kita di sebuah restoran,nanti Martin akan menunggunya di sana".Ucap Abraham.


Bersambung........


**TERIMA KASIH BUAT KAWAN - KAWAN SUDAH SETIA MENGIKUTI SETIAP EPISODENYA.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE , KOMENTAR DAN VOTEINGNYA YA**....


__ADS_2