HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 27


__ADS_3

" Jangan nak,jangan kau turuti permintaan nya yang gila itu. " Ucap pak Har.


" Diam...." Ucap Erik.


Hafizah semakin khawatir akan keselamatan ayahnya,sedangkan Abraham terdiam sejenak entak apa yang sedang ada dalam pikirannya.


" Aku kasih waktu kamu 10 detik untuk memikirkannya dari sekarang. 1. 2.3.4. terus berhitung. 7.8.9. " Erik sudah siap menari pelatuknya.


" Tunggu..." Ucap Hafizah.


Sesaat Hafizah memandang wajah suaminya," maafkan aku mas.." Ucap Hafizah Lirih namun bisa di dengar oleh Abraham.


" Aku bersedia bertukar tempat dengan Ayahku,tapi lepaskan Ayahku terlebih dulu." Ucap Hafizah.


"Bawa dia ke sini." Ucap Erik memerintahkan Para mengawalnya untuk membawa Hafizah.


Dengan paksaan Hafizah di bawah menuju lantai dua,sedangkan Abraham,Martin dan Vivin mencoba untuk memberontak tapi tak mampu,karena ancaman Erik yang akan membunuh Pak Har.


Ketika Hafizah sudah di lantai dua,Erik menghampiri Pak Har yang lumayan jauh dari keberadaan Hafizah sekarang," Lihat Ayah mertua,Anakmu sendiri yang mengantarkan dirinya untuk menjadi Istriku....Andai kau mau merestuiku,keadaannya tak akan seperti ini sekarang. "


Erik mengambil Suntikan yang sudah dia siapkan,Hafizah memandang Erik dengan pandangan kebencian.


"Tahan ya sayangku,ini akan sedikit menyakitkan buatmu. " Ucap Erik sembari menyuntikan carian ke tubuh Hafizah. Seketika Hafizah langsung terjatuh lemas.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu Erik apa yang kamu lakukan kepada istriku." Terika Abraham.


Abraham dan pak Har yang melihat itu sontak memberontak dan lari menuju Hafizah. Tetapi belum mereka sampai.


Doorr...


Doorr...


Dua tembakan melesat mengenai tubuh Abraham dan Pak Har... Seketika mereka jatuh tersungkur.


"Tuan...." Teriak Martin.


" Paman...." Teriak Vivin.


" Cepat urus mereka semua." Ucap Erik.


☆☆☆☆☆


Di rumah sakit terlihat dokter sedang menjalani oprasi Abraham dan Pak Har. Sedangkan Martin dan Vivin yang sembari cemas masih setia menunggu di depan kamar oprasi. Cukup lama mereka menunggu akhirnya Dokter pun keluar.


" Dok... Bagai mana keadaan paman dan kakak ipar saya. " Ucap Vivin.


" Untuk Optasi buat tuan Abraham semuanya berjalan lancar karena peluru yang menembus tubuhnya tidak terlalu dalam,tetapi untuk Tuan Harianto mohon maaf saya tidak dapat menyelamatkan nyawanya,karena luka tembakannya sudah mengenai organ dalam beliau,kami mohon maaf yang sebesar - besarnya. " Ucap Dokter tersebut.

__ADS_1


Mendengar ucapan dokter tersebut membuat kaki Vivin lemas dan jatuh ke lantai,dengan sigap Martin menangkap dengan tangannya sehingga tak jadi jatuh.


" Paman...kenapa kamu tinggalin aku,di dunia ini aku hanya memiliki paman dan Kak Fizah,sekarang paman sudah pergi meninggalkan aku untuk selama - lamanya dan kak Fizah entah bagaimana keadaannya aku sendiri gak tau. Paman tega ninggalin aku sendirian. " Ucap Vivin.


Martin memeluk Vivin yang sedang sedih dan berusaha menenangkannya. Entah kenapa melihat Vivin yang sedih hati nya ikut sedih,rasa tak terima dengan kesedihan yang Vivin alami.


" Kamu yang sabar ya,jangan bilang kamu sendirian masih ada aku dan Abraham bersamamu,kamu tenang aja. " Ucap Martin sembari menghapus air mata yang membasahi pipi Vivin.


Vivin memandang wajah Martin dengan penuh dalam,tanpa sadar Vivin memeluk Martin dengan erat. Dan menumpahkan semua kesedihannya di dalam pelukan Martin,sehingga membuat baju martin basah karena air mata yang membasahi pipi Vivin.


-


-


-


-


-


**BERSAMBUNG.......


Jangan lupa LIKE,KOMENTAR DAN VOTE nya ya kawan.... Terima kasih**....

__ADS_1


__ADS_2