
Hafizah yang mendengar ketukan pintu kamarnya dia langsung meninggalkan Abraham yang masih berdiri di tempat,dia segera membukakan pintunya.
"Nyonya ada tuan Frans di bawah sedang menunggua anda." Ucap Martin.
Oke aku akan segera turun,Hafizah langsung turun menemui Frans,sedangkan Abraham berjalan di belakangnya,Martin melihat wajah Abraham berbeda dari biasanya.
"Ada apa dengan anda tuan,kenapa wajahnya seperti ditekuk gitu?" tanya Martin
"Gak ada apa - apa." Ucap Abraham yang terlihat kekecewaan besar dari raut wajahnya karena gagal bermesraan dengan Hafizah.
"Sialan Martin mengganggu saja,kenapa juga dia datang di waktu yang tidak tepat." Gumamnya dalam hati.
Sedangkan Martin yang melihat tatapan dingin dari Abraham semenjak dia keluar dari kamarnya,dia tau apa yang ada dalam pikiran bosnya.
"Waduhh,Mati aku kayaknya aku salah sudah mengganggu bos tadi." Ucap Martin dalam hati.
"Frans.... Kamu sudah sampai?" Tegur Hafizah.
Hafizah melihat keberadaan Abraham, "mas aku mau ke markas Naga Terbang, mas dan yang lain jadi menemaniku kan?" tanya Hafizah.
" Kenapa kamu masih tanya,sudah jelas aku dan yang lain pasti menemanimu. " Sahut Abraham.
"Ya sudah kalian cepat siap - siap dulu sana aku tunggu sini dengan Frans." Ucap Hafizah.
Tak menunggu berapa lama kemudian. Mereka pun sudah siap.
__ADS_1
Martin,Frans dan Vivin pun berangkat dengan mengendarai mobil. Sedangkan Hafizah dan Abraham menyusul dengan mengendarai motor sport nya.
Sebelum berangkat Frans dan Vivin saling memandang Hafizah,Hafizah melihat mereka berdua hanya menganggukan kepalanya saja seakan memberikan kode kepada mereka berdua. Martin yang melihat mereka bertiga merasa kebingungan.
" Selama aku bekerja dengan tuan Abraham baru kali ini aku merasa ***** sendiri." Ucap Martin dalam hati.
Hafizah mendekati Martin,dan berkata. "Aku titip Vivin kepadamu tolong jaga dia,jika sesuatu yang buruk kepadanya kamu akan berurusan denganku." Ucap Hafizah sembari menepuk pelan bahu Martin.
Martin hanya bisa menganggukan kepala saja,pertanda dia mengerti.
Vivin yang sudah melangkah terlebih dulu,melihat Martin yang dari tadi terpaku di tempatnya,akhirnya memutuskan untuk menjemput martin.
"Haiiii... Ayo.... Malah diem aja kayak patung." Ucap Vivin sembari menarik pergelangan tangannya.
Setelah Frans dan yang lain berangkat Abraham dan Hafizah menyusul dari belakang dengan motor sportnya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang memasuki pekarangan dimana ada bangunan tua,di ruangan itu sangat gelap terdapat laki - laki tua yang tangan,kaki terikat dan mulut yang tersumpal,dia adalah pak Har.
Dari kejauhan terdengar bunyi langkah kaki mendekati ruangan itu,beberapa orang membuka pintu dan masuk,dibukanya penyumpal mulut pak Har.
" Siapa kalian?" ucap Pak Har kepada orang - orang disana.
"Kau tak perlu tau aku." ucap Seseorang di ujung ruangan itu.
Terlihat salah seorang duduk di ujung ruangan itu tetapi,pak Har mencoba melihat orang tersebut tapi tak bisa melihatnya karena ruangan itu minim cahaya.
__ADS_1
" Tak usah takut pak tua,aku tak akan menyakitimu dan akan melepaskanmu,tapi ada syaratnya." Ucap seseorang yang duduk di ujung ruangan itu.
"Apa syaratnya?" tanya pak Har.
" Aku dengar kamu memiliki anak perempuan yang cantik,bagaimana kalau kamu serahkan putrimu kepadaku dan aku dengan senang hati akan melepaskanmu. " Ucap Orang di ujung ruangan itu.
Terlihat senyum sinis di bibir pak Har," Kayaknya kamu sudah ketinggalan informasi tuan, Bagaimana bisa aku menyerahkan putriku jika dia sekarang sudah menjadi istri orang." Ucap Pak Har.
Brukkk....
Pukulan keras mendarat di wajah pria paruh baya itu terlihat darah segar keluar dari ujung bibir pria tua itu.
" Aku sudah tau itu semua pria tua,masalah itu gampang untuk di urusi,tinggal kamu telp putrimu suruh dia untuk meninggalkan dan menceraikan suaminya itu,gampangkan. "Ucap pria misterius itu.
" Lebih baik aku mati di tanganmu dari pada aku menyerahkan anakku kepada laki - laki sepertimu. "Ucap pak Har.
Mendengar penolakan pak Har beberapa orang yang ada di sana menghajar pria paruh baya itu.
" Tapi sayangnya untuk saat ini aku tak kan membunuhmu,ok kalau kamu menolak permintaanku aku akan buat anakmu sendiri yang akan menceraikan suaminya dan menikahiku,ayah mertua." Ucap Pria misterius itu.
Pak Har tiba - tiba tertawa keras. membuat misterius itu melihat dengan penasaran sesungguhnya apa yang lucu di ucapannya.
" Kamu menculikku hanya ingin menikahi putriku. Sungguh miris aku mendengarnya,saranku tuan,sebelum kamu menculik seseorang sebaiknya kamu harus selidiki dulu siapa yang akan kamu culik,kamu ingin memiliki putriku kan,tenang saja cepat atau lambat kamu akan bertemu dengannya. Tapi bukan untuk jadi pengantinmu,melainkan untuk menjadi malaikat mautmu. " Ucap Pak Har.
Pria misterius itu memberi kode kepada pengawalnya untuk menyumpal lagi mulut pak Har.
__ADS_1
BERSAMBUNG........ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAWAN - KAWAN. TERIMA KASIH****.