
Hafizah melihat kemarahan Abraham setelah pulang dari Club membuat Hafizah sedikit resah,di tambah selama perjalanan pulang Abraham tak berbicara sepatah kata pun kepada semuanya.
Sesampain di Villa Abraham langsung pergi ke kamar tanpa memperdulikan Hafizah. Hafizah yang melihat sikap suaminya yang sudah bisa di tebak pasti sedang marah,Hafizah pergi menyusul Abraham walau apapun nanti yang di terima oleh Abraham dia sudah terima.
Sesampai di depan kamar dengan perlahan Hafizah membuka pintu kamar perlahan.
Creeaakkk.....( Suara pintu dibuka ).
Hafizah melihat di ruangan tak di temukan keberadaan Abraham.
"Kemana dia pergi ya? kok gak ada orang,apa dia pergi mandi? " Batin Hafizah berkata.
Hafizah masuk kedalam kamar berniat ingin mencoba mengecek keberadaan Abraham dalam kamar mandi dengan cara berjalan mengendap - ngendap kayak maling.
Sebelum Hafizah sampai di kamar mandi suara Abraham yang sedang berdiri di belakang pintu menghentikannya.
" Mau kemana kamu? Masuk kamar mengendap - endap kayak maling aja. " Ucap Abraham yang berubah dingin seperti dulu yang baru ketemu.
" E - - Mas Abraham...Aku gak mau kemana - mana kok.." Ucap Hafizah sambil cengengesan seperti tak melakukan kesalahan.
Abraham berjalan ke arah pintu menutup dan menguncinya.
Hafizah yang melihatnya,menjadi tegang,takut,khawatir. Sorot mata Abraham yang tajam membuatnya semakin menambah ketakutan.
__ADS_1
" Kok aku menjadi takut dan cemem kayak gini yaaa....kenapa aku merasa dia sekarang sedang marah besar ama aku. Kalau boleh milih lebih baik aku menghadapi musuh 10 orang yang berbadan besar sekaligus dari pada aku menghadapi situasi yang saat ini. " Ucap Hafizah dalam hati.
" Kenapa kamu diam saja,apa kamu gak mau menjelaskan sesuatu kepadaku? Apa kamu merasa tak melakukan kesalahan atau menurut kamu aku tak pantas mendapatkan penjelasan? " Ucap Abraham yang sudah duduk di Sofa.
" Bukan begitu mas,iya ini aku jelaskan tapi mas jangan marah - marah begini dong. " Ucap Hafizah mencoba menenangkan kemarahan suaminya.
" Bagaimana aku gak marah,aku melihat kamu menari di atas panggung di saksikan banyak orang dengan memamerkan tubuhmu. Bahkan aku bisa lihat langsung dari sekian banyak gadis penari hanya kamu yang mereka lihat. " Ucap Abraham.
" Selama kita menikah aku gak pernah nuntut kamu untuk melakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri,karena aku ingin kamu melakukan dan menyerahkannya kepadaku dengan ikhlas tanpa ada beban di hatimu,bahkan selama ini aku berusaha untuk menerima kamu dan menjalankan kewajibanku sebagai suami,tapi aku rasa sepertinya kamu gak bisa menerima aku sebagai suamimu. " Ucap Abraham.
" Jika kamu merasa hubungan kita ini tidak berarti buatmu,setelah menemukan ayahmu lebih baik kita jalani aja hidup kita masing - masing. Maafkan aku jika selama ini aku gak bisa menjadi suami yang baik buatmu dan maafkan aku karena sudah mencintaimu. " Sambung Abraham sembari bejalan keluar kamar.
Sebelum Abraham melangkah pergi Hafizah yang dari tadi berdiri seperti patung dia langsung melangkah dan meraih tangan Abraham.
" Iya,tapi sepertinya semua yang aku ucapkan barusan sudah tak ada gunanya,toh kamu gak mencintaiku. " ucap Abraham.
Mendengar perkataan Abraham,hafizah langsung memeluknya, " jangan tinggalin aku mas asal kamu tau aku juga mencintaimu mas,sangat mencintaimu." ucap Hafiza sembari terus memeluk Abraham.
Abraham yang tak mengira jika Hafizah akan membalasnya, dia tak percara apa yang barusan dia dengar,dia memegang kedua pipi hafizah dan memandang lekat matanya berharap menemukan jawaban. " Coba katakan sekali lagi apa yang kamu katakan barusan. " pinta Abraham
" Aku juga mencintaimu mas. " ucap Hafizah kembali.
Abraham membalas pelukan Hafizah dengan erat sampai Hafizah merasa ssusah bernafas.
__ADS_1
" Mas,jangan kencang - kencang meluknya aku susah nafasnya..." ucap Hafizah
" Maaf,aku gak sengaja,aku cuma merasa bahagia saja. " ucap Abraham sembari melepas pelukannya.
" Maafkan aku mas,aku tau aku salah,aku tau aku kelewatan tapi aku bisa menjelaskan semua ini kepadamu. " Ucap Hafizah sembari menarik tangan Abraham dan mengajaknya duduk di kasur.
Sekarang giliran Abraham mendengarkan Hafizah berbicara. Sebelum aku menjelaskan aku ingin bertanya sesuatu kepadamu....Ucap Hafizah.
-
-
-
-
-
**BERSAMBUNG.......
Hai... para pembaca setia maaf ya jika saya agak terlambat meng update,tapi saya akan usahakan tiap hari mengupdatenya....
Tapi sebelumnya tolong kasih semangat buat saya dengan cara ketik tombol Jempol ( LIKE ) setiap bab,KOMENTAR dan VOTINGNYA YA boar saya tambah semangat lagi. Terima kasih sebelumnya**....
__ADS_1